dongeng anak anak di korea

[DONGENG] The Moon and Star with Indonesian translation

Dongeng ini saya dapatkan dari sebuah forum belajar bahasa Korea. Cerita yang ditulis terlalu singkat, beberapa kalimat sulit dipahami. Tetapi, secara keseluruhan cukup dapat dimengerti jalan ceritanya.

아주 오랜 옛날 어느 한 마을에 엄마와 사이좋은 오누이가 살았다.
Aju oraen yetnal eoneu han maeure eommawa saijoheun onuiga saratta.
오누이는 아빠가 없었다.
Onuineun appaga eopseotdeon
그래서 오누이의 엄마가 떡을 팔러 다니며 돈을 벌었다.
Keuraeseo onuieui eommaga tteokeul phalleo danimyeo doneul peoreotta
그러다 어느날 엄마가 잔칫집에 떡을 팔고서 밤 늦게 집에 돌아오는 길에 무시무시한 호랑이를 만났다.
Keureona eoneunal eommaga janchitjibe tteokeul phalgoseo pam neutke toraoneun gire mushimushihan horangireul manatta
그 호랑이는 떡 하나 주면 안잡아먹는다고 말했다.
Keu horangineun tteok hana jumyeon anjabameokneundago marhaetta
그래서 엄마는 무서워서 떡하나를 던져주었다.
Keuraeseo eommaneun museowoseo tteokhanareul deonjyeojueotta
맛있게 떡을 먹은 호랑이는 남은 떡이 바닥 날 때까지 계속 달라고했다.
Mashitke tteokeul meogeul horangineun nameun tteoki padak nal ttaekaji kyeosok tallagohaetta
떡이 다 떨어지자 호랑이는 화가 나 오누이의 엄마를 잡아먹고서 오누이의 엄마의 옷을 호랑이가 입어 변장을 하고오누이의 집으로 향했다.
Tteoki da tteoreojija horangineun hwaga na onuieui eommareul jabameokgoseo onuieui eommaeui oseul horangiga ipeo byeonjangeul hagoonuieui jibeuro hyanghaetta.
호랑이는 오누이의 엄마로 분장을 했지만 호랑이라는것을 알아챈 오누이는 뒷마당의 큰나무로 올라가 숨었다.
Horangineun onuieui eommaro bunjangeul haetjiman horangiraneungeoseul orachaen onuieui twitmadangeui k’eun namuro illaga sumeotta.
호랑이가 나무 위로 못올라오자 동생은 나무위로 올라오는 방법을 알려주었다.
Horangiga namu wiro mosollaoja dongsaeng namuwiro ollaoneun pangpeooeul allyeojueotta.
호랑이가 나무위로 올라오는동안 겁에 질린 오누이는 하느님에게 새 동아줄을 내려달라고 기도했다.
Horangiga namuwiro ollaoneundongan keope jillin onuineun haneunimege sae dingajureul naeryeodallago kidohae.
그러자 하늘에서 새 동아줄이 내려왔다.
Keureoja haneureseo sae dongajuri naeryeowatta.
그래서 오누이는 새 동아줄을 타고 하늘로 올라갔다.
Keuraeseo onuineun sae dongajureul t’ago haneullo ollagatta
호랑이도 동아줄을 내려달라고 했다.
Horangido dorajureul naeryeotallago haetta.
그러나 그 동아줄은 썩은 동아줄이여서 호랑이는 하늘로 올라가다가 그만 떨어졌다.
Keureona keu dongajureun sseok dongajuriyeoseo horangineun haneullo ollagadaga keuman tteoreojyeotta.
그 후 하늘로 올라간 오누이는 해와 달이 되었는데 밤을 무서워하는 동생은 해 , 오빠는 달이 되었다.
Keu hu haneullo ollagan onuineun haewa dari doeeotneunde pameul museowohaneun doongsaengun hae, oppaneun dari doeeotta.
Pada zaman dahulu kala, suatu saat hiduplah kakak beradik yang saling menyayangi bersama ibunya di sebuah desa.
Kakak beradik tersebut tidak memiliki ayah
Oleh karena itu, ibu dari kakak beradik tersebut mengumpulkan uang dengan menjual kue beras kesana kemari
Tetapi pada suatu hari, ibu pulang ke rumah terlambat karena menjual kue beras di sebuah pesta besar. Saat di jalan pulang ia bertemu dengan harimau yang menakutkan.
Harimau itu berkata bahwa ia tidak membunuh jika diberi sebuah kue beras.
Karena takut, Ibupun melemparkan satu kue beras
Harimau yang memakan kue beras dengan nikmatnya terus meminta sisa kue beras hingga kue tersebut habis.
Setelah semua kue habis, harimau marah dan memangsa ibu kakak beradik itu. Harimau kemudian menyamar dengan mengenakan pakaian ibu kakak beradik itu dan datang ke rumah mereka.
Meskipun harimau berpura-pura menjadi ibu kakak beradik tersebut, mereka mengetahui bahwa ia adalah harimau. Mereka bersembunyi dengan menaiki pohon yang besar di halaman belakang.
Indonesian translation:. http://haerajjang.wordpress.com
Harimau tidak dapat naik ke atas pohon dan si bungsu memberitahu cara memanjat pohon.
Selama harimau memanjat pohon, kakak beradik tersebut pucat pasi ketakutan. Mereka berdoa kepada Tuhan meminta sebuah tali baru.
Kemudian sebuah tali baru jatuh dari langit.
Kakak beradik itu kemudian mengambil tali dan menaikinya menuju langit
Harimau itupun meminta hal yang sama, sebuah tali.
Tetapi tali yang diberikan adalah tali yang rapuh sehingga harimau berhenti memanjat karena terjatuh saat naik ke langit.
Sejak kakak beradik tersebut naik ke langit, sang adik yang takut menjadi matahari, sedangkan yang laki-laki menjadi bulan.

KOSAKATA

아주 (aju): sangat
오랜 옛날 (oraen yetnal): dahulu kala
어느 (oneu): suatu….
한 (han): se-, satu
마을 (maeul):desa
엄마 (eomma): ibu
사이 (sai): saling
오누이 (onui): kakak beradik
살다 (salda): hidup
아빠 (appa): ayah
그래서 (keuraeseo): oleh karena itu
떡 (tteok): kue beras
팔다 (phalda): menjual
다니다 (danida): kesana kemari
돈 (don); uang
벌다 (beolda): mengumpulkan
어느날 (oneunal): suatu hari
잔칫 (janchit): pesta makan besar
밤 (pam): malam
늦다 (neutta): terlambat
돌아오다 (toraoda): kembali
길 (gil): jalan
무시무시하다 (mushimushihada): menakutkan
호랑이 (horangi): harimau
만나다 (mannada): bertemu
하나 (hana): satu
Indonesian translation:. http://haerajjang.wordpress.com
주다 (juda); memberi
잡아먹다 (jabameokta): memangsa, membunuh
말하다 (marhada): berkata
무섭다 (museopta): takut
던지다 (deonjida):melemparkan
맛있디 (masitta): enak, nikmat
먹다 (meokta): makan
남 (nam): sisa
바닥하다 (padakhada): habis
때까지 (ttaejida):hingga
계속 (kyeosok): hingga
달라다 (tallada):meminta
떨어지다 (tteoreojida):jatuh
화가 (hwaga): marah
옷 (ot): pakaian
입 (ip): mengenakan
변장 (byeonjang): menyamar
향해 (hyanghae): menuju
지만 (jiman): tetapi
알다 (alda): tahu
뒷마당 (twitmadang): halaman belakang
크다 (k’euda): besar
나무 (namu): pohon
올라다 (ollada): menaiki, memanjat
숨다 (sumda): bersembunyi
위 (wi): atas
동생 (dongsaeng); adik
방법 (pangpeop): cara, jalan
알리다 (allida): memberitahu
동안 (dongan): selama
겁 (keop): takut
질리다 (jillida): menjadi pucat
하느님 (haneunim): Tuhan
에게 (ege): kepada
새 (sae): baru
동아줄 (torajul): tali
내리다 (naerida): menjatuhkan
기도하다 (kidohae); memohon, berdoa
하늘 (haneul): langit
타다 (t’ada); menaiki
그러나 (keureona); tetapi
썩다 (sseokta): rusak, jelek, rapuh
그만 (keuman): berhenti
그후 (keuhu): setelah itu
달 (dal): bulan
[DONGENG] 형제의 우애 (Two Brothers) with Indonesian translation

Tulisan ini diposting oleh Park Cheolsu melalui cafe daum pada 27 Maret 2007 dengan judul 형제의 우애 atau Two Brothers. Tulisan asli berhuruf hangul,

옛날에 온 동네 사람들이 알아주는 우애 있는 형제가 살았습니다. 형제는 홀어머니를 모시고 살다가 어머니가 돌아가시자 모든 유산을 똑같이 나누었습니다.

두 형제는 해가 떠서부터 해가 질 때까지 열심히 일했습니다. 가을이 되면 두 형제가 마을에서 가장 많이 추수를 하고, 거둔 곡식을 담아 서로 똑같이 나누었습니다.

어느 가을날 밤에, 형이 생각했습니다. “동생은 몇 달 전에 결혼했기 때문에 돈이 많이 필요할 꺼야. 동생 모르게 쌀 한 가마니를 가져다주어야겠다. 내가 쌀을 더 준다하면 아마 받지 않을 테니까.” 그날 밤, 형은 쌀 한 가마니를 동생의 창고에 가져다 놓았습니다.

다음 날, 형은 창고를 살펴보던 중 쌀가마니 수가 어제와 똑 같은 것을 보고 매우 놀랐습니다. “이상한데? 지난밤에 쌀 한 가마니를 동생 창고에 가져다 놓았는데 말이야.” 형은 가마니 수를 다시 한 번 세어 보았습니다. “음, 오늘 밤 한 가마니를 다시 가져다주어야겠다.”

그래서, 형은 그날 밤늦게 쌀 한 가마니를 더 날라다 놓았습니다.

다음 날 아침, 가마니 수가 변하지 않은 것을 보고 형은 또 한번 놀랐습니다. 형은 고개를 저으며 한 가마니를 더 가져다 주어야겠다고 생각했습니다.

저녁을 늦게 먹은 후, 형은 쌀 한 가마니를 지고 동생 집으로 출발했습니다. 하늘에는 보름달이 밝게 떠있었습니다. 그런데 누군가 저쪽에서 무거운 짐을 지고 오는 것이 보였습니다.

“아니 형님!” “아니 아우야!” 형제는 서로를 동시에 알아보았습니다. 두 형제는 무거운 가마니를 내려놓고 한 참 동안이나 서로 마주보고 웃었습니다. 변하지 않는 가마니 수에 대한 비밀을 알아내었기 때문이죠. 동생 또한 형이 큰 가족을 거느리고 있기 때문에 더 많은 쌀이 필요할 것이라 생각했던 것입니다.
Dua bersaudara

Di suatu masa yang lampau hiduplah dua orang bersaudari di sebuah desa. Kedua bersaudara itu hidup dengan melayani ibunya yang seorang janda. Bahkan mereka membagi bersama semua warisan saat ibunya meninggal dunia.

Kedua bersaudara itu bekerja dengan semangat sejak matahari naik hingga tenggelam. Saat musim gugur dua bersaudara ini panen banyak sekali, mereka saling membagi hasil panen sama rata

Pada suatu malam di musim gugur, Sang kakak berpikir,”Adikku sudah menikah beberapa bulan sebelumnya, karena itu ia pasti membutuhkan banyak uang. Aku harus memberikan sekantung beras tanpa ia ketahui. Karena jika aku memberikan beras berlebih ia mungkin tidak mau menerimanya”. Indonesian translation:. http://haerajjang.wordpress.com Malam harinya, Sang kakak membawa dan meletakkan sekantung beras di lumbung adiknya.

