in

Letak, Luas, Batas Wilayah, Keadaan Alam, dan Keadaan Penduduk Iran




















Letak, Luas, Batas Wilayah, Keadaan Alam, dan Keadaan Penduduk Iran | Lois Morton





Iran
(bahasa Persia: ایران) adalah sebuah negara Timur Tengah yang terletak di Asia
Barat Daya. Meski negara ini telah dikenal penduduk lokal sebagai Iran sejak
zaman kuno, hingga tahun 1935 Iran masih disebut Persia di dunia Barat. Pada
tahun 1959, Mohammad Reza Shah Pahlavi mengumumkan bahwa kedua istilah tersebut
boleh digunakan. Nama Iran adalah sebuah kognat perkataan “Arya” yang
berarti “Tanah Bangsa Arya”.
Iran
berbatasan dengan Azerbaijan (500 km), dan Armenia (35 km) di barat laut, dan
Laut Kaspia di utara, Turkmenistan (1000 km) di timur laut, Pakistan (909 km),
dan Afganistan (936 km) di timur, Turki (500 km), dan Irak (1.458 km) di barat,
dan perairan Teluk Persia, dan Teluk Oman di selatan.
Pada
tahun 1979, sebuah Revolusi Iran yang dipimpin Ayatollah Khomeini mendirikan
sebuah Republik Islam teokratis sehingga nama lengkap Iran saat ini adalah
Republik Islam Iran (جمهوری اسلامی ایران).
Sejarah
awal, Kekaisaran Media dan Kekaisaran Achaemenid (3200 SM – 330 SM)
Peninggalan peradaban
Elam
Dari
tulisan-tulisan sejarah, peradaban Iran yang pertama ialah Proto-Iran, diikuti
dengan peradaban Elam. Pada milenium kedua, dan ketiga, Bangsa Arya hijrah ke
Iran, dan mendirikan kekaisaran pertama Iran, Kekaisaran Media (728-550 SM).
Kekaisaran ini telah menjadi simbol pendiri bangsa, dan juga kekaisaran Iran,
yang disusul dengan Kekaisaran Achaemenid (648–330 SM) yang didirikan oleh
Cyrus Agung.
Koresh
yang Agung juga terkenal sebagai pemerintah pertama yang mewujudkan
undang-undang mengenai hak-hak kemanusiaan, tertulis di atas artefak yang
dikenal sebagai Silinder Cyrus. Ia juga merupakan pemerintah pertama yang
memakai gelar Agung, dan juga Shah Iran. Di zamannya, perbudakan dilarang di
kawasan-kawasan taklukannya (juga dikenal sebagai Kekaisaran Persia.) Gagasan
ini kemudian memberi dampak yang besar pada peradaban-peradaban manusia setelah
zamannya.
Kekaisaran
Persia kemudian diperintah oleh Cambyses selama tujuh tahun (531-522 M), dan
kemangkatannya disusul dengan perebutan kuasa di mana akhirnya Darius Agung
(522-486 M) dinyatakan sebagai raja.
Ibu
kota Persia pada zaman Darius I dipindahkan ke Susa, dan ia mulai membangun
Persepolis. Sebuah terusan di antara Sungai Nil, dan Laut Merah turut dibangun,
dan menjadikannya pelopor untuk pembangunan Terusan Suez. Sistem jalan juga
turut diperbaharui, dan sebuah jalan raya dibangun menghubungkan Susa, dan
Sardis. Jalan raya ini dikenal sebagai Jalan Kerajaan.
Selain
itu, pen-syiling-an dalam bentuk daric (syiling emas), dan juga Shekel (syiling
perak) diperkenalkan ke seluruh dunia. Bahasa Persia Kuno turut diperkenalkan,
dan diterbitkan di dalam prasasti-prasasti kerajaan.
Di
bawah pemerintahan Cyrus Agung, dan Darius yang Agung, Kekaisaran Persia
menjadi sebuah kekaisaran yang terbesar, dan terkuat di dunia zaman itu.
Pencapaian utamanya ialah sebuah kekaisaran besar pertama yang mengamalkan
sikap toleransi, dan menghormati budaya-budaya, dan agama-agama lain di kawasan
jajahannya.
Kekaisaran Iran
Ketiga: Kekaisaran Parthia (248 SM – 224 M)
Parthia
bermula dengan Dinasti Arsacida yang menyatukan, dan memerintah dataran tinggi
Iran, yang juga turut menaklukkan wilayah timur Yunani pada awal abad ketiga
Masehi, dan juga Mesopotamia antara tahun 150 SM, dan 224 M. Parthia juga
merupakan musuh bebuyutan Romawi di sebelah timur, dan membatasi bahaya Romawi
di Anatolia. Tentara-tentara Parthia terhagi atas dua kelompok berkuda, tentara
berkuda yang berperisai, dan membawa senjata berat, dan tentara berkuda yang
bersenjata ringan, dan kudanya lincah bergerak. Sementara itu, tentara Romawi
terlalu bergantung kepada infantri, menyebabkan Romawi sukar untuk mengalahkan
Parthia. Tetapi, Parthia kekurangan teknik dalam perang tawan, menyebabkan
mereka sukar mengawal kawasan taklukan. Ini menyebabkan kedua belah pihak gagal
mengalahkan satu sama lain.
