in

Filipina: Si Hispanik Asia Tenggara

Latin. Mendengar kata itu selalu diidentikkan dengan bahasa Latin atau Amerika Latin, dan bahkan telenovela. Hal itu memang sudah menjadi anggapan umum di masyarakat. Nama-nama yang berbau Latin dan biasanya berasal dari Spanyol seperti Jose, Gonzales, Alberto, Roberto, Gustavo, Helena sudah begitu akrab di telinga kebanyakan masyarakat Indonesia. Ini karena adanya siaran serial drama asal Amerika Latin yang menggunakan bahasa Spanyol, telenovela. Selain itu, nama-nama demikian menjadi populer tatkala beberapa nama pemain sepak bola berdarah Latin atau Latino menggunakannya.

Disebut Latin dikarenakan wilayah tersebut menggunakan bahasa-bahasa dari rumpun bahasa Latin, yaitu Spanyol, Portugal, dan Prancis. Spanyol menjadi bahasa dominan di wilayah Amerika Latin  —yang juga mencakup Karibia— karena hampir semua negara Amerika Latin menggunakannya. Mulai dari Meksiko hingga Argentina. Sedangkan sisanya, Portugal dan Prancis digunakan Brasil dan Guyana Prancis. Jadi, yang dimaksud dengan Amerika Latin adalah wilayah benua Amerika yang menggunakan bahasa-bahasa dari grup bahasa Latin (Prancis, Spanyol, Portugal, Italia, dan Rumania). Hal ini untuk membedakan dengan wilayah Amerika Anglo seperti Amerika Serikat dan Kanada yang menggunakan bahasa Inggris.

Lalu apakah wilayah bahasa Latin di luar Spanyol, Portugal, dan Prancis, itu hanya ada di benua Amerika yang memang menjadi penyumbang terbesar kebudayaan Latino terbesar di dunia? Tentu saja jawabannya tidak. Wilayah Latin ada di Afrika dan Asia, serta Oseania. Afrika menjadi wilayah terbesar kedua setelah Amerika diikuti Asia dan Oseania. Di Asia setidaknya ada tiga wilayah berbahasa Latin, yaitu, Filipina, Makau, dan Timor Leste. Yang pertama disebut menggunakan bahasa Spanyol. Dua terakhir Portugal sehingga bisa disebut sebagai Asia Latin sebab selain berbahasa mereka juga berbudaya Latin. Hanya saja, dalam konteks ini, budaya Latin yang dimaksud menyerupai budaya Latino ala Amerika Latin. Dan negara yang mewakili Latino di Asia itu adalah Filipina.

pinterest

Terletak di Lautan Pasifik dan berada dalam kawasan Asia Tenggara, Filpina yang merupakan sebuah negara republik ini dikatakan berbudaya Latino. Hal ini karena masa lalu negara tersebut yang dikuasai Spanyol selama 333 tahun (1565-1898). Kolonisasi Spanyol atas Filipina yang berlangsung 3 abad itu dimulai ketika Ferdinand de Magellan mendaratkan kakinya di negara kepulauan tersebut, tepatnya di Cebu pada 1521. Kolonisasi yang begitu lama itu membuat Filipina terspanyolksn dalam budaya, terutama dalam penamaan tempat, bangunan, orang-orang, agama, dan pakaian. Bahkan nama Filipina pun berasal dari nama Raja Spanyol, Phillip II. Dalam bahasa pun, sekitar 100-an lebih kosakata bahasa Spanyol masuk ke bahasa nasional Filipina, Tagalog. Bahasa Spanyol pun digunakan sebagai bahasa pengantar, bahkan saat Amerika Serikat datang menguasai Filipina sampai akhir Perang Dunia ke-2. Baru pada 1987 bahasa Spanyol dihentikan menjadi bahasa pengantar lalu digantikan oleh Tagalog dan Inggris.  Namun sejak 2007 dihidupkan kembali sebagai bahasa pendidikan.

Identitas Latin yang dimiliki Filipina itu membuatnya hendak disamakan dengan negara-negara Amerika Latin. Bahkan ada yang menyebut Filipina merupakan salah satu negara Amerika Latin, bukan Asia. Anggapan demikian memang tidak berlebihan mengingat banyak kesamaan yang dimiliki Filipina dengan banyak negara Amerika Latin. Identitas Latin itu tetap terjaga meskipun bahasa Spanyol tak lagi menjadi bahasa nasional dan hanya menjadi bahasa opsional. Amerikanisasi oleh penjajahan AS atas negara itu setelah Perang Spanyol-AS menjadi penyebabnya. Akibatnya, banyak generasi muda Filipina tak bisa lagi berbahasa Spanyol namun lancar berbahasa Inggris. Meskipun demikian, budaya-budaya Latin lain selain bahasa tetap hidup hingga sekarang. Hal itu yang tetap membuat Filpina dipandang sebagai satu-satunya negara berbudaya Hispanik di Asia.

ASEAN 50: Harapan Tetap Menjunjung Netralitas di Milenium Ketiga

SANG ORATOR | “Seni, Sastra, Budaya & Ilmu Pengetahuan Umum”