Keesokan harinya sang kakak sangat terkejut dan melihat di lumbungnya terdapat kantung beras dengan jumlah yang sama dengan kemarin,”Aneh? Tadi malam bukannya aku meletakkan sekantung beras di lumbung adikku” ucap sang kakak sambil menghitung sekali lagi. “Eum, nanti malam aku akan membawa sekantung beras lagi”.

Oleh karena itu sang kakak membawa sekantung beras malam harinya

Esok paginya, Jumlah kantung tidak berubah dan kakak sekali lagi terkejut. Kakak menggelengkan kepala dan berpikir akan memberikan sekantung lagi.

Setelah makan malam berakhir, kakak mengambil sekantung beras dan berjalan menuju rumah adiknya. Bulan purnama di langit bersinar terang. Oleh karenanya siapapun dapat melihat orang yang datang dengan menggendong sesuatu yang berat di sana.

“Tidak, Kakak!” “Tidak, saudaraku” Kakak beradik itu saling mengetahui. Keduanya menjatuhkan kantung yang berat dan tak lama mereka tertawa sambil saling berpandangan. Mereka mengetahui rahasia penyebab tidak berubahnya jumlah kantung. Adik juga kakak berpikiran bahwa kakak/ adik mereka membutuhkan beras lebih banyak karena memiliki keluarga yang lebih besar.

KOSAKATA

옛날 (yetnal): masa lampau
사람 (saram): orang
알다 (alda): tahu
우애 (uae): bersaudara
형제 (hyeongje): saudara laki-laki
살다 (salda): hidup
홀어머니 (horeomeoni): janda
모시다 (moshida): melayani
어머니 (eomeoni); ibu
돌아가다 (toragada): kembali
모든 (modeun); semua
유산 (yusan): warisan
나누다 (nanuda); berbagi
두 (du): dua
해 (hae): matahari
Indonesian translation:. http://haerajjang.wordpress.com
떠다 (tteona): naik
질 (jil): tenggelam
때까지 (ttaekaji): hingga
열심히 (yeolshimhi): dengan semangat
일하다 (irhada): kerja
가을 (kaeul): musim gugur
마을 (maeul): desa
가장 (kajang): paling, ter
많이 (manhi): banyak
추수 (chusu): panen
거두다 (keodu): mengumpulkan, keuntungan panen
곡식 (kokshik): biji, sereal
담다 (tamta): mengisi
서로 (seoro): saling
어느 (eoneu): suatu
날 (nal): hari
밤 (pam): malam
형 (hyeong): kaka laki-laki
생각하다 (saenggakhada): memikirkan
동생 (dongsaeng): adik
몇 (myeot): berapa
달 (dal): bulan
전에 (jeone): sebelumnya
결혼하다 (kyeorhonhada): menikah
기 때문에 (kittaemune): karena
돈 (don): uang
필요하다 (philyohada): membutuhkan
모르다 (moreuda): tidak tahu
쌀 (ssal): beras
한 (han): satu
가마니 (kamani): kantung
가지다 (kajida): memiliki
주다 (juda): memberi
아마 (ama): mungkin
받다 (patta): menerima
창고 (changgo): lumbung
놓다 (notta): meletakkan
다음 (daeum): esok, kemudian
살펴보다 (salphyeoboda): melihat ke sekeliling
수 (su): jumlah
어제 (eoje): kemarin
매우 (maeu): sangat
놀라다 (nollada): terkejut
이상하다 (isanghada): aneh
지난 (jinan): lalu
다시 한 번 (dashi hanbeon): sekali lagi
세다 (seda): menghitung
오늘 (oneul): hari ini
그래서 (keuraeseo): oleh karenanya
나르다 (nareuda): membawa
아침 (achim): pagi
변하다 (byeonhada): berubah
고개를 저다 (kogaeureul jeoda): menggelengkan kepala
저녁 (jeonyeok): malam
늦다 (neutta): terlambat
먹다 (meokta): makan
후 (hu): setelah
지다 (jida): mendapat, membawa
집 (jib); rumah
출발 (chulbal): memulai
하늘 (haneul): langit
보름달 (poreumdal): bulan pada tanggal 15 (bulan purnama)
밝다 (pakta): terang
누군가 (nugunga): siapapun
저쪽에서 (jeotchokeseo): di sana
무겁다 (mugeopta): berat
아니 (ani): tidak
아우 (au): saudara yang paling muda
알다 (alda): tahu
내리다 (naerida): jatuh
마주보다 (majuboda): berpandangan
웃다 (utda): tertawa
비밀 (pimil): rahasia
크다 (k’euda): besar
가족 (kajok): saudara
거느리 (keoneuri): memimpin
[DONGENG] Why The Sea is Salty

Dongeng negara Korea ini di tulis lagi oleh Suzanne Crowder Han dalam bahasa Inggris. Ceritanya sebenarnya sederhana, hampir sama dengan dongeng yang ada di Indonesia. Selalu ada makna di balik sebuah cerita, begitu juga dengan dongeng ini.
Beratus-ratus tahun yang lalu tersebutlah seorang raja yang memiliki alat penggiling dari batu (sejenis ‘munthu’ dalam bahasa jawa) yang tidak biasa. Alat ini terlihat sama dengan penggiling lainnya, tetapi yang dimiliki sang raja memiliki tenaga khusus. Satu hal yang perlu dilakukan adalah mengatakan yang diinginkan lalu dimaukkan ke dalamnya, dan akan keluarlah barang yang diminta. Jika meminta emas, maka emaslah yang akan keluar. Jika meminta beras, maka beraslah yang akan keluar. Apapun permintaan yang diajukan, alat penggiling batu ini akan mengabulkannya.

Seorang pencuri yang hal tersebut berencana untuk mencuri alat penggiling ini. Berhari-hari ia memikirkan cara untuk mencuri tetapi ide tersebut tidak pernah muncul. Hingga suatu hari ia berpakaian seperti seorang pelajar dan mengunjungi pejabat lapangan yang memiliki akses masuk ke istana kerajaan. Mereka berbincang-bincang tentang banyak hal, hingga akhirnya si pencuri berkata, “Aku mendengar bahwa raja mengubur alat penggiling misterius di tanah sebab ia tidak memercayai mentri-mentrinya”
“Apa kau bilang? Raja tidak memercayai mentri-mentrinya? Darimana saudara mendengar hal tersebut?”
“Orang-orang pinggiran kota yang mengatakannya” jawabnya, ia senang telah berhasil mencuri perhatian. “Mereka berkata bahwa Raja menggali lubang yang dalam dan menguburnya sebab ia takut seseorang akan mengambilnya”
“Aku tak percaya!” ucap pejabat. “Alat penggiling raja itu berada di samping kolam lotus di istana paling dalam”
“Oh, benarkah begitu?” si pencuri berusaha mengontrol ketertarikannya
“Tidak ada siapapun yang berani untuk mencuri alat penggiling raja” Pejabat berkata berapi-api
“Siapa yang berani mencoba mengambil saat benda tersebut ada di sebelah kanan kolam lotus. Di sana selalu ada banyak orang berlalu-lalang” sambungnya
Indonesian translation:. http://haerajjang.wordpress.com
Pencuri sangat gembira, sebab ia hanya cukup menjawab “Ya” dan “Benar” hingga saatnya ia harus pergi

Selama beberapa hari pencuri itu mempelajari situasi. Dan pada suatu malam yang gelap, ia memanjat dinding istana dan mencuri alat penggiling yang berada di sebelah kanan kolam lotus. Ia sangat bangga dan percaya diri saat menuju jalan pulang lewat dinding. Tetapi di luar istana, ia harus mengatasi ketakutannya yang muncul. Jantungnya berdetak kencang ketika ia bertemu dengan seseorang di jalan. Ia kemudian memutuskan untuk mencuri kapal dan pergi ke tempat asalnya untuk bersembunyi karena ia tahu bahwa kasus pencurian pasti sudah diketahui. Setiap orang di kota dan di jalan akan diinterogasi.

Saat berada di laut, pencuri itu menyandarkan punggungnya berlawanan dengan haluan kapal dan tertawa. Ia kemudian bernyanyi dan menari sambil memikirkan betapa kayanya dia kelak. Ia juga memikirkan tentang permintaan yang akan diajukan dari alat penggiling itu. Ia tidak ingin meminta sesuatu yang umum dan mudah didapatkan.
“Garam! Garam!” tiba-tiba ia berteriak.
“Aku akan meminta garam! Setiap orang perlu garam. Aku dapat menjualnya dan menjadi orang kaya. Aku akan menjadi orang terkaya di negri ini”
Ia membungkuk dan mulai menggerakkan alat penggiling sambil mengucapkan permintaannya, “Garam! Garam! Buatlah garam!” Dan ia kembali bernyanyi dan menari akan menjadi orang kaya.
Penggiling itu terus berputar dan berputar. Garam keluar dan tertumpah di kapal kecil itu. Pencuri terus saja menari, menyanyi, juga tertawa, yang ia pikirkan adalah rumah besar yang akan ia miliki dan banyak pembantu yang akan melayaninya dengan makanan mewah.

Akhirnya kapal itu penuh dengan garam dan tenggelam di dasar laut. Sejak saat itu tidak ada seorangpun yang mengatakan pada alat penggiling untuk berhenti, alat itu terus menghasilkan garam, itulah sebabnya laut yang ada saat ini terasa asin.

Suzanne Crowder Han, 1991, Korean Folk & Fairy Tales
[DONGENG] 평강 공주 와 바보 온달 (Putri Phyeongkang dan Si Bodoh Ondal)

옛날 고구려의 임금님에게는 잘 우는 공주님이 있었어요. 그 공주의 이름은 평강이라 했지요. 임금님은 평강 공주가 울 때마다, “바보 온달에게 시집보낸다” 라고 놀렸어요.

바보 온달은 늙은 흘어머니와 사는 시내의 유명한 거지였어요. 온달은 어머니를 부양하고 밥을 빌어먹기 위해서 사람들이 하라는 대로 바보 짓을 해서. 바보 라고 불렸어요. “온달아, 개처럼 짖어봐. 그럼 밥 주지”. 사람들이 말하면 그대로 했어요. 온달은 바보처럼 착하고 손해서 늘 웃고 다녔어요.

공주님이 16살이 되었어요. 임금님은 공주를 옆 나라의 왕자에게 시집 보내려 했어요. 그러자 공주남이, “아버님, 저를 바보 온달에게 시집보낸다 하셨으니, 온달에게 시집가겠어요”. 임금님은 그건 그냥 하는 소리였으니 온달은 잊어버리고 옆 나라의 왕자에게 시집가라 했지요. 그러나 공주님은, “그럴 수는 없습니다.” 하면 고집을 꺾지 않았어요. 임금님은 매우 화가 나서 공주를 굴궐에서 내쫓았지요.

공주님은 자신이 갖고 있던 보석 몇 가지, 비단 몇 필을 가지고 바보 온달을 찾아갔어요. 바보 온달과 어머니는 공주님이 오신걸 고맙게 여겼어요. 공주님은 갖고 온 재산을 팔아서 바보 온달을 교육시키기 시작했어요. 공주님은 자신이 아는 것을 온달에게 다 가르쳐 주세요.

옆 나라에서 고구려를 쳐들이 왔을 때 이름없는 무사가 적군을 물리치는 데 앞장을 섰어요. 임금님이 그 무사를 치하하고자 불렀는데, 글쎄 그 무사가 바로 온달이었어요. 임금님은 온달에게 장군의 높은 벼슬을 주고, 평강 공주를 다시 궁궐로 불렀대요. 온달은 이후 나라에 공헌을 한 장군이 되었답니다.