Kekaisaran
Parthia tegak selama lima abad (Berakhir pada tahun 224 M,), dan raja
terakhirnya kalah di tangan kekaisaran lindungannya, yaitu Sassania.
Kekaisaran Iran
Keempat: Kekaisaran Sassania (226–651)
Ardashir
I, pendiri Dinasti Sassania
Ardashir
I, shah pertama Kekaisaran Sassania, mula membangun kembali ekonomi, dan
militer Persia. Wilayahnya meliputi kawasan Iran modern, Irak, Suriah,
Pakistan, Asia Tengah, dan wilayah Arab. Pada zaman Khosrau II (590-628) pula,
kekaisaran ini diperluas hingga Mesir, Yordania, Palestina, dan Lebanon.
Orang-orang Sassanid menamakan kekaisaran mereka Erānshahr (atau Iranshæhr,
“Penguasaan Orang Arya”.)
Sejarah
Iran seterusnya diikuti dengan konflik selama enam ratus tahun dengan
Kekaisaran Romawi. Menurut sejarawan, Persia kalah dalam Perang al-Qādisiyyah
(632 M) di Hilla, Iraq. Rostam Farrokhzād, seorang jenderal Persia, dikritik
kerana keputusannya untuk berperang kengan orang Arab di bumi Arab sendiri.
Kekalahan Sassania di Irak menyebabkan tentara mereka tidak keruan, dan
akhirnya ini memberi jalan kepada futuhat Islam atas Persia.
Era
Sassania menyaksikan memuncaknya peradaban Persia, dan merupakan kekaisaran
Persia terakhir sebelum kedatangan Islam. Pengaruh, dan kebudayaan Sassania
kemudian diteruskan setelah pemelukan Islam oleh bangsa Persia.
Islam Persia dan
Zaman Kegemilangan Islam Persia (700–1400)
Setelah
pemelukan Islam, orang-orang Persia mulai membentuk gambaran Islam Persia, di
mana mereka melestarikan gambaran sebagai orang Persia tetapi pada masa yang
sama juga sebagai muslim. Pada tahun 8 M, Parsi memberi bantuan kepada
Abbassiyah memerangi tentara Umayyah, karena Bani Umayyah hanya mementingkan
bangsa Arab, dan memandang rendah kepada orang Persia. Pada zaman Abbassiyah,
orang-orang Persia mula melibatkan diri dalam administrasi kerajaan. Sebagian
mendirikan dinasti sendiri.
Pada
abad kesembilan, dan kesepuluh, terdapat beberapa kebangkitan ashshobiyyah
Persia yang menentang gagasan Arab sebagai Islam, dan Muslim. Tetapi
kebangkitan ini tidak menentang identitas seorang Islam. Salah satu dampak
kebangkitan ini ialah penggunaan bahasa Persia sebagai bahasa resmi Iran
(hingga hari ini.)
Pada
zaman ini juga, para ilmuwan Persia menciptakan Zaman Kegemilangan Islam.
Sementara itu Persia menjadi tumpuan penyebaran ilmu sains, filsafat, dan
teknik. Ini kemudian memengaruhi sains di Eropa, dan juga kebangkitan Renaissance.
Bermula
pada tahun 1220, Parsi dimasuki oleh tentera Mongolia di bawah pimpinan Genghis
Khan, diikuti dengan Tamerlane, di mana kedua penjelajah ini menyebabkan
kemusnahan yang parah di Persia.
Islam Syi’ah,
Kekaisaran Safawi, Dinasti Qajar/Pahlavi dan Iran Modern (1501 – 1979)
Parsi
mulai berganti menjadi Islam Syiah pada zaman Safawi, pada tahun 1501. Dinasti
Safawi kemudian menjadi salah satu penguasa dunia yang utama, dan mulai
mempromosikan industri pariwisata di Iran. Di bawah pemerintahannya, arsitektur
Persia berkembang kembali, dan menyaksikan pembangunan monumen-monumen yang
indah. Kejatuhan Safawi disusuli dengan Persia yang menjadi sebuah medan
persaingan antara kekuasaan Kekaisaran Rusia, dan Kekaisaran Britania (yang
menggunakan pengaruh Dinasti Qajar). Namun begitu, Iran tetap melestarikan
kemerdekaan, dan wilayah-wilayahnya, menjadikannya unik di rantau itu.
Modernisasi Iran yang bermula pada lewat abad ke-19, membangkitkan keinginan
untuk berubah dari orang-orang Persia. Ini menyebabkan terjadinya Revolusi
Konstitusi Persia pada tahun 1905 hingga 1911. Pada tahun 1921, Reza Khan (juga
dikenal sebagai Reza Shah) mengambil alih tahta melalui perebutan kekuasaan
dari Qajar yang semakin lemah. Sebagai penyokong modernisasi, Shah Reza memulai
pembangunan industri modern, jalan kereta api, dan pendirian sistem pendidikan
tinggi di Iran. Malangnya, sikap aristokratik, dan ketidakseimbangan pemulihan
kemasyarakatan menyebabkan banyak rakyat Iran tidak puas.
