in

Apa itu Kram Otot? dan Penyebab Kram Otot



Penyebab Kram Otot
Mungkin Anda yang suka olahraga atau mungkin baru saja memulai kegiatan rutin olahraga, mengerti tentang kejadian kram otot dan bagaimana sakitnya saat hal itu terjadi. Seringkali hal ini terjadi karena banyak hal. Namun sebenarnya apa sih penyebab pasti dari terjadinya kram otot?

Banyak yang bilang karena ini atau karena itu. Yuk ketahui apa sebenarnya kram dan mengapa hal seperti ini terjadi. Menurut www.medicinenet.com, kram otot adalah otot sadar yang sedikit mengalami pergerakan mengalami tekanan atau penegangan sementara waktu karena tidak melakukan gerakan rileks.

Otot sadar kita seperti misalnya otot kaki dan tangan, namun otot sadar yang jarang bisa digerakkan dan hanya menjadi penunjang tubuh seperti misalnya otot di sekitar leher dan otot di kepala. Jika Anda mengangkat kaki untuk melangkah atau menekuk siku Anda, Anda mungkin jarang mengalami kram karena gerakan itu masih sangat alami dan terjadi lebih sering dari gerakan lain, bahkan mungkin tanpa sadar Anda telah melakukan gerakan tersebut.

Namun untuk beberapa otot yang jarang digunakan, gerakan mendadak akan menyebabkan kejutan dan hal inilah yang kemudian membuat otot tersebut mengejang dan disebut dengan kram otot. Kram otot sendiri bisa terjadi pada setiap orang dan pada bagian tubuh mana pun serta berlangsung selama hitungan detik dan menit, namun jarang sekali hingga berjam-jam.

Penyebabnya juga cukup banyak, seperti misalnya kurang peregangan otot, dehidrasi, atau karena otot merasa kelelahan setelah berdiri atau duduk terlalu lama. Jadi, untuk mencegah kram otot, Anda bisa melakukan pemanasan sebelum olahraga agak lama, jangan sampai dehidrasi dan gerakkan tubuh Anda sesekali meski harus bekerja dan duduk berjam-jam di depan komputer ya.

Pencegahan dan Pengobatan kram otot

  1. Melakukan peregangan sebelum tidur, hal ini dapat bermanfaat untuk mengurangi risiko terjadinya kram saat bangun tidur.
  2. Mengkonsumsi cukup cairan untuk menghindari dehidrasi, dengan demikian risiko kram berkurang.
  3. Mengkonsumsi buah dan sayuran dalam jumlah yang cukup. Ini untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh sekaligus memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh.
  4. Tidur dengan posisi yang baik, terutama mengusahakan agar otot-otot dapat serileks mungkin. Penggunaan selimut juga harus diperhatikan agar tidak terlalu rapat terutama pada bagian kaki.
  5. Membiasakan diri melakukan peregangan di sela-sela aktivitas fisik ketika melakukan pekerjaan yang berdurasi lama, seperti duduk atau mengetik.
  6. Jika terjadi kram, yang harus dilakukan pertama kali adalah menahan otot pada saat berkonstraksi dengan arah berlawanan. Hal ini ditujukan agar otot-otot yang berkonstraksi dapat kembali ke posisinya semula.

Mengintip Atap Bangunan Masjid-Masjid di Iran yang Menakjubkan

Donut Selfie , Teknik Selfie Terbaru Anti Mainstream