참고: 이 이야기는 실화를 바탕으로 한 것입니다. 고구려는 약 700년간 지속된 한국의 고대 왕조의 하나로서, 평강 공주와 온달 장군은 7세기의 실제 인물입니다.
Pada dahulu kala di zaman kerajaan Koguryeo tersebutlah seorang putri yang sering menangis. Putri itu bernama Phyeongkang. Setiap kali Phyeongkang menangis, raja selalu bercanda dengan berkata, “Aku akan menikahkanmu dengan si bodoh Ondal”

Si bodoh Ondal adalah pengemis yang terkenal di kota tempat ia hidup dengan ibunya yang menjanda dan sudah tua. Ondal rela di sebut bodoh dan melakukan apa yang orang-orang inginkan demi mendapatkan makanan untuk menyokong hidup ibunya. Orang-orang akan memanggil dengan nama si bodoh “Ondara, menggonggong seperti anjing. Baiklah, berikan nasi”. Ia membiarkan jika orang-orang berkata seperti itu. Ondal adalah orang yang ramah meskipun seperti orang bodoh, dan meskipun terluka ia selalu tersenyum

Putri saat ini berusia 16 tahun. Raja akan menikahkan putri dengan pangeran dari negara tetangga. Tetapi putri berkata, “ Ayah, Kau berkata padaku akan menikahkan dengan si bodoh Ondal, Aku akan menikahi Ondal.” Raja berkata bahwa ia akan menikahkan putri dengan pangeran negara tetangga dan melupakan Ondal. Putri menjawab, “Tidak bisa begitu”. Raja tidak berubah pikiran tentang pernikahan itu. Ia sangat marah dan menendang putri keluar dari istana.

Putri membawa beberapa sutra dan perhiasan yang ia miliki lalu mencari si bodoh Ondal. Si bodoh Ondal dan ibunya menghormati sang putri dengan berterimakasih disertai rasa tidak percaya. Putri menjual semua barang yang ia miliki kemudian mulai mengajari si bodoh Ondal. Putri mengajari semua yang ia tahu kepada Ondal.

Saat negara tetangga menginvasi Koguryeo, pahlawan tanpa nama melawan dan menghadapi serangan musuh. Raja memuji pahlawan tersebut dan memanggilnya, akhirnya iapun tahu bahwa pahlawan itu adalah Ondal. Raja memberikan kekuasaan tertinggi kepada Ondal sebagai Jendral, serta memanggil putri Phyeongkang kembali ke istana. Pada akhirnya Ondal menjadi seorang jendral yang berkontribusi bagi negara.

Keterangan:Cerita ini dilatar belakangi dari cerita asli. Koguryeo adalah salah satu kerajaan Korea tertua yang bertahan sekitar 700 tahun, Putri Phyeongkang dan Jendral Ondal adalah tokoh nyata pada abad ke 7.

KOSAKATA

옛날 (yetnal): dahulu kala
고구려 (koguryeo): nama salah satu kerajaan Korea
임금 (imkeum): raja
울다 (ulda): menangis
공주 (gongju): putri
그 (keu): itu
이름 (ireum): nama
때마다 (ttaemada): setiap kali
바보 (pabo): bodoh
에게 (ege): kepada
시집보낸다 (shijibbonaenda): menikahkan
놀리다 (nollida): bermain, bercanda
늙다 (neukta): bertambah usianya, menjadi tua
흘어머니 (heureomeoni): janda
살다 (salda): hidup
시내 (shinae): kota
유명 (yumyeong): terkenal
거지 (keoji): pengemis
어머니 (eomeoni): ibu
부양하다 (buyanghada):
밥 (pap): nasi
빌어 (pireo): meminta, mengemis
먹다 (meokta): makan
위해서 (wihaeseo): demi
사람들 (saramdeul): orang-orang
부르다 (bureuda): memanggil, menyanyi
개 (kae): anjing
처럼 (cheoreom); seperti
짖다 (jitta): menyalak, menggonggong
그럼 (keureom): baiklah
주다 (juda): memberi
말하다 (marhada): memberi
면 (myeon): jika
그대로 (keudaero): seperti itu
착하다 (chakhada): ramah, baik hati
손해 (sonhae): rusak, luka
늘 (neul): selalu
웃다 (utda): tersenyum
다니다 (danida): disana-sini
옆 (yeoph): di samping, sebelah
나라 (nara): negara
왕자 (wangja): pangeran
아버님 (abeonim): ayah
소리 (sori): suara
잊어버리다 (ijeobeorida): melupakan
그러나 (keureona): tetapi
꺾다 (kkeokkta): berubah
매우 (maeu): sangat
화가 (hwaga): marah
굴궐 (kulkwol): istana
내쫓다 (naetcheutta): mengeluarkan, memaksa keluar
자신 (jashin): sendirinya, percaya diri
보석 (boseok): perhiasan
몇 (myeot): beberapa
가다 (kada): pergi
비단 (bidan): sutra
가지다 (kajida): memiliki
찾다 (chatta): menemukan, mencari
오신 (oshin): tidak percaya
고맙다 (gomapta): terima kasih
여기다 (yeogida):hormat, nilai
온 (on): semua
재산 (jaesan): properti
팔다 (phalda): menjual
교육 (kyoyuk): intruksi, mendidik
시작하다 (shijakhada): memulai
알다 (alda): tahu
다 (da): semua
가르치다 (kareuchida): mengajari
쳐들오다 (chyeodeuroda): invasi
이름 (ireum): nama
무사 (musa): jendral, laksamana
적군 (jeokkun): kekuatan musuh
물리치다 (mullichida): melawan
앞장 (aphjang): menghadapi
치하하다 (chihahada): memuji
바로 (paro): secara langsung
장군 (jangggun): jendral
높 (noph): tinggi, naik
벼슬 (byeoseul): kekuasaan, pemerintahan
주다 (juda): memberi
다시 (dashi): lagi
이후 (ihu): setelah
참고 (chamgo): referensi, keterangan
이야기 (iyagi): cerita
실화 (shilhwa): cerita asli
바탕 (bat’ang): latar belakang
약 (yak): sekitar, obat
년 (nyeon): tahun
지속 (jisok):bertahan, berlanjut
고대 (godae): masa kuno
왕조 (wangjo): kerajaan
세기 (segi): abad
실제 (shilje): nyata
인물 (inmul): tokoh, wajah, karakter
[DONGENG] Nolboo Hungboo A Korean Folktale

Dongeng ini diceritakan kembali oleh Eyoungsoo Park dalam bahasa inggris. Saya hanya memfasilitasi untuk mengalih bahasakan ke Bahasa Indonesia

Bertahun-tahun yang lalu hiduplah dua orang bersaudara. Nolboo adalah saudara yang tertua namun tidak ada seorangpun yang menyukainya. Berbanding terbalik dengan Hungboo, saudara yang muda. Ia sangatlah ramah, sopan, dan lembut sehingga semua orang juga ayahnya yang duda sayang kepadanya. Setiap orangtua pasti berharap memiliki anak seperti Hungboo dan tidak ada yang meragukan bahwa Tuhan akan memberkatinya.

Suatu hari sang ayah memanggil kedua anaknya ke sisi tempat tidurnya dan mengatakan permintaan terakhir sebelum meninggal. Ayahnya meminta agar mereka berdua selalu bersama dan saling membantu. Hungboo sangat sedih dan berduka kehilangan ayahnya, sedangkan kakaknya terlihat bahagia. Dalam adat bangsa Korea, sangatlah umum anak tertua mendapatkan semua harta warisan. Nolboo sebagai saudara tertua dapat melakukan apa saja terhadap tanah warisan ayahnya. Tiba-tiba ia menyuruh adik berserta keluarganya keluar dari rumah. Hungboo tidak memiliki uang bahkan untuk menyewa kamarpun tak bisa. Tetapi ia harus keluar ke jalanan bersama istri dan anaknya. Ia berlutut di tanah dan memohon pada kakaknya untuk mengizinkannya tinggal hingga ia menemukan tempat yang sesuai. Namun sang kakak tidak mendengarkan.

Hungboo dan keluarganya mengemasi barang dan terpaksa tidur di luar hingga akhirnya mereka menemukan tempat kosong di balik bukit dan membangun sebuah gubuk kecil. Semua anggota keluarga bekerja keras di ladang milik orang lain, tetapi upah yang didapatkan tidak mencukupi untuk kehidupan sehari-hari. Mereka harus berpuasa. Anak-anak menjadi sangat lapar dan menangis meminta makan. Hungboo tidak tahan melihat keluarganya menderita. Ia pun pergi ke rumah kakaknya,
“Mengapa kamu datang lagi?” tanya sang kakak
“Anak-anakku lapar dan menangis. Aku tidak bisa melihat mereka seperti itu. Oleh karena itu aku datang untuk meminjam beras darimu. Tolong bantu aku!” mohon Hungboo
“Siapa suruh memiliki banyak anak? Aku tidak ingin memberimu biji apapun. Bahkan biji-bijianku rusak dan membusuk di lumbung.” Nolboo menolak lagi
Hungboo melihat istri kakaknya menyiapkan makan malam di meja makan. Ia meminta pada kakak iparnya membagi nasi utnuk anak-anaknya yang kelaparan. Setelah mengomel dan menunjukkan kemarahannya, kakak ipar Hungboo memukul dengan sendok kayu di pipi kiri Hungboo. Hungboo merasakan beberapa nasi masuk ke pipinya. Ia kemudian berkata
“Tolong pukul aku di sebelah kanan sekali lagi”
Kakak iparnya membersihkan sendok kayu dengan celemek kemudian memukul Hungboo lagi. Hungboo kembali ke rumah dengan tangan kosong.

Musim dingin yang panjang berakhir, berganti dengan musim semi. Sepasang burung layang-layang membuat sarang di bawah atap gubuk Hungboo. Seluruh anggota keluarga berbahagia sebab merasa kedatangan tamu. Merekapun membuat tamunya tersebut merasa nyaman. Tak lama kemudian mereka memiliki lima anak burung layang-layang yang tumbuh kuat setiap hari. Satu persatu anak-anak burung itu terjatuh dari sarang dan jatuh ke tanah dengan kaki patah. Hungboo memberikan obat, membalut kaki yang terluka serta mengembalikannya ke sarang. Semua anak-anak burung itu tumbuh menjadi burung layang-layang besar dan terbang ke selatan ketika musim dingin datang.

Keluarga Hungboo tidak memiliki cukup persediaan makanan, bahkan tidak ada pakaian untuk menghangatkan tubuh. Tetapi musim dingin sudah berakhir dan sekali lagi musim semi datang. Kemudian datanglah sepasang burung layang-layang lain yang menempati sarang burung yang lama di bawah atap gubuk. Keluarga sekali lagi gembira memiliki tamu. Pada hari pertama salah satu burung menjatuhkan sesuatu di depan Hungboo. Itu adalah biji labu. Hungboo menanam dan menyirami setiap hari. Di penghujung musim panas tumbuhan merambat tersebut menghasilkan banyak labu yang masak.

Suatu hari Hungboo memutuskan untuk mengambil satu labu dan membukanya. Setiap anak memiliki permintaan. “Aku berharap ada emas di dalamnya.” “Aku harap ada beras.” Ketika labu di buka, keluarlah koin emas dan perak. Saat mereka membuka labu ke dua, keluarlah beras. Mereka kemudian membuka labu terakhir, keluarlah sekelompok perkerja lengkap dengan peralatannya.
“Tuhan mengirim kami untuk membangun rumahmu” salah seorang pria berucap
Para pekerja tidak menyia-nyiakan waktu sedetikpun. Kastil megah berdiri di balik bukit. Saat kastil tersebut selesai di bangun, para pekerja menghilang dalam sekejap. Hungboo dan keluarganya kini memiliki uang dan makanan untuk hidup bahagia selamanya.