Pada
Perang Dunia II, tentara Inggris, dan Uni Soviet menyerang Iran dari 25 Agustus
hingga 17 September 1941, untuk membatasi Blok Poros, dan menggagas
infrastruktur penggalian minyak Iran. Blok Sekutu memaksa Shah untuk melantik
anaknya, Mohammad Reza Pahlavi menggantikannya, dengan harapan Mohammad Reza
menyokong mereka.
Malangnya,
pemerintahan Shah Mohammad Reza bersifat otokratis. Dengan bantuan dari
Amerika, dan Inggris, Shah meneruskan modernisasi Industri Iran, tetapi pada
masa yang sama menghancurkan partai-partai oposisi melalui badan intelijennya,
SAVAK. Ayatollah Ruhollah Khomeini menjadi oposisi, dan pengkritik aktif
terhadap pemerintahan Shah Mohammad Reza, dan kemudian ia dipenjarakan selama
delapan belas bulan. Melalui nasihat jenderal Hassan Pakravan, Khomeini dibuang
ke luar negeri, dan diantar ke Turki, dan selepas itu ke Irak.
Revolusi Islam dan
Perang Iran-Irak (1979-88)
Protes
menentang Shah semakin meningkat, dan akhirnya terjadilah Revolusi Iran. Shah
Iran terpaksa melarikan diri ke negara lain setelah kembalinya Imam Khomeini
dari pembuangan pada 1 Februari 1979. Khomeini kemudian mengambil alih
kekuasaan, dan membentuk pemerintahan sementara, pada 11 Februari yang
dikepalai Mehdi Bazargan sebagai perdana menteri. Setelah itu, Khomeini
mengadakan pungutan suara untuk membentuk sebuah Republik Islam. Keputusan
undian menunjukkan lebih dari 98% rakyat Iran setuju dengan pembentukan itu.
Sistem pemerintahan baru yang dibentuk berasaskan undang-undang Islam,
sayangnya hanya diterapkan sebagian.
Tetapi,
hubungan Iran dengan Amerika menjadi keruh setelah revolusi ini, terutama saat
mahasiswa-mahasiswa Iran menawan kedutaan Amerika pada 4 November 1979, atas
alasan kedutaan itu menjadi pusat intelijen Amerika. Khomeini tidak mengambil
tindakan apapun mengenai tidakan ini sebaliknya memuji mahasiswa-mahasiswa itu.
Sebagai balasan, Iran menginginkan Shah Mohammad Reza Pahlavi dikembalikan ke
Iran, tetapi ini tidak mereka setujui. Setelah 444 hari di dalam tawanan,
akhirnya para tawanan itu dibebaskan sebagai tindak lanjut Deklarasi Aljir.
Pada
saat yang sama, Saddam Hussein, presiden Irak saat itu, mengambil kesempatan di
atas kesempitan setelah revolusi Iran, dan juga kekurangan popularitas Iran di
negara-negara barat, untuk melancarkan perang atas Iran. Tujuan utama
peperangan ini ialah menaklukkan beberapa wilayah yang dituntut Irak,
terutamanya wilayah Khuzestan yang kaya dengan sumber minyak. Saddam pula
ketika itu mendapat sokongan dari Amerika, Uni Soviet, dan beberapa negara Arab
lain. Tentara Iran pula yang suatu masa dahulu merupakan sebuah tentara yang
kuat, telah dibubarkan saat itu. Walau bagaimanapun, mereka berhasil mencegah
bahaya tentara Irak seterusnya menaklukkan kembali wilayah Iran yang
ditaklukkan Irak. Dalam peperangan ini puluhan ribu nyawa, baik penduduk awam
maupun laskar Iran, menjadi korban. Jumlah korban diperkirakan antara 500.000
hingga 1.000.000.
Pemerintahan dan
politik Iran
Hubungan
luar negeri Iran
Iran
adalah salah satu di antara anggota pendiri PBB, dan juga kepada OKI, dan juga
GNB. Sistem politik di Iran berasaskan konstitusi yang dinamakan “Qanun-e
Asasi” (Undang-undang Dasar)
Pemimpin
Agung Iran bertanggung jawab terhadap “kebijakan-kebijakan umum Republik
Islam Iran”. Ia juga merupakan ketua pasukan bersenjata, dan badan
intelijen Iran, dan mempunyai kuasa mutlak untuk menyatakan perang. Ketua
kehakiman, stasiun radio, dan rangkaian televisi, ketua polisi, dan tentara,
dan enam dari dua belas anggota Majelis Wali Iran juga dilantik oleh Pemimpin
Agung. Majelis Ahli bertanggung jawab memilih, dan juga memecat Pemimpin Agung
atas justifikasi kelayakan, dan popularitas individu itu. Majelis ini juga
bertanggung jawab memantau tugasan Pemimpin Agung.
