in

Jumat di Arab | Herman Khan

Hamburg, 6 November 2015.
Mesjid An-Nour merupakan mesjid yang menggunakan khutbah Jumat dalam bahasa Arab, maka saya lebih menyebutnya Mesjid Arab. Walaupun demikian, jamaah yang hadir tentu saja bukan dari Arab, tetapi juga orang Jerman, orang-orang Eropa dan juga Afrika dan Asia. Hal tersebut cukup mudah untuk mengenalinya, hanya dengan melihat baris jamaah, akan banyak “wajah khusuk” ┬ádari berbagai daerah shalat menghadap sang Khalik.

Mesjid ini tidak terlalu luas, hanya satu lantai. Sedangkan lantai di atasnya digunakan untuk Mesjid Albania. Di lantai bawah untuk parkir mobil. Pada saat mobil tidak terlalu banyak pada hari Jumat, maka digunakan untuk jamaah shalat Jumat. Saya pernah merasakan shalat Jumat di tempat parkir ini bersama dengan jamaah lain, di antara sela-sela mobil yang terparkir rapi. Begitulah perjuangan Muslim di sini yang tidak mendapat tempat cukup untuk beribadah. Namun, seminggu kemudian semuanya berubah.

Jumat selanjutnya, seperti pihak kepolisian menutup tempat shalat di tempat parkir tersebut. Maka, sejak tanggal 13 November 2015, shalat Jumat dilakukan dua gelombang. Gelombang pertama dari jam 12.00-12.45, dan gelombang kedua 13.00-13.45.

Durasi shalat Jumat berjamaah di sini dilakukan tidak terlalu cepat, perkiraan keseluruhannya sekitar 30-40 menit. Dari sebelum azan pertama, jamaah sudah memenuhi mesjid ini. Usai azan, jamaah shalat sunnah qabliyah Jumat. Khatib menaiki mimbar dan mengucapkan salam, kemudian Muazzin mengumandangkan azan kedua. Khutbah disampaikan sepenuhnya dalam bahasa Arab, termasuk nasehat.

Mengincar Manuskrip di Flohmark Jerman | Herman Khan

Bendera Aceh (2) di Denmark | Herman Khan