Tidak butuh waktu lama bagi kakak Hungboo untuk belajar dari kekayaan yang diperoleh adiknya, Nolboo mendatangi rumah Hungboo.
“Semua uang ini pasti hasil mencuri” tuduhnya
Hungboo cepat-cepat bercerita bagaimana ia mendapatkan uang, lalu Nolboo pulang ke rumah. Sepasang burung layang-layang di bawah atap rumah besarnya beranak. Ia mengambil satu anak burung, mematahkan kakinya, kemudian memberi obat, membalut, dan mengembalikan ke sarang. Semua anak burung tumbuh besar dan semua terbang ke selatan hingga musim dingin tiba. Seperti yang diperkirakan, sepasang burung layang-layang kembali dan menjatuhkan biji labu di depan Nolboo. Ia menanam, menyiraminya dengan harapan bisa mendapatkan kekayaan seperti adiknya. Tumbuhlah tiga buah labu yang masak. Nolboo memanggil semua anggota keluarganya dan mengumumkan bahwa ia akan membuka labu dengan pengharapan yang besar. Nolboo berharap mendapatkan emas dan perak. Istrinya memohon beras. Anaknya mengharapkan kastil yang lebih besar dari milik pamannya. Nolboo membuka labu pertama dan keluarlah kotoran manusia yang berbau. Ia harus mengangkat labu itu dan membuangnya keluar.
“Ini busuk. Yang ini kelihatannya bagus.”
Ia membuka yang kedua, dan keluarkah ular beracun yang tak terhitung jumlahnya. Mereka membuka labu terakhir dengan harapan impian mereka terkabul. Kali ini keluarlah penyihir dan hantu yang tak terhingga untuk melawan Nolboo. Nolboo tidak juga sadar dengan ketamakannya. Ia kembali mengambil labu terakhir dan keluarlah air yang membanjiri dan menyapu semua isi rumah. Nolboo dan keluarganya tidak memiliki apapun. Ia kemudian menuju rumah adiknya.
“Adikku, tolong maafkan aku. Mulai sekarang aku akan menjadi orang baik”
Nolboo memohon dengan meneteskan air mata. Hungboo membantu kakaknya bangun dari tanah dan menyuruh masuk keluarganya.
“Tak ada yang perlu kau risaukan kakakku. Kami punya banyak sekali kamar dan beras untuk keluarga kita”
Nolboo dan keluarganya pada akhirnya berubah sikapnya dan kedua keluarga tersebut hidup bahagia selamanya.

[DONGENG] Jiknyeo~Kyeonwu (견우직녀설화) with Indonesian translation

Cerita ini merupakan cerita rakyat Korea yang menngisahkan asal muasal perayaan festival Chilseok yang jatuh setiap tanggal 7 bulan 7 kalender lunar. Chilseok sendiri diambil dari sebuah festival China, Qi Xu. Menurut Wikipedia nih, cerita antara kedua festival ini tidak jauh berbeda (simak ulasannya di SERBA-SERBI).

Untuk cerita Koreanya sendiri ditulis kembali oleh Song Myeong Ho pada tahun 1994. Let’s check this out!

옛날, 하늘 나라에 직녀라는 하늘 나라 임금님의 딸이 있었습니다. 직녀는 마음씨가 비단결같을 뿐 아니라 얼굴도 아주 예쁘게 생겼습니다. “찰그락, 찰그락” 직녀의 베 짜는 솜씨는 따를 사람이 없었습니다. 해가 지는 줄도 모르고 날마다 열심히 베를 짰습니다. 너무 베를 잘 싸서 사람들은 직녀라고 불렀습니다. 또한 베만 잘 짜는 것이 아니고, 음식 솜씨도 뛰어나 하늘 나라 궁궐에서 보석처럼 빛나는 공주님이었습니다. 어느 봄날이었습니다.

그날도 베를 짜던 직녀는 향기로운 봄빛 향내에 취하여 베틀에서 일어섰습니다.

“참 좋은 날씨로구나. 나와 함께 나들이를 하지 않겠느냐?” “예, 공주님.” 직녀는 선녀들과 궁궐 밖으로 나왔습니다. 어디선가 봄빛 향기가 코를 찌르고 새들은 아름답게 지저귀고 있었습니다. 넓은 들판에 이르렀을 때, 소를 몰고 나온 한 청년과 마주쳤습니다. 몸집이 당당하고, 아주 잘생긴 젊은이었습니다. ‘저토록 멋진 남자는 처음 보았다. 도대체 어디 사는 누구일까?’ 직녀는 이렇게 감탄하며 가던 길을 멈추고 젊은이를 바라보았습니다.

그 젊은이는 바로 견우였습니다. 견우란 이름은 소를 모는 사람이란 뜻입니다.

견우도 또한 직녀의 아름다운 모습을 보고 가슴이 두근거렸습니다. 두 젊은이는 서로 한눈에 반해서 사랑하는 사이가 되었습니다. 그 뒤, 견우와 직녀는 남몰래 만나서 이야기의 꽃을 피우며 시간 가는 줄을 몰랐습니다. 드디어 결혼까지 약속하게 되었습니다. 이 소문이 하늘 나라 임금님의 귀에까지 들어가게 되자, 임금님은 펄쩍 뛰며 버럭 화를 냈습니다.

“뭐라구, 하늘 나라 공주가 소몰이와 결혼을 해! 하필이면 천한 사내와 그런 약속을 하다니, 안 된다.” 직녀는 무릎을 꿇고 앉아 눈물만 하염없이 흘리고 있었습니다.

“너는 이 나라의 귀한 공주란 것을 잊어서는 안 된다. 만일 끝내 내 말을 거역하려면 차라리 이 궁궐을 떠나거라. 꼴도 보기 싫다.” 하고 임금님은 한바탕 호통을 쳤습니다.

그 뒤, 임금님은 직녀를 불러 여러 번 타일렀지만 소용이 없었습니다. 날이 갈수록 직녀의 가슴에는 견우의 생각으로 꽉 차 있었습니다. 베 짜는 일도 그만두고 하루종일 방안에만 틀어박혀 있었습니다. 그러자 하늘 나라 궁궐 안은 먹구름이 낀 듯 우울한 나날이 계속되었습니다. “여봐라. 당장 견우를 잡아오너라. 직접 만나서 담판을 지으리라.”

얼마 뒤에 신하들은 견우를 임금님 앞에 꿇어 앉혔습니다. “너처럼 천한 몸이 어떻게 공주를 사랑하느냐? 마음을 바꾸도록 하여라!” 임금님은 매우 노한 목소리로 다그쳤습니다. 그러나 견우는 뜨거운 눈물만 흘릴 뿐 입을 열지 않았습니다.

“에잇! 고얀지고…….” 화가 난 임금님은 대뜸 이렇게 명령을 내렸습니다.

“여봐라, 견우와 직녀를 멀리 귀양을 보내어라. 견우는 동쪽으로 9만리, 직녀는 서쪽으로 9만리 떨어진 곳으로 각각 떠나게 하라!” 임금님은 두 사람이 영원히 만날 수 없게 할 속셈이었습니다.

이윽고 마지막 이별을 하는 날이 되었습니다. 견우는 눈물을 글썽거리며 직녀의 손을 잡고 맹세를 했습니다. “직녀! 우리가 다시 못 만나게 되어도 직녀에 대한 나의 사랑은 변함이 없을 것이오.” “저도요.” 직녀도 흐느껴 울며 대답했습니다.

견우는 소를 몰고 서쪽을 향해 9만 리 길을 떠났습니다. 직녀도 정든 하늘 나라 궁궐을 떠나 외로운 발걸음을 떼어 놓았습니다. 점점 멀어져 가는 두 사람의 가슴은 찢어질 둣이 아팠습니다. 그리하여 두 사람은 은하수라는 깊고 깊은 강을 사이에 두고 떨어져 살게 되었습니다.

어느 날 견우는 강가에 나와 사랑하는 직녀의 이름을 목이 터져라고 불렀습니다.

“직녀…….” 견우의 애타는 목소리는 강 건너 직녀의 귀에까지 가늘게 들려왔습니다.

“아! 견우님이다.” 직녀는 미친 듯이 강가로 달려갔습니다.

너무 멀어서 견우의 모습은 보이지 않았지만, 견우가 직녀를 부르는 소리는 계속 이어졌습니다.

“견우님…….” 직녀도 목이 터져라 견우를 부르다 그만 울음을 터뜨렸습니다.

이날이 7월 7일, 그러니까 칠월 칠석날 밤이었습니다. 날이 새면 또 각기 동쪽과 서쪽으로 헤어져야 하는 슬픈 운명이었습니다.

해마다, 이때 흘린 견우와 직녀의 눈물은 엄청나게 많아 땅 나라에서는 홍수가 났습니다.

그러면 집과 곡식들이 떠내려가고 동물들도 먹이가 없어서 굶어 죽어 갔습니다.

하루는 온 동물들이 모여 회의를 열었습니다.

“해마다 홍수를 겪으니 괴로워서 못살겠소. 무슨 대책을 세웁시다.” “견우님과 직녀님을 만나도록 해 줍시다. 그러면 문제가 해결될 것이오.” 이 때, 까치가 날개를 퍼득거리며 의견을 내놓았습니다. “이렇게 하면 어떨까요? 우리 까치와 까마귀가 날갯짓을 하며 줄지어 있는 동안, 견우님과 직녀님이 우리들 머리 위를 걸어가게 해서 만나게 합시다.”

“훌륭한 생각이오!” 모든 동물들은 대찬성을 하였습니다. 이윽고 칠석날이 다가왔습니다.

땅 나라의 까치와 까마귀들이 은하수 강가로 날아들었습니다. 서로 날개를 맞대어 길고 튼튼한 다리를 만들었습니다. 일 년 동안 애타게 그리워하던 견우와 직녀는 까치와 까마귀가 만들어 놓은 다리를 건너 얼싸안았습니다. “직녀!” “견우님!” 두 사람의 눈에 기쁨의 눈물이 맺혀 반짝였습니다. 그 동안 밀린 이야기를 나누며 시간이 가는 줄을 몰랐습니다.

먼동이 떠오르기 시작했습니다. 두 사람은 곧 헤어져야 했습니다. “직녀. 일 년이 지나야 또 만나겠구려. 이대로 함께 살 수 있다면 얼마나 좋겠소.” “견우님, 까치와 까마귀들의 도움으로 해마다 한 번씩 만나는 것도 다행한 일이어요.” “그렇소.” 견우와 직녀는 까치와 까마귀들에게 고맙다는 인사를 거듭하였습니다. “자, 부디 몸조심하시오.” “그럼, 안녕히 가셔요.” 견우와 직녀는 아쉬운 듯 이별을 하였습니다. 서로 등을 돌리고 무거운 발걸음을 옮겼습니다. 두 사람은 자꾸 뒤를 돌아보며 눈물을 흘렸습니다.

이런 일이 있은 뒤부터, 칠석날에는 홍수가 나지 않고 이슬비가 부슬부슬 내리게 되었습니다. 해마다 칠석날이 지나면 까치와 까마귀들의 머리털이 빠지곤 합니다. 이것은 견우와 직녀가 머리를 밟고 지나갔기 때문이라고 전해지고 있답니다.[출처 : 재미있는 고전여행 中(견우와 직녀 – 기획출판 남광 – 송명호 – 1994)]
Pada zaman dahulu kala, tersebutlah seorang anak perempuan dari negara langit yang bernama Jiknyeo. Jiknyeo tidak hanya memiliki sifat yang selembut sutra tetapi juga memiliki paras yang cantik. “chalkeurak chalkeurak” suara alat penenun Jiknyeo bekerja. Jiknyeo menenun setiap hari dengan bersemangat. Hasil tenunannya sangat bagus, begitulah menurut orang-orang. Disamping menenun, Jiknyeo memiliki kemampuan memasak, ia juga terkenal sebagai putri istana negara langit yang bersinar seperti berlian. Suatu hari di musim semi…..