Orang
kedua terpenting dalam Republik Islam Iran adalah presiden. Setiap presiden
dipilih melalui pemilihan umum, dan akan memerintah Iran selama empat tahun.
Setiap calon presiden mesti mendapat persetujuan dari Majelis Wali Iran sebelum
pemilu dilaksanakan agar mereka ‘serasi’ dengan gagasan negara Islam. Tanggung
jawab presiden adalah memastikan konstitusi negara diikuti, dan juga
mempraktikkan kekuasaan eksekutif. Tetapi presiden tidak berkuasa atas
perkara-perkara yang di bawah kekuasaan Pemimpin Agung.
Presiden
melantik, dan mengepalai Kabinet Iran, dan berkuasa membuat keputusan mengenai
administrasi negara. Terdapat delapan wakil presiden, dan dua puluh satu
menteri yang ikut serta membantu presiden dalam administrasi, dan mereka semua
mesti mendapat persetujuan badan perundangan. Tidak seperti negara-negara lain,
cabang eksekutif tidak memiliki kekuasaan dalam pasukan bersenjata, tetapi
presiden Iran berkuasa melantik Menteri Pertahanan, dan Intelijen, dan harus
mendapat persetujuan Pemimpin Agung, dan badan perundangan.
Majlis
Wali Iran mempunyai dua belas ahli undang-undang, dan enam dari mereka dilantik
oleh Pemimpin Agung. Ketua Kehakiman akan mencadangkan enam anggota cadangan,
dan mereka akan dilantik secara resmi oleh parlemen Iran atau Majles. Majelis
ini akan menafsirkan konstitusi, dan mempunyai hak veto untuk keputusan, dan
keanggotaan parlemen Iran. Jikalau terdapat undang-undang yang tidak sesuai
dengan hukum syariah, maka akan dirujuk kembali oleh parlemen.
Majelis
Kebijaksanaan berkuasa untuk menyelesaikan konflik antara parlemen dengan
Majelis Wali Iran. Badan ini juga turut menjadi penasihat Pemimpin Agung.
Majles-e
Shura-ye Eslami (Majlis Perundingan Islam) mempunyai 290 anggota yang dilantik,
dan akan bertugas selama empat tahun. Semua calon Majles, dan ahli
undang-undang dari parlemen haruslah mendapat persetujuan Majelis Wali.
Pemimpin
Agung akan melantik ketua kehakiman Iran, dan ia pula akan melantik Mahkamah
Agung, dan juga ketua penuntut umum. Terdapat beberapa jenis mahkamah di Iran
termasuk mahkamah umum yang bertanggung jawab atas kasus-kasus umum, dan
kejahatan. Terdapat juga “Mahkamah Revolusi” yang mengadili beberapa
kasus tertentu termasuk isu mengenai keselamatan negara.
Majelis
Ahli yang bermusyawarah selama seminggu setiap tahun mempunyai 86 anggota yang
ahli dalam ilmu-ilmu agama. Mereka diundi secara umum, dan akan bertugas selama
delapan tahun. Majelis ini akan menentukan kelayakan calon-calon presiden, dan
anggota parlemen. Majelis ini juga akan mengundi untuk jabatan Pemimpin Agung,
dan juga berkuasa untuk memecatnya.
Majelis
setempat akan dipilih secara umum untuk bertugas selama empat tahun di semua
kota, dan desa. Kekuasaan majelis ini luas, dari melantik pimpinan kota hinggal
menjaga kepercayaan rakyat.
Iran
berbatasan dengan Azerbaijan (panjang perbatasan: 432 km), dan Armenia (35 km)
di barat laut, Laut Kaspia di utara, Turkmenistan (992 km) di timur laut,
Pakistan (909 km), dan Afganistan (936 km) di timur, Turki (499 km), dan Irak
(1.458 km) di barat, dan akhirnya Teluk Persia, dan Teluk Oman di selatan. Luas
tanah total adalah 1.648.000 km² (daratan: 1.636.000 km², perairan: 12.000
km²).
Lansekap
Iran didominasi oleh barisan gunung yang kasar yang memisahkan basin drainage
atau dataran tinggi yang beragam. Bagian barat yang memiliki populasi terbanyak
adalah bagian yang paling bergunung, dengan jajaran gunung seperti Pegunungan
Kaukasus, Pegunungan Zagros, dan Alborz, Pegunungan Alborz merupakan tempat
dimana terdapat titik tertinggi Iran, Gunung Damavand pada 5.604 m. Sebelah
timur terdiri dari gurun dan dataran rendah yang tak dihuni seperti Dasht-e
Kavir yang mengandung mineral garam, dengan danau garam yang kadang muncul.
Ladang
lapang luas ditemukan di sepanjang pesisir Laut Kaspia, dan di ujung utara
Teluk Persia, di mana Iran berbatasan dengan sungai Arvand (Shatt al-Arab).
