in

Hahaha, Pendapat-Pendapat Lucu Orang Luar Tentang Toraja

   
     Sudah tidak di ragukan lagi, jika daerah yang kita cintai, yaitu Toraja  merupakan tujuan wisata yang cuku favorit. Banyak orang dari luar Toraja, baik dari dalam maupun luar negeri yang datang berbondong-bondong untuk melihat keunikan yang daerah kita tawarkan. Beberapa di antara mereka yang datang merupakan blogger dan kemudian menuangkan pengalaman-pengalaman yang mereka dapatkan di Toraja pada blog mereka saat kembali ke tempatnya.
Dan entah merupakan sebuah kesengajaan atau hanya karena faktor ketidaktahuan, beberapa di antara mereka menulis dengan salah baik itu penyebutan tempat-tempat di Toraja, maupun pendapat asal-asalan mereka tentang budaya Toraja. 

    Berikut merupakan beberapa pendapat mereka tersebut, yang oleh kita orang Toraja pasti di anggap lucu.




Patung Tedong Bonga di Rantepao di kira Patung Sapi Berwarna Merah Jambu. Hahaha




        Blogger, yang mempunyai blog bernama “Enjoy Indonesia” ini, dalam tulisannya tentang “Berkunjung ke Ke’te Kesu Toraja”, keliru. Dia mengira jika patung kerbau belang yang ada di Rantepao adalah patung sapi yang berwarna merah jambu. Hahaha, dia tidak tahu saja kalo Toraja tidak seperti daerah lain, di mana sapi lebih populer dari pada kerbau.
Ini gambar screen capture tulisan yang agak keliru itu 🙂

Palawa’ di bilang Pallawa (memangnya huruf ?)

            Entah mungkin salah dengar, atau bagaimana, blogger yang blognya cukup populer membahas tentang tempat-tempat wisata di Indonesia ini, salah menulis Palawa’ (ingat ada tanda ‘ ) menjadi Pallawa (beda bangat kan??), yang kalo dalam sejarah, merupakan huruf kuno yang di gunakan untuk menulis beberapa kitab-kitab terkenal (misalnya kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular). Kita sebagai orang Toraja yang baik sih maklum saja, karena di Toraja, memang banyak nama tempat yang agak aneh di ucapkan apalagi untuk orang pendatang, misalnya Sa’dan, La’bo’, Sanggalla’, Pangala’ dan La’-La’ yang lainnya.



Tertawa karena uniknya nama-nama kerbau petarung

          Di posting yang lain, dia membahas tentang ma’pasilaga tedong dan menyoroti tentang lucunya penamaan-penamaan kerbau petarung 😉 Dan memang, penamaan krebau petarung di Toraja memang lucu dan kadang-kadang malah keterlaluan. Selain itu di posting ini dia masih saja keliru saleko di tulis “salepo” dan tedong lotong boko’ jadi “lotong boke” . cek di gambar berikut.

      
Takut di beri makanan yang mengandung babi( yah nggaklah, orang Toraja kan Baik, sopan, toleran dan lain-lain)

         Tulisan kali ini, adalah tulisan seorang mahasiswa asal Makassar yang mengadakan study tour atau mungkin penelitian di beberapa tempat wisata di Toraja. Di postingannya, dia menulis jika dia dan teman-temannya agak takut makan di Toraja. Karena khawatir mereka akan di beri makanan yang tidak halal alias haram alias makanan yang mengandung daging bagi dan turunan-turunannya. Tapi alhamdulillah wasykurillah, karena dosen pembimbing mereka yang bijak, menjelaskan kalo orang Toraja itu toleran dan gak bakalan begitu. ( hehehe jadi besar kepala)



Hahaha, Merasa ke Toraja Kayak pergi ziarah kubur

       Memang tidak bisa di sangkal bahwa di Toraja kebanyakan objek wisata memang tak jauh-jauh dari kuburan, apalagi yang ada di list sahabat kita yang satu ini

       Padahal selain tempat-tempat yang ada di list itu , masih ada objek wisata lain di Toraja yang tidak berhubungan dengan kuburan, agar kesannya tidak kayak wisata ziarah kubur. Misalnya Batutumonga, Kalimbuang Bori, atau sekedar mengunjungi pasar Bolu buat beli Babi atau Kerbau.

Pantollo Pamarasan is the most delicious food in the world

        Lidah blogger satu ini, tidak bohong, karena pantollo’ pamarrasan memang woke.



Memungut Sampah, di Kete’Kesu gara-gara orang-orang buang sampah sembarang

        Kali ini bukan dari blogger, tapi dari sebuah Program Televisi terkenal di Indonesia, yaitu ” My Trip My Adventure”. Saat meliput keindahan wisata Ke’te Kesu, pembawa acara dan para kru sedih dengan kelakuan orang-orang yang datang berkunjung ke Ke’te Kesu, karena mereka membuang sampah dengan sembarangan. Sayang bangat yah, kita sudah di beri aset warisan budaya tapi malah di kotori oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Lain kali ke mana pun, harus jaga kebersihan yah!

    Itulah beberapa pandangan orang luar tentang Toraja. Sebenarnya, apapun pandangan mereka tentang daerah kita, itu semua karena karena faktor kekurangtahuan mereka. Jadi selama tidak merendahkan ataupun menyinggung, maka kita pastinya sebagi orang yang baik harus maklum  Terima kasih sudah membaca.

Baca artikel yang lain


Pembunuhan-pembunuhan sadis yang pernah terjadi di Toraja


Perbedaan adu Kerbau Toraja dan Vietnam


Kata-kata Bahasa Toraja Yang Tidak Bisa di Bahasa Indonesiakan




Astaga Di Jeneponto, Anak-anak Baru Umur 13 Tahun Menikah,Padahal Baru Selesai Sunat

Pembunuhan-Pembunuhan Sadis Yang Pernah Terjadi di Toraja