“Cuaca yang bagus. Alangkah baiknya jika pergi keluar bersamaku?”
“Ya, Putri”
Dayang-dayang dan tuan Putri pergi keluar istana. Dimana-mana keharuman sinar musim semi menusuk hidung dan burung-burung membicarakan keindahannya. Saat tiba di sebuah lapangan yang luas, mereka bertemu seorang pemuda yang sedang menggembala sapi. Pemuda itu sangat tampan dan bertubuh bagus.
“Aku pertama kali melihat seorang pria tampan. Siapa dan dimana dia tinggal?” Jiknyeo ingin tahu
Ia menghentikan langkahnya dan memperhatikan pemuda itu.

Pemuda itu bernama Kyeonwu. Nama Kyeonwu bermakna orang yang menggembala sapi

Disaat yang sama Kyeonwu juga melihat wajah cantik Jiknyeo dan dadanya berdebar-debar. Dua anak muda itu saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Selanjutnya Jiknyeo dan Kyeonwu bertemu diam-diam dan ceritapun berkembang seperti bunga yang bermekaran. Tanpa terasa waktu berlalu, akhirnya tersiarlah isu pertunangan hingga pernikahan. Rumor inipun terdengar di telinga oleh raja negara langit. Raja terkejut dan tiba-tiba mengadakan pertemuan.

“Apa ini, seorang putri negara langit menikah dengan penggembala sapi! Apa arti semua ini, pertunangan itu….suami, tidak boleh terjadi”
Jiknyeo berlutut dan duduk dengan pandangan kosong, air matanya mengalir

“Kau tidak boleh lupa bahwa kau adalah putri terhormat negara ini. Ini harus berakhir, jika kau tidak patuh pada ucapanku lebih baik tinggalkan istana ini. Dan aku tidak sudi melihatmu lagi” hardik sang raja

Raja kemudian memanggil Jiknyeo dan memperingatkannya beberapa kali, tetapi tetap tak ada gunanya. Semakin hari hati Jiknyeo penuh dengan pikiran tentang Kyeonwu. Ia berhenti menenun dan sepanjang hari hanya mengurung diri di kamar. Hari-hari di dalam istana negara langit menjadi seperti tertutup awan hitam dan suram.

“Cepatlah bawa Kyeonwu. Aku ingin bertemu dan bicara secara langsung” ujar sang raja

Beberapa saat Kyeonwu sudah bersimpuh di hadapan raja.
“Bagaimana putri bisa mencintai seseorang sepertimu? Rubahlah perasaanmu!” Raja memaksa dengan ucapan yang menyatakan kemarahannya. Tetapi Kyeonwu hanya meneteskan air mata dan tidak berani angkat bicara.

“Ya!!! kurang ajar….. ” Raja marah dan mendadak menjatuhkan perintah

“Pengawal, bawa Jiknyeo dan Kyeonwu ke pengasingan yang jauh. Tinggalkan masing-masing di tempat terpisah, Jiknyeo 90.000 mil ke barat dan Kyeonwu 90.000 mil ke timur.” Raja bermaksud untuk tidak mempertemukan kedua anak itu selamanya.

Tibalah hari perpisahan itu. Kyeonwu bercucuran air mata dan bersumpah untuk menggenggam tangan Jiknyeo.
“Jiknyeo! Meskipun kita tidak dapat bertemu lagi, cintaku padamu tidak akan berubah”
“Aku juga” Jiknyeo menjawab seraya menangis tersedu-sedu

Kyeonwu menaiki sapinya dan berjalan menuju 90.000 mil ke timur. Jiknyeo melangkah sendirian meninggalkan pintu gerbang istana negara langit. Sedikit demi sedikit hati kedua orang yang terpisah itu merasakan luka yang menyakitkan. Kedua orang hidup terpisah dengan adanya sungai yang dalam dan semakin dalam, yang disebut dengan galaksi bima sakti.

Suatu hari, Kyeonwu berada di tepi sungai memanggil dan meneriakkan nama Jiknyeo yang ia cintai.

“Jiknyeo…..” Suara Kyeeonwu yang bergetar terdengar lemah hingga ke telinga Jiknyeo yang berada di sisi lain sungai
“A! Kyeonwu” Jiknyeo berlari ke tepi sungai dengan perasaan meluap-luap
Oleh karena terlalu jauh, Jiknyeo tidak dapat melihat tubuh Kyeonwu tetapi Kyewonwu terus saja memanggil Jiknyeo
“Kyeonwu….” Jiknyeopun berhenti memanggil Kyeonwu dan pecahlah tangisnya

Hari ini tanggal 7 bulan 7, merupakan malam dari hari Chilseok yang jatuh di bulan 7. Hari dimana takdir sedih memisahkan masing-masing di barat dan timur.

Setiap tahun, pada hari ini air mata Kyeonwu dan Jiknyeo membanjiri negara bumi secara luar biasa. Banjir menghanyutkan rumah dan berbagai biji-bijian, hewan-hewan mati kelaparan karena tidak dapat makan. Hari itu semua hewan berkumpul dan mengadakan sebuah pertemuan.

“Banjir setiap tahun membuat kita tidak dapat hidup karena mengalami kesusahan. Apa rencana kita?“
“Kita sebaiknya menemukan cara untuk mempertemukan Kyeonwu nim dan Jiknyeo nim. Ini adalah solusi dari permasalahan tersebut ”
Burung murai mengepakkan sayap dan mengeluarkan pendapat
“Kalau begitu apa yang akan kita lakukan? Kita bersama burung gagak mengepakkan sayap dan selama waktu itu, Kyeonwu nim dan Jiknyeo nim berjalan di atas kepala kita sehingga bisa bertemu.”

“Pemikiran yang bagus sekali!”
Semua hewan menyetujuianya. Beberapa hari mendekati hari Chilseok

Burung murai bersama dengan burung gagak negara bumi terbang menuju tepi sungai galaksi. Mereka menyatukan sayap satu sama lain dan membuat anggota tubuh yang kokoh sebagai jalan. Selama tahun pertama Jiknyeo dan Kyeonwu yang membayangkan dengan sangat khawatir membuat burung murai dan burung gagak berpegangan erat satu sama lain.
“Jiknyeo!”
“Kyeonwu!”
Dalam kedua mata kedua orang itu terpancar air mata kebahagiaan. Waktu semakin berlalu, dan mereka harus menahan untuk saling bertemu.

Fajar mulai menyingsing. Kedua orang yang berpisah itu tiba-tiba…
“Jiknyeo. Setahun berlalu kemudian kita bertemu. Alangkah bahagianya jika kita dapat hidup bersama seperti ini”.
“Kyeonwu, berkat pertolongan burung murai dan burung gagak, kita dapat bertemu tiap sekali dalam setahun, setiap tahun”
“Benar”
Kyeonwu dan Jiknyeo berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada burung gagak dan burung murai.
“Ayo, tolong jaga kesehatanmu baik-baik”
“Baiklah, selamat tinggal”
Kyeonwu dan Jiknyeo melalui perpisahan tanpa rasa tenang. Mereka saling membelakangi dan melangkahkan kaki dengan berat. Kedua orang itu melihat ke belakang dan meneteskan air mata.

Sejak hari itu, tidak ada banjir di hari Chilseok dan hanya hujan rintik-rintik. Setiap tahun saat hari Chilseok rambut burung gagak dan murai berjatuhan. Menurut cerita ini dikarenakan Jiknyeo dan Kyeonwu yang sedang melangkah di kepala burung gagak dan burung murai. (tulisan asli: 재미있는 고전여행 Jaemiitneun gojeonyeohaeng (Perjalanan klasik yang menarik) Kyeonwu dan Jiknyeo – terbitan NamGwang – Song Myeong Ho – 1994)