Dataran yang lebih kecil, dan terputus ditemukan di sepanjang pesisir Teluk
Persia, Selat Hormuz, dan Laut Oman. Iklim Iran kebanyakan kering atau setengah
kering, meskipun ada yang subtropis sepanjang pesisir Kaspia. Iran dianggap
sebagai salah satu dari 15 negara yang membentuk sesuatu yang disebut sebagai
tempat lahirnya kebudayaan manusia.
Lanskap
Iran memiliki beberapa iklim yang berbeda. Di sisi utara negeri itu (dataran
pesisir Kaspia) suhu amat rendah membekukan, dan tetap lembap selama beberapa
tahun terakhir. Suhu musim panas jarang mencapai 29 °C. Penguapan tahunan
adalah 680 mm di bagian timur dataran, dan lebih dari 1700 mm di sisi barat
dataran. Di barat, permukiman-permukiman di lereng Pegunungan Zagros mengalami
rendahnya suhu. Daerah-daerah itu memiliki musim dingin yang hebat, dengan
rerata suhu harian membekukan, dan curah saljunya keras. Lembah timur, dan
tengahnya kering, yang curah hujannya kurang dari 200 mm, dan bergurun. Suhu
musim panas rata-rata melebihi 38 °C. Dataran pesisir Teluk Persia, dan Teluk
Oman di Iran selatan memiliki musim dingin yang sejuk, dan mengalami musim
panas yang lembap, dan panas. Penguapan tahunan berkisar dari 135 mm hingga 355
mm.
Ekonomi
Iran adalah campuran Ekonomi Perencanaan Sentral dengan sumber minyak, dan
perusahaan-perusahaan utamanya dimiliki pemerintahan, dan juga terdapat
beberapa perusahaan swasta. Pertumbuhan ekonomi Iran stabil semenjak dua abad
yang lalu.
Pada
awal abad ke-21, persenan sektor jasa dalam pengeluaran negara kasarnya, PNK,
adalah yang tertinggi, diikuti dengan pertambangan, dan pertanian. 45% belanja
negara adalah hasil pertambangan minyak, dan gas alam, dan 31% dari cukai. Pada
2004, PNK Iran diperkirakan sebanyak $163 miliar atau $2.440 per kapita.
Rekan
dagang Iran adalah Tiongkok, Rusia, Jerman, Perancis, Italia, Jepang, dan Korea
Selatan. Sementara itu, semenjak lewat 90-an, Iran mulai meningkatkan kerja
sama ekonomi dengan beberapa negara berkembang termasuk Suriah, India, dan
Afrika Selatan.
Komunikasi dan
pengangkutan Iran
Jaringan
jalan raya di Iran adalah salah satu yang terbaik di dunia, dan menghubungkan
kota-kota utama, dan kawasan-kawasan luar kota. Pada 2002, Iran mempunyai
178.152 km jalan raya, dan 66% beraspal. Sementara itu terdapat 30 pengguna
kereta bagi setiap 1000 penduduknya. Jalan KA di Iran sepanjang 6.405 km (3.980
mil). Pelabuhan utama Iran ialah pelabuhan Bandar Abbas yang terletak di Selat
Hormuz. Pelabuhan ini dihubungkan dengan sistem jalan raya, dan jalan kereta
api untuk pengangkutan kargo.
Jaringan
kereta api Tehran-Bandar Abbas dibangun pada 1995 yang menghubungkan Bandar
Abbas dengan seluruh Iran, dan Asia Tengah melewati Teheran, dan Masyhad.
Pelabuhan-pelabuhan lain ialah pelabuhan Bandar Anzali di Laut Kaspia,
pelabuhan Bandar Turkmen juga berhadapan dengan Laut Kaspia, dan pelabuhan
korramshahr, dan pelabuhan Bandar Khomeyni di Teluk Persia. Kota-kota utama di
Iran juga dihubungkan dengan Pengangkutan Udara. Iran Air adalah maskapai
penerbangan kebangsaan Iran yang bertanggungjawab dalam pengangkutan udara di
Iran, dan luar Iran. Sistem transit pula terdapat di semua bandar-bandar utama
sedangkan Teheran, Masyhad, Syiraz, Tabriz, Ahwaz, dan Isfahan sedang dalam
proses membangun jalan kereta api bawah tanah.
Iran
terbagi atas tiga puluh provinsi yang diperintah seorang gubernur (استاندار,
ostāndār). Peta di sebelah tidak menunjukkan provinsi Hormozgan, (#20 di dalam
daftar) yang merupakan sebuah pulau:
8.     
Azarbaijan
Timur
9.     
Azarbaijan
Barat
16.   
Chaharmahal
dan Bakhtiari
17.   
Kohgiluyeh
dan Boyer-Ahmad
21.   
Sistan
dan Baluchestan
29.   
Razavi
Khorasan
30.   
Khorasan
Selatan
Provinsi
Iran menurut populasi, 2014.
1956     18,954,704        —   
1966     25,785,210        —   
1976     33,708,744        —   
1986     49,445,010        —   
1996     60,055,488        —   
2006     70,495,782        —   
2011     75,149,669        —   
Sumber:
United Nations Demographic Yearbook[4]
Iran
adalah negara yang beragam, terdiri dari banyak kelompok agama dan etnis yang
bersatu melalui bahasa dan budaya bersama Iran.
