in

LEGENDA WIRALODRA – SEJARAH, CERITA, LEGENDA & MITOS

Arya Wiralodra adalah putra ke 3 dari lima bersaudara. Ayahnya bernama Gagak Singalodra seorang Tumenggung dari Bagelen yang masuk dalam wilayah kerajaan Demak. Setelah lama bertapa di Gunung Sumbing ia mendapatkan pusaka Cakra Uda

ksana, kemudian menghadap Sultan Demak, R. Fatah dan mendapat tugas rahasia untuk membuka tempat yang kelak bisa dijadikan bala tentara Demak beristirahat dan menyusun kekuatan di wilayah Kulon (sekitar Dermaga Cimanuk). Bekerjasama dengan Kesultanan Cirebon yang merupakan kerajaan sekutu Demak, Raden Fatah berencana menaklukan kerajaan Pajajaran yang dikhawatirkan akan emmbantu pendaratan Pasukan Portugis yang telah menguasai Selat Malaka. Di temani Ki Tinggil, Wiralodra berangkat jalan kaki selama kurang lebih tiga tahun mencari hutan Cimanuk. Perjalanan mereka sungguh dipenuhi oleh suka duka, tantangan dan rintangan yang tidak sedikit. Tapi mereka tetap tegar dan gigih sehingga hutan Cimanuk yang mereka cari akhirnya dapat ditemukan. Wiralodra dan Ki Tinggil membabat hutan Cimanuk dan mendirikan pedukuhan yang kemudian ramai orang bergabung. Setelah Wiralodra mengangkat Ki Tinggil sebagai Lurah dan para pembantunya, Wiralodra pamit ke Bagelen untuk menjenguk orang tua sekaligus melaporkan hasil kerjanya pada Sultan Demak. Tersebutlah kemudian Padukuhan Cimanuk kedatangan seorang wanita cantik bernama Nyi Endang Darma bersama dua orang pengikutnya, Nyi Tani dan Ki Tana, untuk ikut bercocok tanam. Ternyata Nyi Endang Darma tidak saja pandai bertani tapi juga seorang pendekar yang mau mengajarkan bela diri pada rakyat biasa. Padukuhan Cimanuk jadi tambah ramai saja. Beberapa saat kemudian datanglah Pangeran Guru berserta 24 muridnya singgah dari perjalanan pulang menuju Palembang. Pangeran Guru yang masih merupakan kerabat Wiralodra curiga pada Nyi Endang Darma sebagai agen rahasia dari kerajaan lain untuk mengacaukan tugas-tugas Wiralodra sebagai agen rahasia Demak. Apalagi Pangeran Guru melihat Nyi Endang Darma melatih ilmu beladiri pada rakyat biasa. Pangeran Guru hendak menangkap Nyi Endang Darma, tapi Nyi Endang Darma melawan dan dapat membunuh pangeran Guru dan 24 pengikutnya. Ki Tinggil yang kebingungan segera meluncur ke Bagelen untuk melaporkan kejadian itu. Maka Tumengung Gagak Singalodra menugaskan Wiralodra dan kedua adik laki-lakinya untuk menangkap Nyi Endang Darma. Nyi Endang Darma tidak menyerah sebelum ia dikalahkan dalam sebuah perang tanding. Dua adik Wiralodra bisa kalahkan. Perang tanding antara Wiralodra dan Nyi Endang Darma tak terelakan dimana akhirnya tidak menghasilkan pemenang karena ternyata diantara mereka saling diliputi perasaan cinta. Dilemanya adalah antara Cinta dan Kehormatan Keluarga, karena bagaimanapun Endang Darma harus ditangkap dan diadili di Bagelen.
Akhirnya Nyi Endang Darma mengungkapkan jadi dirinya bahwa sesungguhnya ia tak lain Nyi Mas Gandasari utusan rahasia (teliksandi) Sultan Cirebon yang bertugas mendampingi Wiralodra membuka padukuhan Cimanuk….. Wiralodra terkejut, tetapi Nyi Endang Darma telah memutuskan untuk memilih sirna di Kali Cimanuk.

Misteri Gunung Ciremai dan Mitos Nini Pelet.

SEJARAH DESA TEGALGUBUG – SEJARAH, CERITA, LEGENDA & MITOS