KOSAKATA

옛날 (yetnal): dahulu kala
하늘 (haneul): langit
나라 (nara): negara
임금님 (imkeumnim): raja
딸 (ttal): anak perempuan
있다 (itta): ada, memilikia
마음씨 (maeumssi): kebaikan, hati, sifat
비단결 (pidankyeol): seperti sutera
같 (kat’): seperti
뿐 (ppun): hanya
아니다 (anida): tidak
얼굴 (eolgul): wajah, penampilan
도 (do): juga, bahkan, meskipun
아주 (aju): sangat
예쁘다 (yeppeuda): cantik
생기다 (saenggida): terjadi
찰그락, 찰그락 (chalkeurak chalkeurak): suara mesin, lonceng, alat
베다 (peda): memotong
짜다 (tchada): menenun
솜씨 (somssi): keahlian
따다 (ttada): membuka, menyobek
사람 (saram): orang
모르다 (moreuda): tidak tahu
날 (nal): hari
마다 (mada): setiap
열심히 (yeolshimhi): bersemangat
너무 (neomu): sangat
싸다 (ssada): murah
또한 (ttohan): disamping itu, di saat yang sama, juga
잘 (jal): baik
음식 (eumshik): makanan
뛰어다 (ttwieoda): melompat
궁궐 (kungkwil): istana
보석 (poseok): berlian
처럼 (cheoreom): seperti
어느 (eoneu): suatu
봄 (pom): musim semi
참 (cham): benar-benar
좋다 (johta): bagus
날씨 (nalssi): cuaca
와 (wa); dengan
함께 (hamkke): bersama
나들다 (nadeulda): keluar-masuk
예 (ye): ya
공주님 (gongjunim): putri
선녀 (seonnyeo): peri, nimfa
밖 (pakk): keluar
나오다 (naoda): keluar
빛 (pit): cahaya, sinar
향기 (hyanggi): aroma, harum
코 (k’o): hidung
찌르다 (tchireuda): menusuk, menyocok
새 (sae): burung
아름답다 (areumdapta): indah, cantik
지저귀다 (jijeogwida): membicarakan, mengoceh
넓다 (neopta): luas
들판 (deulphan): lapangan
이르다 (ireuda): tiba
소 (so): sapi
몰다 (molda): menggembala
한 (han): satu
청년 (cheongnyeon): anak muda
마주치다 (majuchida): berpas-pas an, bertemu
몸집 (momjib): tubuh, badan
당당하다 (dangdanghada): cantik, cukup, wajar
아주 (aju): sangat
멋지다 (meotjida): keren, tampan
남자 (namja): pria
처음 (cheoeum): pertama
보다 (boda): melihat
도대체 (dodaeche): di dunia, neraka
어디 (eodi): dimana
살다 (salda): hidup
이렇게 (ireohke): seperti ini
감탄 (kamt’an): heran, takjub, ingin tahu
길 (gil): jalan
멈추다 (meomchuda): berhenti
바라보다 (paraboda): memandang
이름 (ireum): nama
뜻 (tteut): arti, makna
모습 (moseub): wajah, penampilan
가슴 (kaseum): dada
두근거리다 (dugeungeorida): berdebar
두 (du): dua
서로 (seoro): saling
한 (han): satu
눈 (nun): mata
반하다 (panhada): jatuh cinta
사랑하다 (saranghada): mencintai
사이 (sai): antara
몰래 (mollae): rahasia
만나다 (mannada): bertemu
이야기 (iyagi): cerita
꽃 (kkot): bunga
피우다 (phiuda): mekar
시간 (shigan): waktu
모르다 (moreuda): tidak tahu
드디어 (deudieo): akhirnya
결혼 (kyeorhon): menikah
까지 (kkaji): hingga
약속하다 (yaksokhada): janji, pertunangan
소문 (somun): gosip, rumor
귀 (gwi): telinga
듣다 (deutta): terdengar
펄쩍 뛰다 (pheoltcheok ttwida): terlompat
버럭 (peoreok): tiba-tiba
화 (hoe): pertemuan
하필이면 (haphirimyeon): dari semua ini
천한 (cheonhan): arti
사내 (sanae): suami
무릎 (mureuph): lutut
꿇다 (kkeutta): berlutut
앉다 (anta): duduk
눈물 (nunmul): air mata
하염없다 (hayeomeopta): kosong, hampa
흐르다 (heureuda): mengalir
귀하다 (gwihada): dihormati, disayangi
잊다 (itta): lupa
만일 (manil): seharusnya, jika
끝내다 (kkeut’nada): berakhir
말 (mal): kata
거역하다 (keoyeokhada): tidak patuh, tidak taat
차라리 (charari): lebih baik
떠나가다 (tteonagada): meninggalkan
꼴 (kkol): bentuk, penampilan
싫다 (shilta): tidak suka, tidak mau
한바탕 (hanbat’ang): lingkaran, alami,
호통을 치다 (hot’ungeul chida): menghardik, berteriak, menangis
부르다 (bureuda): memanggil, menyanyi
여러 (yeoreo): beberapa
번 (beon): kali
타이르다 (t’aireuda): memperingatkan, menasehati
소용이 없다 (soyongi eopta): tidak berguna, tidak bernilai
날 (nal): hari
수록 (surok): semakin
생각 (saenggak): pikiran
꽉 (kkwak): dengan ketat, cepat
차다 (chada): penuh
그만 (keuman): berhenti
하루종일 (harujongil): sepanjang hari
방 (pang): kamar
안에 (ane): di dalam
만 (man): hanya
틀어박히다 (t’eureopkhida): terisolasi, tetap di dalam kamar
먹구름 (meokgureum): awan gelap
끼다 (kkida): smokey
우울하다 (uulhada): suram
나날 (nanal): hari hari
계속 (kyeoseok): terus
여봐라 (yeobwara): aku bilang
당장 (dangjang): segera
잡다 (jabta): pegang, genggam, tangkap
직접 (jinjeob): secara langsung
담판 (damphan): negosiasi
지으리라 (jieurira): membangun
얼마 (eolma): berapa
신하 (shinhan): subjek, pelayan
앞에 (aphe): di depan
처럼 (cheoreom): seperti
어떻게 (ireohke); seperti ini
바꾸다 (pakkuda): berubah
매우 (maeu): sangat
노한 (nohan): marah
목소리 (moksori): suara
로 (ro): dengan, melalui
다그차다 (dakeuchida): memaksa, mendorong
그러나 (keureona): tetapi
뜨겁다 (tteugeopta): membakar, panas
입 (ip): mulut
열다 (yeolda): menutup
에잇 (eit): damn,
고얀 (goyan): bangsat, bedebah
화가 (hwaga): marah
대뜸 (daetteum): tiba-tiba
명령 (myeongryeong): perintah
내리다 (naerida): jatuh
멀리 (meolli): jauh
귀양 (gwiyang): pengasingan
보내다 (bonaeda): mengirim, membiarkan
동쪽 (dongtchok): timur
으로 (euro): ke
만 (man): hanya, 10.000
리 (ri): mil
서쪽 (seotchok): barat
떨어지다 (tteoreojida): pisah
곳 (got): tempat
각각 (gakgak): secara individu, masing-masing,
영원히 (yeongwonhi): selamanya
속셈 (soksem): maksud tersembunyi, pikiran tersembunyi
이윽고 (ieukgo): beberapa saat
마지막 (majimak): terakhir
이별 (ibyeol): perpisahan
글썽거리다 (keulsseonggeorida): terisi
손 (son); tangan
잡다 (japta): genggam, pegang
맹세 (maengse): sumpah, janji
대한 (daehan): untuk, demi
변함 (byeonham): berubah
흐느끼다 (heuneukkida): tersedu, sedu sedan
대답하다 (daedaphada): menjawab
향해 (hyanghae): menuju
정든 (jeongdeun): gerbang depan
외롭다 (oeropta): sendiri
발걸음 (palgeoreum): selangkah
떼어놓다 (tteeonotta):berpisah
점점 (jeomjeom): sedikit demi sedikit
멀어지다 (meoreojida): terasurut, terasing, terpisah,
찢다 (tchitta): rusak, robek
아프다 (apheuda): sakit
은하수 (eunhasu): galaksi bima sakti
깊 (kiph): dalam
강 (kang): sungai
두다 (duda): bertempat, meletakkaan
강가에 (kangkae): di tepi sungai
목 (mok): leher
터지다 (t’ejida): meletus, meledak
애타 (aet’a): cemas, gelisah
목소리 (moksori): suara
건너 (keonneo): sisi lain
가늘 (kaneul): tipis, lemah
미치다 (michida): gila
달리다 (tallida): lari
계속 (kyesok): terus
목이 터지다 (mogi t’ejida):
그만 (keuman): berhenti
울음 (ureum): ratap, tangis
터뜨리다 (t’eotteurida): meledak, pecah, patah
월 (wol): bulan
일 (il): hari
칠월 (chilwol):bulan juli
칠석 (chilseok): festival bulan Juli
밤 (pam): malam
슬프다 (seulpheuda): sedih
운명 (unmyeong): takdir
해 (hae): tahun
마다 (mada): setiap hari
엄청 (eomcheong): luar biasa
땅 (ttang): bumi
홍수다 (homsuda): banjir
집 (jib): rumah
곡식 (kokshik): biji, sereal
떠내리다 (ttenaerida): hanyut
동물 (dongmul): hewan
먹다 (meokta): makan
굶다 (kumta): lapar
죽다 (jukta): mati
온 (on): semua, seluruh
모이다 (moida): bersama
회의 (hoeeui): pertemuan
열다 (yeolda): membuka
겪다 (kkyeokkta): menderita
괴롭다 (gwiropta): kesusahan
대책을 세웁시다 (daechaegeul seupshida): rencana perhitungan
줍 (jop): menemukan
그러면 (keureomyeon): karenanya
문제 (munje): masalah
해결다 (haegyeolda): solusi
까치 (kkachi): burung murai, poksay, kacer, magpie
날개 (nalgae): sayap
퍼득거리다 (pheodeukgeorida)
의견 (euigyeol): ide
까마귀 (kkamagwi): burung gagak
동안 (dongan); selama
머리 (meori): kepala, rambut
위 (wi): atas
걸어가다 (georeogada): berjalan
훌륭하다 (hullyunghada): baik, bagus
모든 (modeun): semua
대찬성 (daechanseong): menyerahkan semuanya
다가오다 (tagaoda): mendekati
맞대다 (matdaeda):kontak, bersatu
튼튼하다 (t’eunt’eunhada): kokoh, kuat
년 (nyeon): tahun
다리 (dari): anggota tubuh
그립다 (geuripta): membayangkan
얼싸안다 (eolssaanta): berpelukan
기쁨 (kippeum): senang
맺히다 (maethida): terpaut
반짝 (pantchak): kerlip
밀리다 (millida): tertunda
이야기 (iyagi): cerita
나누다 (nanuda): berbagi
먼동 (meondong): subuh, fajar
떠오르다 (tteooreuda): muncul, naik
시작하다 (shijakhada); mulai
곧 (kot): seketika
이대로 (idaero): seperti ini
도움 (doum): pertolongan, bantuan
한번 (hanbeon): sekali
씩 (sshik): setiap
다행하다 (dahaenghada): beruntung
일다 (ilda): pekerjaan
고맙다 (gomapta): terima kasih
인사 (insa): ucapan
거듭하다 (keodeuphada): berkali-kali
부디 (budi): memohon
조심하다 (joshimhada): memohon
그럼 (keureom): baiklah
안녕히 가셔요 (annyeonghi kasyeoyo): selamat tinggal
아쉽다 (aswipta): kehilangan, tidak nyaman
등 (deung): punggung
돌리다 (tollida): berbalik
무겁다 (mugeopta): berat
옮다(omta): bergerak
부터 (but’eo): mulai
이슬비 (iseulbi): gerimis
부슬부슬 내리다 (buseulbuseul naerida): hujan rintik-rintik, gerimis
머리털 (meorit’eol): rambut
재미있다 (jaemiitda): menarik
고전 (gojeon): klasik
여행 (yeohaeng): perjalanan

[DONGENG] Putri Berhidung Panjang

Pada zaman dahulu, di alam seberang bintang-bintang hiduplah seorang wanita tua dan ketiga putranya. Mereka tidak kaya juga tidak miskin, mereka hidup berkecukupan. Wanita tua itu tahu bahwa hidupnya di bumi tinggal sebentar, kemudian ia memanggil ketiga anaknya.
“Sebentar lagi aku akan meninggalkan dunia ini, namun sebelumnya aku akan memberikan warisan keluarga kepada kalian”
Ketiga putranya melihat sang ibu mengeluarkan sebuah buntalan dari sutra. Didalamnya terbungkus batu bening, seruling bambu, dan baju yang telah compang camping. Anak yang tertua berteriak,
“Inikah yang namanya warisan keluarga? Ini tidak ada nilainya, hanya benda biasa!”
Anak kedua berkata, “Ibu, ini tak berharga tapi sampah”
Namun anak ketiga tetap diam, ia sangat ingin mendengarkan ucapan ibunya.
“Sssh, anak-anak. Benda ini memang terlihat hanya seperti benda biasa, bahkan sampah. Tetapi ada nilai berharga yang tak kasat oleh mata”

Ibu menggelindingkan batu bening itu ke lantai, dan muncul koin emas mengikuti di belakang batu itu. Ibu kemudian memainkan seruling bambu, dan muncul barisan tentara yang siap melaksanakan perintah. Kemudian ia mengenakan pakaian bekas itu dan menghilang. Pakaian itu membuatnya tidak terlihat. Ketiga anaknya takjub dan mereka mendengar suaranya di udara
“Warisan ini berharga dan kalian tidak boleh mengatakan kegunaannya pada siapapun sebab akan membuat banyak orang di dunia ini iri. Kecemburuan ada;ah bibit dari ketamakan dan ketamakan akan merampasmu dari warisanmu

Wanita tua itu memberikan batu kepada anak tertuanya, seruling pada anak keduanya, dan pakaian bekas kepada anak bungsunya. Tak lama kemudian wanita itu menutup mata untuk terakhir kalinya. Ketiganya berduka namun ibunya telah memberikan hadiah terakhirnya.

Tidak butuh waktu lama, anak pertamanya menyombongkan hadiahnya. Berita itupun terdengar hingga ke telinga putri yang sombong. Ia meminta kepada pemuda itu untuk menunjukkan batu ajaibnya. Di istana ia menunjukkan kepada putri benda berharga tersebut. Sebarisan koin emas mengikuti batu itu setiap kali ia menggelindingkannya. Dan ketika batu itu menggelinding untuk ketujuh kalinya, putri melompat dan menangkapnya. Putri menjebloskan pemuda itu ke ruang tahanan.

Sama seperti kakaknya, anak kedua mulai menyombongkan hadiah terbesarnya. Berita itu juga terdengar oleh putri yang sombong dan ia melakukan hal yang sama. Anak kedua ini juga menunjukkan seruling ajaibnya. Ia berkata,
“Saat aku meletakkan seruling ini di bibirku, sebaris pasukan akan muncul dan mengikuti perintahku”
“Oooh!” pekik sang putri
“Sangat mengagumkan! Bagaimana jika aku mencobanya?” sambung putri lagi
Tanpa berpikir panjang, anak kedua memberikan seruling ajaib itu. Dan ketika putri meniup seruling, pasukan itu muncul. Putri langsung memberi perintah
“Bawa orang bodoh ini ke penjara!” Putri berteriak dan pasukan membawa pemuda itu ke ruang tahanan
Hari demi hari berlalu, dan anak bungsu mulai merasa keheranan dengan apa yang terjadi pada kedua kakaknya. Ia memutuskan pergi ke istana dan mencari tahu. Ia mengenakan pakaian ajaib dan tanpa terlihat ia masuk ke istana. Ia melihat putri memainkan batu dan menghitung koin emas. Di sampingnya terletak sebuah seruling.