Populasi
Iran tumbuh pesat pada paruh kedua abad ke-20, meningkat dari sekitar 19 juta
pada tahun 1956 menjadi sekitar 75 juta pada tahun 2009. Namun, tingkat
kelahiran Iran telah menurun secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir,
yang mengarah ke tingkat pertumbuhan penduduk—pada Juli 2012—sekitar 1,29%.[8]
Studi-studi memproyeksikan bahwa pertumbuhan akan terus melambat sampai stabil
di atas 105 juta pada tahun 2050.
Iran
menjadi tempat tinggal salah satu populasi pengungsi terbesar di dunia, dengan
lebih dari satu juta pengungsi, sebagian besar dari Afghanistan dan Irak. Sejak
tahun 2006, para pejabat Iran telah bekerja dengan UNHCR dan pejabat Afghanistan
untuk repatriasi mereka. Menurut perkiraan, sekitar lima juta warga Iran telah
beremigrasi ke negara-negara lain, terutama sejak Revolusi 1979.
Menurut
Konstitusi Iran, pemerintah wajib memberikan setiap warga negara akses ke
jaminan sosial yang meliputi pensiun, pengangguran, usia tua, cacat,
kecelakaan, bencana, kesehatan dan perawatan medis dan layanan perawatan. Ini
ditutupi oleh penerimaan pajak dan penghasilan yang diperoleh dari kontribusi
masyarakat.
Mayoritas
penduduk berbahasa Persia, yang juga merupakan bahasa resmi negara. Lainnya
termasuk penutur dari sisa rumpun bahasa Iran dalam rumpun bahasa Indo-Eropa
yang lebih besar, dan bahasa dari etnis lainnya di Iran.
Di
Iran utara, sebagian besar terbatas pada provinsi Gilan dan Mazenderan, bahasa
Gilaki dan Mazenderani secara luas diucapkan. Mereka memiliki kedekatan dengan
bahasa Kaukasia tetangga. Di bagian Gilan, bahasa Talysh juga digunakan secara
luas, yang membentang sampai ke negara tetangga Azerbaijan. Bahasa Kurdi
digunakan secara luas di Provinsi Kurdistan dan sekitarnya. Dalam Khuzestan,
banyak dialek Persia yang berbeda dituturkan. Bahasa Luri dan Lari diucapkan di
barat daya dan selatan Iran.
Rumpun
bahasa Turki dan dialeknya, yang paling penting Turki Azerbaijan yang sejauh
ini bahasa yang paling diucapkan di negara itu setelah Persia,[17] dituturkan
di berbagai wilayah di Iran, tetapi terutama luas dan dominan digunakan di
provinsi Azerbaijan.
Bahasa
minoritas penting di Iran termasuk Armenia, Georgia, Neo-Aram, dan Arab. Arab
Khuzi dituturkan oleh orang-orang Arab di Khuzestan, dan kelompok yang lebih
luas dari Arab Iran. Bahasa Sirkasia juga pernah digunakan secara luas oleh
minoritas besar Sirkasia, namun, karena asimilasi selama bertahun-tahun, tidak
ada jumlah yang cukup besar dari Sirkasia yang menuturkan bahasa itu lagi.
Persentase
bahasa lisan terus menjadi titik perdebatan, karena banyak memilih bahwa mereka
adalah bermotif politik; terutama mengenai etnis terbesar dan terbesar kedua di
Iran, Persia dan Azerbaijan. Persentase berikut menurut CIA World Factbook: 53%
Persia, 16% Turki Azerbaijan, 10% Kurdi, 7% Mazenderani dan Gilaki, 7% Luri, 2%
Turkmen, 2% Balochi, 2% Arab, dan 2% sisanya Armenia, Georgia, Neo-Aram, dan
Sirkasia.
Seperti
dengan bahasa lisan, komposisi kelompok etnis juga tetap menjadi titik
perdebatan, terutama mengenai kelompok etnis terbesar dan terbesar kedua,
Persia dan Azerbaijan, karena kurangnya sensus pemerintah Iran berdasarkan
etnis. CIA World Factbook memperkirakan bahwa sekitar 79% dari populasi Iran
adalah kelompok etno-linguistik Indo-Eropa beragam yang terdiri dari penutur
rumpun bahasa Iran,[23] dengan Persia (termasuk Mazenderani dan Gilak)
merupakan 61% dari populasi, Kurdi 10%, Lur 6%, dan Baloch 2%. Masyarakat dari
kelompok etno-linguistik lainnya membuat sisanya 21%, dengan Azerbaijan 16%,
Arab 2%, Turkmen dan suku-suku Turki 2%, dan lain-lain 1% (seperti Armenia,
Talysh, Georgia, Sirkasia, Asiria).
