in

Asia Tenggara di Asian Games

Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus hingga 2 September nanti merupakan ajang multicabang  empat tahunan di Asia yang untuk ketujuh kalinya digelar di Asia Tenggara. Dan Asian Games ke-18 juga untuk kali pertama digelar di dua kota sepanjang sejarah perhelatan olimpiade negara-negara Asia ini.

Layout

Dalam sejarah penyelenggaraan tercatat memang Asia Tenggara sudah tujuh kali menggelar ajang bergengsi di yang diadakan sejak 1951 di New Delhi, India. Ada tiga negara Asia Tenggara yang sampai saat ini sudah menghelat, yaitu Filipina, Thailand, dan Indonesia. Yang kali pertama mendapat kesempatan adalah Filipina pada 1954. Kemudian Indonesia pada 1962 dan tentu saja 2018 ini lalu Thailand. Negeri Gajah Putih tercatat sudah empat kali menyelenggarakan ajang multicabang ini pada 1966, 1970, 1978, dan 1998.

Penunjukan Thailand itu juga merupakan yang terbanyak dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya seperti Cina dan Jepang. Namun tetap cuma satu kota yang ditunjuk untuk menyelenggarakan, yaitu Bangkok. Dan dari empat kali penunjukan ada dua penunjukan pada 1970 dan 1978 yang terjadi akibat krisis politik yang mendera tuan rumah yang sedari awal sudah ditunjuk, Korea Selatan dan Pakistan.

Lalu bagaimana dengan prestasi negara-negara Asia Tenggara di Asian Games?

Prestasi terbaik negara-negara Asia Tenggara adalah kala menjadi tuan rumah. Bukan juara satu namun juara dua. Inilah yang diperlihatkan Filipina pada 1954 dan Indonesia pada 1962. Sedangkan Thailand ketika menjadi tuan rumah hanya mampu menempati posisi tiga atau empat.

Di berbagai cabang tercatat beberapa negara Asia Tenggara berjaya. Di bola basket Filipina menjadi raja dengan empat kali meraih medali emas yaitu pada 1951,1954, 1958, dan 1962. Raihan tersebut menjadikan Filipina sebagai penguasa basket di Asia Tenggara. Setelah Filipina ada Thailand yang menjadi runner-up pada Asian Games 1966. Di final Thailand kalah dari Israel yang kala itu masih berkompetisi di Asia. Kedua negara juga berjaya di arena tinju. Filipina dua kali meraih emas pada 1954 dan 1994 sedangkan Thailand pada 1998. 

Di bulutangkis Indonesialah yang berjaya, dengan tiga kali meraih medali emas pada 1962, 1966, dan 1978. Dalam daftar perolehan medali untuk bulu tangkis Indonesia masih teratas untuk Asia Tenggara. Negara kedua di Asia Tenggara untuk olahraga tepok bulu ini adalah Malaysia. Lalu bagaimana dengan di sepak bola?

Adalah Myanmar yang berhasil dua kali meraih medali emas pada 1966 dan 1970. Thailand sendiri yang dinobatkan sebagai raja bola Asia Tenggara malah belum pernah meraih medali emas. Prestasi terbaik Thailand hanya pada tempat keempat yaitu pada 1990, 1998, 2002, dan 2014. Prestasi negara Asia Tenggara lain di sepak bola adalah Indonesia pada 1958 di tempat ketiga dan Malaysia di tempat yang sama pada 1962 dan 1974.

Kedigdayaan Thailand baru benar-benar terlihat di sepak takraw. Di olahraga varian dari sepak bola asli Asia Tenggara yang digelar sejak Asian Games 1990 inilah Thailand lima kali meraih medali emas pada 1998, 2002, 2006, 2010, dan 2014.

Negara Asia Tenggara lain yang meraih medali emas adalah Malaysia pada 1990 dan 1994. Kedigdayaan Thailand inilah yang membuat Negeri Gajah Putih berada di posisi teratas dalam jumlah perolehan medali sepanjang sejarah sepak takraw di Asian Games. Boleh dibilang pada ajang ini semua negara Asia Tenggara begitu digdaya.

Lalu bagaimana dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura dan Kamboja?

Rupanya cabang olahraga air seperti renang dan polo air menjadi lumbung prestasi Negeri Singa. Di ajang renang pada 1951 Singapura mendapatkan medali emas dan di polo air medali emas didapatkan pada 1954 setelah pada 1951 Negeri Singa menjadi runner-up. Setelahnya Singapura kembali menjadi runner-up pada 1958 dan 1966. Selain runner-up tiga kali Singapura meraih posisi ketiga pada 1962, 1978 dan 1986. Dan pada ajang lomba kapal layar Singapura juga pernah menjadi yang terbaik pada 2006. Negara lain di samping Singapura dalam cabang polo air adalah Indonesia yang sekali meraih runner-up pada 1962 dan dua kali posisi ketiga pada 1966 dan 1970.

Untuk Kamboja prestasi negara yang terkenal dengan Angkor Wat ini adalah meraih posisi keempat pada ajang bola voli di Asian Games 1970. Kala itu Kamboja kalah dari Taiwan. Dan bagaimana dengan Vietnam? Kala masih bernama Vietnam Selatan, Vietnam meraih posisi keempat dalam sepak bola Asian Games 1962. Pada ajang lainnya seperti balap sepeda cuma Indonesia dan Thailand yang meraih emas yaitu pada 1962 dan 1970. Raihan dua negara Asia Tenggara ini terbilang penting karena berada di himpitan para raksasa Asia, Cina dan Jepang, dalam sejarah penyelenggaraan.

Itulah raihan-raihan yang diraih negara-negara Asia Tenggara sepanjang sejarah penyelenggaraan Asian Games. Dari jumlah semua medali yang diraih untuk kawasan Asia Tenggara dipegang oleh Thailand dengan raihan 513. Posisi kedua adalah Filipina dengan 390, dan ketiga adalah Indonesia dengan 358.

Prestasi negara-negara Asia Tenggara ini merupakan oase di tengah kuatnya persaingan Cina dan Jepang di ajang ini. Apalagi sepanjang sejarah penyelenggaraan terdapat empat negara Asia Tenggara yang tidak pernah absen dari 1951, yaitu Filipina, Indonesia, Thailand, dan Singapura. Dengan begitu Asia Tenggara tetap punya keistimewaan di Asian Games. Semoga saja pada Asian Games 2018 ini Asia Tenggara mampu menjadi yang terbaik, yaitu di posisi runner-up.

Inilah Enam Taman Hiburan Terbaik dan Terunik di Asia Tenggara

Para Dewa-Dewi Padi di Asia Tenggara