Dengan hati-hati ia mengetuk meja dan mencolek kaki putri.
Putri berteriak, “Pengawal, pengawal! Ada penyusup di kamarku!”
Ketika pengawal mencari, pemuda itu keluar menuju taman istana. Di sana ia melihat pohon apel yang merah dan buah-buahan berwarna kuning. Karena lapar, ia melompat dan mengambil sebuah apel merah. Ia mulai memakan apael dan hal aneh mulai terjadi. Hidungnya tumbuh dan tumbuh hingga sepanjang lengan.

Karena panik, ia mengambil apel kuning dan memakannya sedikit. Makin lama hidungnya menyusut kembali saat ia memakannya sedikit demi sedikit. Menyadari hal ini, ia mulai menyusun rencana untuk menolong kakak-kakaknya melarikan diri.

Begitu mengetahui putri ini sangat tamak, ia muncul di istana dengan sekeranjang apel merah.
“Apel! Apel! Apel merah segar! Siapa yang ingin beli apel merah segar?”
Putri melihat ke jendela dan berkata
“Aku ingin apel! Pengawal, rampas apel-apel itu!”
Para pengawal membawakan apel itu kepada sang putri dan dengan tamaknya ia memakannya dua sekaligus. Hal mengerikan pun terjadi, hidung sang putri tumbuh panjang hingga sepanjang pegangan sapu. Si anak bungsu kemudian memakai baju ajaib dan masuk ke istana. Ia menemukan batu dan seruling ajaib lalu mengambilnya. Kemudian ia mencari ruang tahanan dan menemukan kedua kakaknya. Dia membuka sel dengan kunci setelah mencurinya dari pengawal yang tertidur. Pengawal akhirnya menyadari apa yang terjadi. Mereka mengejar ketiga bersaudara tersebut. Saat mencapai gerbang istana, anak bungsu meniupkan seruling dan pasukan muncul. Pasukan itu melindungi dan membantu ketiga bersaudara itu melarikan diri.
Sejak saat itulah ketiganya berbagi warisan keluarganya dan tidak pernah mengatakannya kepada siapapun.

Dongeng Korea ini diceritakan kembali oleh Dianne de Las Casas dengan judul asli “A Long Nosed Princess, Korean Folktale”

[Kids Story] 세상에서 가장 큰 아이 (The Biggest Boy) ~ with Indonesian translation
얘가 빌리야.
빌리는 이제 다 컸지.
밥도 혼자서 먹을 수 있고,
옷도 혼자서 입을 수 있지.

부엌 찬장에서 컵도 쉽게 꺼낼 수 있단다.
빌리는 장화도 잘 신고, 전화도 잘 받아.
엄마가 설거지를 하면 옆에서 거들 수도 있단다.

엄마가 “우리 발리가 벌써 이만큼 컸네.” 하니까
아빠는 “벌써 다 컸네.” 했어.
엄마가 “바지 하나 새로 사야겠네.” 하니까
아빠는 “신발도 새로 사야겠네.” 했지.

그러자 빌리가 말했어.
“난 훨씬 더 클 건데?”
엄마가 “그럼 금방 학교에 가겠네.” 하니까,
아빠가 “금방 자전거도 타겠네?” 했어.

그러자 빌리는 “난 훨씬 더 클 건데?” 했지.
엄마 아빠가 “얼만큼?” 하고 물으니까
빌리가 대답했지.
“엄마 아빠보다도 훨씬 더!
난 세상에서 가장 큰 사람이 될 거야.”

엄마가 “우리 빌리가 이 세상에서 가장 커진다면 우리 집 지붕이 모자가 되겠네.” 하니까,
아빠가 “그럼 창문은 소매가 되고 우리 집 벽은 윗옷이 되겠지.
주머니 속에는 강아지하고 고양이가 살겠네.” 했어.

“그래 그래, 맞아 맞아!”
엄마가 “할머니한테 갈 때에 비행기는 안 타도 되겠다.
두 발짝이면 갈 테니까.” 하니까
아빠가 “목마르면 호숫물을 마시고,
배고프면 사과 한 상자는 한입에 먹겠네.” 했지.

그러자 빌리가 또 킥킥거리며 말했어.
“그래 그래, 맞아 맞아!”
엄마가 말했지.
“후_____ 하고 불면 구름이 다 날아가겠다.”
아빠도 말했지.
“무지개 목걸이도 할 수 있겠다.”

빌리는 큰소리로 깔깔거리며 웃었어.
엄마가 말했어.
“그만큼 커지면,
해님으로 공 놀이를 할 수 있겠네.”

아빠도 말했지.
“초승달 수염도 달 수 있겠다.”
(달 수 있겠다??)
빌리는 큰소리로 깔깔거리며 자꾸자꾸 웃었어.
엄마가 “그런데 지금, 너는 딱 네 나이만큼 크단다.” 하니까,
아빠가 “그렇지!” 하고 맞장구쳤어.
엄마가 말했어.
“그리고 지금은 너만한 아이들이 잘 시간이야.”
아빠가 맞장구쳤지. “그렇지!”
빌리는 혼자 힘으로 침대에 올라가 편안히 누웠어.
그만큼은 컸으니까.

빌리는 엄마 아빠한테 뽀뽀하고 인사했어.
“안녕히 주무세요!”
창문 너머로 달이 보였어.
손으로 잡아 봤더니 글쎄,
겨우 알사탕만한 거야.

빌리는 중얼거렸지.
“내가 세상에서 가장 커.”
꿈 속에서 빌리는…..
정말로 그래!

Korean text taken from : http://koreanselfstudyisntlame.blogspot.com/search/label/children%27s%20book
Anak terbesar di dunia

Cerita utama

Anak ini adalah Billy
Billy sekarang sudah besar
Ia sudah bisa makan sendiri dan
juga bisa mengenakan pakaiannya sendiri

Dia dapat mengambil gelas dengan mudah di lemari dapur
Billi dapat memakai sepatu dan mengangkat telefon dengan benar.
Ia dapat membantu di sebelah jika ibu mencuci piring

Ibu berkata, “Billy kita sudah sebesar ini”
Ayah berkata, “Sudah tumbuh besar semuanya”
Ibu berkata, “Aku akan membelikan sebuah celana baru”
Ayah berkata “Aku juga akan membelikan sepatu baru”

Kemudian Billy berkata
“Tapi apakah aku lebih besar dari itu?”
Ibu berkata, “Benar, baru saja kau pergi ke sekolah”
Ayah berkata, “Bukankah baru saja kau mengendarai sepedamu?”

Lalu Billy berkata, “Apakah aku lebih besar?”
Ayah dan ibu bertanya “ Seberapa?”
Billy menjawab,
“Lebih besar dari ayah dan ibu!
Aku akan menjadi orang terbesar di dunia”

Ibu berkata, “ Jika Billyku tumbuh menjadi yang terbesar di dunia, atap rumah kita ini akan menjadi topinya”
Ayah berkata, “Benar, Jendela menjadi lengannya dan dinding tembok menjadi jaketnya.
Anjing dan kucing akan hidup di kantongmu”

“Benar benar, itu benar”
Ibu berkata, “ Saat pergi ke tempat nenek, pesawat tak akan bisa mengangkutmu.
Jadi kau hanya dapat pergi dengan kedua kakimu”
Ayah berkata, “Jika haus, kau minum air danau dan jika lapar kau dapat makan sekotak apel dalam satu gigitan”

Billy kemudian tergelak dan berkata
“Benar benar, itu benar”
Ibu berkata, “Jika kau meniup, seluruh awan akan beterbangan”
Ayah juga berkata
“Kau bisa memakai kalung dari pelangi”

Billy tertawa dengan suara yang keras
Ibu berkata,
“Jika kau sebesar itu, kau bisa bermain bola dengan tuan matahari”

Ayah berkata, “Kau bisa bergelantungan di janggutnya bulan sabit”
Billy tertawa dengan suara keras dan terus tertawa
Ibu berkata, “Tapi sekarang kau sebesar anak seusiamu”
Ayah pun berkata “ Betul itu” menunjukkan rasa setujunya
Ibu berkata
“Dan sekarang saatnya anak seusiamu tidur”
Ayah menyetujianya “Benar!!”
Billy dengan sendirinya naik ke tempat tidur dan merebahkan badan dengan nyaman
Karena ia sudah sebesar itu

Billy mengucapkan salam dan mencium ayah dan ibu
“Selamat tidur”
Ia memandang bulan yang terlihat dari jendela
Ia melihat dari tangkupan tangannya, dan
hampir seperti permen
Billy berbisik
“Aku terbesar di dunia”
Di dalam mimpi Billy…
Benar, ini sungguh terjadi

KOSAKATA

세상 (sesang) : dunia
가장 (kajang): paling, ter-
크다 (k’euda): besar
아이 (ai): anak
얘 (ae): anak
빌리 (billi): Billy
이제 (ije): sekarang
밥 (pap): nasi
혼자 (honja): sendiri
먹다 (meokta): makan
ㄹ 수 있다 (l su itta): dapat, bisa
고 (go): dan
옷 (ot): pakaian
도 (do): juga
입다 (ipta): mengenakan, memakai
부엌 (bueok’): dapur
찬장 (chanjang): lemari
컵 (k’eop): gelas, cup
쉽다 (swipta): mudah
꺼내다 (kkeonaeda): mengambil
장화 (janghwa): sepatu, boot
잘 (jal): baik
신다 (shinta): memakai
전화 (jeonhwa): telefon
받다 (batta): menerima
엄마 (eomma): ibu
설거지 (seolgeoji): cucian piring
옆에서 (yeopheseo): di samping
거들다 (keodeulda): membantu
우리 (uri): kita
벌써 (beolsseo): sudah
만큼 (mank’eum): se…..
아빠 (appa): ayah
다 (da): semua
바지 (paji): celana
하나 (hana): satu
새 (sae): baru
사다 (sada): membeli
신발 (shimbal): sepatu
그러자 (keureoja): kemudian
Indonesian translation:. http://haerajjang.wordpress.com
말하다 (marhada): berkata
훨씬 (hwolssin): sangat
건데 (keonde): tetapi, asal kata dari 그런데 (keureonde)
그럼 (keureom): benar
금방 (keumbang): baru saja
학교 (hakyo): sekolah
가다 (kada): pergi
자전거 (jajeonggeo): sepeda
타다 (t’ada): mengendarai
묻다 (mutta): bertanya
대답 (daedap): menjawab
사람 (saram): orang
되다 (doeda): menjadi
집 (jib): rumah
지붕 (jibung): atap
모자 (moja): topi
창문 (changmun): jendela
소매 (somae): lengan
벽 (byeok): dinding
윗옷 (wisot): jaket
주머니 (jumeoni): kantong
속에 (soge): di dalam
강아지 (kangaji): anjing
하고 (hago): dan
고양이 (goyangi): kucing
살다 (salda): hidup
맞다 (matta): benar
할머니 (halmeoni): nenek
한테 (hant’e): ke
가다 (kada): pergi
ㄹ때 (l ttae):saat
비행기 (bihaenggi): pesawat
두 발 (du pal): dua kaki
테니까(t’enikka): sehingga, jadi
목마르 (mokmareu): haus
호숫 (hosut): danau
물 (mul): air
마시다 (mashida): minum
배고프다 (paegopheuda): lapar
면 (myeon): jika
사과 (sagwa): apel
한 (han): satu
상자 (sangja): kotak
한 (han): satu
입 (ip): mulut
먹다 (meokta): makan
킥킥거리다 (k’ikk’ikgeorida): terkekeh, tergelak
불다 (bulda): meniup
구름 (gureum): awan
날아가다 (naragada): terbang
무지개 (mujigae): pelangi
목걸이 (mokgeori): kalung
소리 (sori): suara
로 (ro): dengan
깔깔 웃다 (kkalkkal utda): tertawa keras
해 (hae): matahari
님 (nim): tuan
으로 (euro): dengan
공 (kong): bola
놀다 (nolda): bermain
초승달 (choseungdal): bulan sabit
수염 (suyeom): jenggot
달다 (dalda): bergantung
자꾸 (jakku); terus menerus
지금 (jigeum): sekarang
나이 (nai): usia
맞장구치다 (matjangguchida): sangat sangat setuju
그리고 (geurigo); dan
시간 (shigan): waktu
침대 (chimdae): tempat tidur
올라가다 (ollagada): naik, memanjat
편안히 (phyeonanhi): dengan nyaman
눕다 (nopta): rebah
뽀뽀하다 (ppoppohada): mencium
인사 (insa): salam
안녕히 주무세요 (annyeonghi jumuseyo): selamat malam/ tidur
너머 (neomeo): memandang
달 (dal): bulan
보다 (boda): melihat
손 (son): tangan
잡 (jab): genggam
겨우 (kyeou): hampir
알사탕 (alsat’ang): permen, kembang gula
중얼거리다 (jueolgeorida): berbisik, menggerutu
꿈 (kkum): mimpi
정말로 (jeongmallo): sungguh

[Kids Story] 피터의 의자 (Peter’s Chair)

피터는 팔을 한껏 뻗었어
됐다! 높은 빌딩이 완성되었어.