Perpustakaan
Kongres mengeluarkan perkiraan yang sedikit berbeda: Persia 65% (termasuk
Mazenderanis, Gilaks dan talysh), Azerbaijan 16%, Kurdi 7%, Lur 6%, Baluchi 2%;
kelompok-kelompok suku Turki seperti Qashqai 1%, dan Turkmen 1%; dan non-Iran,
kelompok non-Turki seperti Armenia, Georgia, Asiria, Sirkasia, dan Arab kurang
dari 3%. Ini ditentukan bahwa Persia adalah bahasa pertama minimal 65% dari
penduduk negara itu, dan merupakan bahasa kedua bagi sebagian besar 35%
sisanya.
Persebaran suku
bangsa dan Agama di Iran.
Estimasi
non-pemerintah lainnya mengenai kelompok selain Persia dan Azerbaijan secara
kasar congruate dengan The World Factbook dan Perpustakaan Kongres. Namun, banyak
estimasi ilmiah dan organisasi mengenai jumlah kedua kelompok berbeda secara
signifikan dari sensus disebutkan. Menurut banyak dari mereka, jumlah etnis
Azerbaijan di Iran terdiri antara 21,6-30% dari total penduduk, dengan
mayoritas pada 25%.c[26]d[27][28][29][30][31] Dalam kasus apapun, populasi
terbesar dari bangsa Azerbaijan di dunia hidup di Iran.
Agama di Iran dan
Ketidakberagamaan di Iran
Secara
historis, agama Proto-Iran dan Zoroastrianisme dan Manichaeisme berikutnya
adalah agama yang dominan di Iran, khususnya selama kekaisaran Median,
Achaemenid, Parthia dan Sassania. Ini berubah setelah jatuhnya Kekaisaran
Sassania oleh penaklukan Islam dari Iran. Iran adalah Sunni sampai konversi
negara (serta orang-orang dari apa yang sekarang negara tetangga Republik
Azerbaijan) ke Islam Syiah dengan pemerintahan dinasti Safawiyah pada abad
ke-16.
Hari
ini, Islam Syiah Dua Belas Imam adalah agama resmi negara, yang dipeluk sekitar
90% sampai 95%[33][34] penduduk. Sekitar 4% sampai 8% dari populasi adalah
Muslim Sunni, terutama Kurdi dan Baloch. Sisanya 2% adalah agama minoritas
non-Muslim, termasuk Kristen, Yahudi, Baha’i, Mandean, Yezidi, Yarsani, dan Zoroaster.
Yudaisme
memiliki sejarah panjang di Iran, kembali ke Penaklukan Achaemenid dari
Babilonia. Meskipun banyak yang meninggalkan Iran pada pembentukan Negara
Israel dan Revolusi 1979, sekitar 8.756 orang Yahudi tetap di Iran, menurut sensus
terakhir. Iran memiliki populasi Yahudi terbesar di Timur Tengah di luar
Israel.
Sekitar
250.000-370.000 orang Kristen berada di Iran,[38][39] dan itu adalah agama
minoritas yang terbesar yang diakui di negara ini. Kebanyakan dari latar
belakang Armenia dengan minoritas yang cukup besar dari Asiria juga.
Kristen,
Yahudi, Zoroastrianisme, dan Islam Sunni secara resmi diakui oleh pemerintah,
dan mendapat kursi di Parlemen Iran. Tapi Agama Bahá’í, yang dikatakan sebagai
agama minoritas terbesar non-Muslim di Iran, tidak secara resmi diakui, dan
telah dianiaya selama keberadaannya di Iran sejak abad ke-19. Sejak Revolusi
1979, penganiayaan Bahai telah meningkat dengan eksekusi, pengingkaran hak-hak
sipil dan kebebasan, dan penolakan akses ke pendidikan tinggi dan pekerjaan.
Pemerintah
belum merilis statistik mengenai ketidakberagamaan. Namun, jumlah penduduk yang
tidak beragama tumbuh dan lebih tinggi di diaspora, terutama di kalangan orang
Amerika Iran.
Kota-kota
utama[sunting | sunting sumber]
Iran
mempunyai tingkat pertumbuhan penduduk di kawasan kota tertinggi di dunia. Dari
tahun 1950 hingga tahun 2002, persenan penduduk kota meningkat dari 27% hingga
60%[48][49]. PBB memperkirakan pada tahun 2030, populasi di kota akan mencapai
80% dari jumlah keseluruhan penduduk Iran[49]. Tumpuan migrasi dalam negeri
pula ialah Teheran yang merupakan kota terbesar di Iran. Teheran mempunyai
penduduk sebanyak 7.160.094, dan kawasan metropolisnya pula sebanyak 14 juta.
Kebanyakan industri Iran bertumpu di kota ini. Di antaranya ialah industri
otomobil, elektronik, dan listrik, pembuatan senjata api, tekstil, dan industri
kimia. Berikut adalah 8 kota terbesar Iran beserta jumlah penduduknya.
Militer
Iran terbagi atas dua pasukan yaitu pasukan militer negara, dan pasukan militer
revolusi. Pasukan militer revolusi berjumlah 545.000 jiwa.[50] Kedua-dua
pasukan bersenjata ini dibawah kendali Menteri Pertahanan, dan Logistik Pasukan
Bersenjata Iran.
Tentara
nasional Iran mempunyai 420.000 prajurit yang terbagi atas tiga angkatan utama
yaitu Angkatan Darat Iran sebanyak 350.000 pasukan, Angkatan Laut Iran sebanyak
18.000 pasukan, dan Angkatan Udara Iran sebanyak 52.000 pasukan.[52] Angkatan
revolusi mempunyai 125.000 pegawai yang terbagi atas lima cabang yaitu Pasukan
Qods (pasukan khusus), Basij (paramiliter), Angkatan Laut Revolusi, Angkatan
Udara Revolusi, dan Angkatan Darat Revolusi.
Angkatan
Basij adalah tentara paramiliter yang mempunyai anggota penuh 90.000 prajurit,
dan juga 30.000 prajurit cadangan ditambah dengan 11 juta pria, dan wanita yang
dapat dimobilisasi.
Kekuatan
tentara Iran dirahasiakan dari pengetahuan umum. Namun, pada beberapa tahun
terakhir, Iran mengumumkan pembangunan beberapa senjata seperti peluru kendali
Fajr-3, peluru kendali Kowsar, peluru kendali Fateh-110, peluru kendali
Shahab-3, dan beberapa pembangunan jentera militer.
Peluru
kendali Fajr-3 berada di antara pembangunan militer Iran yang paling canggih saat
ini, yang dibuat di Iran sendiri, dan menggunakan bendalir minyak untuk
pembakaran bahan api. Julat peluru kendali ini dirahasiakan.
Sebagai
negara yang tua, Iran mempunyai sejarah yang panjang dalam kesenian, musik,
puisi, filsafat, dan ideologi.
Kebudayaan
Iran telah lama memengaruhi kebudayaan-kebudayaan lain di Timur Tengah dan Asia
Tengah. Pada masa pra-Islam, Iran adalah salah satu kekaisaran terkuat di dunia
karena prestasinya menguasai wilayah dari Asia Selatan melewati Timur Tengah
hingga penjuru Balkan di Eropa dan Mesir. Bahasa Persia, salah satu bahasa
tertua di dunia, berdampak kuat pada perkembangan bahasa Armenia, sementara
pemerintahan Koresh yang Agung dicirikan dengan adanya prasasti pertama tentang
hak asasi manusia beserta pemulangan Bani Israil dari Mesopotamia kembali ke
Palestina yang membuatnya dianugerahkan gelar Mesias dan mempengaruhi
perkembangan Alkitab Ibrani.
Setelah
Islam diperkenalkan, bahasa Persia bukannya lenyap seperti yang terjadi pada
bahasa-bahasa lain di Timur Tengah, namun malah menjadi bahasa pertama yang
dapat mendobrak dominasi bahasa Arab dalam budaya Islam. Kebanyakan karya tulis
Arab diterjemahkan ke dalam bahasa Persia sebelum diterjemahkan lagi ke
bahasa-bahasa lain, dan literatur orisinil Persia juga berkembang pesat;
Shahnameh, sebuah karya mengenai sejarah negara Iran yang ditulis Ferdowsi
adalah salah satu contoh.
Setelah
budaya Arab meredup pada akhir Zaman Kejayaan Islam, Iran menjadi tempat
perantara budaya Islam sebelum disebarkan ke Asia Tengah dan Asia Selatan;
alhasil, bahasa Persia menjadi bahasa kelas atas di daerah sana, paling tidak
sampai Bangsa Turk mulai mendominasi kawasan Asia Tengah dan Eropa, dan mereka
sekalipun juga terpengaruh, ditunjukkan oleh bahasa Turki Utsmaniyah, di mana
setengah dari kosakatanya adalah kata serapan dari bahasa Persia.
Kesusasteraan
Iran juga tidak kurang hebatnya. Sastrawan Iran yang terkenal ialah Rumi, dan
Saadi. Mereka merupakan ahli Sufi, dan banyak menyumbang dalam puisi-puisi
Sufi.
Batas Wilayah Negara
Iran
Batas Negara Republik
Islam Iran
جمهوری اسلامی ايران /
Jomhūrī-ye Eslāmī-ye Īrān (Bahasa Persia)
Iran
terletak di Benua Asia Barat Daya, dengan batas wilayah :
Sebelah
utara :  Negara Armenia, Azerbaijan, Laut
Kaspia.
Sebelah
timur laut :        Negara Turkmenistan.
Sebelah
timur :  Negara Afghanistan.
Sebelah
tenggara :  Negara Pakistan.
Sebelah
selatan :  Oman dipisahkan oleh Teluk
Oman.
Sebelah
barat daya :  Negara Uni Emirat Arab dan
Saudi Arabia dipisahkan oleh Teluk Persia.
Sebelah
barat :  Negara Irak.
Sebelah
barat laut :  Negara Turki.
Referensi : https://id.wikipedia.org/wiki/Iran,
https://halokawan.com/batas-wilayah-negara-tetangga-iran/



Letak, Luas, Batas Wilayah, Keadaan Alam, dan Keadaan Penduduk Siprus

Letak, Luas, Batas Wilayah, Keadaan Alam, dan Keadaan Penduduk Yordania