와당탕! 어, 빌딩이 무너져 버렸네.
엄마가 꾸짖었지.
“쉬잇! 좀 조용히 놀아라.
우리 집에는 갓난아기가 있어요.”

피터는 여동생 수지의 방을 들여다보았어.
엄마가 요람을 가만가만 흔들고 있어.
피터는 생각했지.
“저건 내 요람인데, 분홍색으로 칠해 버렸잖아!”

아빠가 피터를 불렀어.
“피터야, 네 동생 식탁 의자를 칠하는데 이리 와서 좀 도와 주갰니?”
피터는 중얼거렸지. “저건 내 식탁 의자인데”

피터는 아기 침대를 보고 속삭였어.
“내 친대야. 그런데 이것도 분홍색으로 칠해 버렸어.”
침대 곁에는 피터가 쓰던 의자가 놓여 있었어.
피터는 소리쳤지.
“이건 아직 칠하지 않았잖아!”

피터는 의자를 들고 제 방으로 달려갔어.
“윌리야, 우리 도망가자.”
피터는 쇼핑 백에 과자와 강아지 비스킷을 챙겨 넣었어.
“파란 의자랑 장난감 악어랑 내가 아기였을 때에 찍은 사진도 가져가자.”
윌리는 뼈다귀를 챙겼지.

피터와 윌리는 밖으로 나와서 집 앞에 섰어.
“여기가 좋겠어.”
피터는 가져온 것들을 깔끔하게 벌여 놓고서 잠깐 의자에 앉아 쉬려고 했어.
그런데 앉을 수가 없었어. 피터가 너무 컸거든!

엄마가 창가로 와서 피터를 불렀어.
“피터야, 집으로 돌아오지 않을래?
점심에 아주 맛있는 걸 해 먹을 건데.”
피터와 윌리는 엄마의 말을 못 들은 척했어.
피터에게는 따로 생각이 있었거든.

엄마는 피터가 집 안에 들어와 있다는 것을 곧 눈치 챘어.
엄마는 마음이 놓여서 말했지.
“요 장난꾸러기가 커튼 뒤에 숨어 있구나.”

엄마는 커튼을 홱 젖혀지.
하지만 피터는 거기에 없었어!

피터가 소리쳤어. “나 여기 있어요.”

피터는 어른 의자에 앉았어.
아빠의 옆자리에 말이야.
피터가 말했어. “아빠, 아기 의자를 분홍색으로 칠해서 수지한테 줄래요.”

아빠와 피터는 의자에 분홍색 칠을 하기 시작했지

Korean text taken from : http://koreanselfstudyisntlame.blogspot.com/search/label/children%27s%20book
Kursi Milik Peter

Cerita utama:

Peter merentangkan lengannya sejauh mungkin
Jadi! Bangunan tingginya selesai

Gedubrak! Bangunannya runtuh
Ibu memarahiku
“Ssshh! Main pelan-pelan
Dirumah kita ada bayi

Peter mengintip kamar adik perempuannya, Suzy.
Ibu menggoyangkan ayunan dengan perlahan
Peter pun berpikir
“Itu ayunanku tetapi itu di cat warna pink!

Ayah memanggil Peter
“Peter, datanglah kemari dan tolong bantu ayah mengecat kursi dan meja adikmu?”
Peter menggerutu, “Tapi itu kursi dan mejaku”

Peter berbisik dan melihat tempat tidur bayi
“Tempat tidurku. Tapi ini juga di cat warna pink”
Kursi lama Peter diletakkan di sebelah tempat tidur
Peter berteriak
“Bukankah ini belum di cat!”

Peter berlari ke kamarku dan mengambil kursi
“Willie, ayo kita kabur”
Peter meletakkan bungkusan biskuit anjing dan kue ke dalam tas belanjaan
“Ayo kita bawa kursi biru dan mainan buaya juga foto saat aku masih bayi
Willie membawa bungkusan tulang

Peter dan Willie keluar dan berdiri di depan rumah
“Disini lebih baik”
Peter meletakkan barang bawaannya untuk dirapikan dan beristirahat sebentar dengan duduk di kursi.
Namun ia tak dapat duduk. Peter terlalu besar.

Ibu memanggil peter dari jendela
“Peter, tidakkah kau ingin masuk ke dalam rumah?
Indonesian translation:. http://haerajjang.wordpress.com
Kau harus makan makanan siang yang sangat lezat.
Peter dan Willie berpura-pura tidak mendengar ucapan ibunya
Bagi Peter, ia sedang memikirkan semuanya

Ibu kemudian memperhatikan bahwa Peter masuk ke dalam rumah
Perasaan ibu menjadi tenang
“Yo, anak nakal, kau bersembunyi di belakang gording”

Ibu menyibakkan hording dengan cepat
Tapi Peter tidak ada di sana!

Peter berteriak, “Aku di sini”

Peter duduk di kursi yang kebesaran
Di tempat di samping ayah
Peter berkata, “Ayah, bolehkah akau mengecat kursi dengan warna pink untuk Suzy?”
Ayah dan Peter mulai mengecat kursi dengan warna pink

KOSAKATA

피터 (phit’e): Peter
팔 (phal): lengan
한껏 (hankkeot): melakukan sesuatu yang terbaik
뻗다 (ppeotta): merentangkan, mengembangkan
높 (noph): tinggi
빌딩 (bilding): building (bangunan)
완성다 (wanseongda): selesai
와당탕 (wadangt’ang): keributan, berdebar, riuh, ramai
무너지다 (muneojida): ambruk, runtuh
엄마 (eomma): ibu
꾸짖다 (kkujitta): memarahi, mengomeli
쉬잇 (swiit): mendesis
좀 (jom): sangat
조용히 (joyonghi): dengan perlahan,
놀다 (nolda): bermain
집 (jib): rumah
갓난아기 (katnanagi): bayi, orok
있다 (itta): ada
여동생 (yeodongsaeng): adik perempuan
방 (pang); kamar
들여다보다 (deuryeodaboda): mengintip
요람 (yoram): ayunan, buaian
가만가만 (kamankaman): dengan pelan, lembut
흔들다 (heundeulda): goyang
생각하다 (saenggakhada): berpikir
저건 (jeogeon) : singkatan 저것은 (jeogeoseun): itu
분홍색 (bunheungsaek): pink
칠하다 (chilhada): mengecat, mewarnai
아빠 (oppa): ayah
부르다 (bureuda): memanggil
동생 (dongsaeng): adik
식탁 (shit’ak): meja
의자 (euija): kursi
오다(oda): datang
돕다 (dopta): membantu
중얼거리다 (jungeolgeorida): menggerutu, cemberut, mengomel
아기 (agi): bayi
보다 (boda); melihat
속삭이다 (soksagida): berbisik
곁에 (kyeot’e): di samping
쓰다 (sseuda): menggunakan, pahit, menulis
놓다 (notta): membiarkan, meletakkan
소리치다 (sorichida): berteriak
아직 (ajik): masih
들다 (deulda): membawa
달리다 (dallida): lari
도망가다 (domanggada): melarikan diri
쇼핑 백 (syophing baek): shopping bag (tas belanjaan)
강아지 (kangaji): anjing
비스킷 (biseuk’it): biskuit
챙기다 (chaenggida): mengepak, membungkus
넣다 (neotta): memasukkan sesuatu ke dalam…
파란 (pharan): biru
랑 (rang): dan
장난감 (jangnangam): mainan
악어 (akeo): buaya
사진 (sajin): gambar, foto
가다 (kada): pergi
뼈다귀 (ppyeodagwi): tulang
와 (wa): dan
밖 (ppak): luar
나오다 (naoda); keluar
집 (jib): rumah
앞에 (aphe): di depan
서다 (seoda): berdiri
여기 (yeogi): di sini
좋다 (johta): baik
깔끔하다 (kkalkkeumhada): merapikan
벌여 놓다 (beoryeo notta): meletakkan untuk
잠깐 (jamkkan): sebentar
앉다 (anta): duduk
쉬다 (swida): istirahat
그런데 (keureonde): namun
ㄹ수 없다 (lsu eopta): tidak dapat
너무 (neomu): terlalu
크다 (k’euda): besar
창 (chang): jendela
부르다 (bureuda): memanggil
돌아오다 (toraoda): masuk
점심 (jeomshim): makan siang
아주 (aju): sangat
맛있다 (mashitta): enak
먹다 (meokta): makan
말 (mal): kata
듣다 (deutta): mendengar
-ㄴ척하다 (n cheokhada): berpura-pura
생각 (saenggak): memikirkan
눈치 (nunchi): memperhatikan
마음 (maeum): hati
놓이다 (noida): tenang, reda, tentram
장난꾸러기 (jangnankkureogi): anak nakal
커튼 (k’eot’eun): hording
뒤에 (dwie); di belakang
숨다 (sumta): bersembunyi
홱 (hwaek): dengan cepat
젖히다 (jeothida): menyibakkan
거기에 (geogie): di sana
없다 (eopta): tidak ada
어른 (eoreun): dewasa, tumbuh besar
자리에 (jarie): di tempat

Keuntungan-Keuntungan Dalam Menggunakan Teknologi Teleschool

1.    Keuntungan-Keuntungan Dalam Menggunakan Teknologi Teleschool Dengan adanya penggunaan teknologi ini dalam dunia pendidikan dapat memberikan dampak positif atau keuntungan bagi sekolah, orang tua dan siswa, adapun keuntungan-keuntungannya sebagai berikut: 1)     ...

Pengertian dan Faktor Kedisiplinan Siswa

 Pengertian dan Faktor Kedisiplinan Siswa 1.    Pengertian Kedisiplinan Siswa Masalah disiplin merupakan suatu hal yang sangat penting bagi lembaga pendidikan. Karena disiplin sangat penting, maka sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan dan merupakan salah satu...

Bukan Jamannya Lagi Income Kita Hanya Bergantung pada Perusahaan di Era Crypto Evolution

Follow @HediSasrawan Lock posisis gratis ke Thailand CryptoWorldEvolution, CWE, register cryptoworldrobot.com founder terbaikGratis Support untuk leader Asia Hero Team yg Prominer dan berhasil mengsponsori langsung 3 Prominer dalam bulan Februari iniTiket Event...

Ginjal Manusia (Artikel Lengkap) | Hedi Sasrawan

Follow @HediSasrawan Ginjal adalah sepasang organ berbentuk seperti kacang merah di belakang rongga perut manusia. Pada orang dewasa, panjangnya sekitar 11 cm. Ginjal menerima darah dari arteri ginjal dan mengeluarkannya ke vena ginjal. Setiap ginjal tersambung dengan...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *