MAKALAH GENETIK


MAKALAH

GENETIK

Di ajukan
untuk memenuhi salah satu tugas

BIOLOGI

SMAS ST THOMAS AQUINAS WEETABULA

OLEH :

ANDRIANTO
STEFANUS GELI

PROGRAM STUDI S1-KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MITRA KENCANA

KOTA TASIKMALAYA

KATA
PENGANTAR

Alhamdulillah penyusun haturkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan
karunia-Nya jualah penyusun dapat menyelesaikan 
tugas pembuatan makalah yang berjudul “Genetik” guna memenuhi tugas mata
kuliah Ilmu Politik dan Masalah Kesehatan.

Penyusun sangat menyadari, bahwa dalam makalah ini masih banyak kekurangan
maupun kesalahan, untuk itu kepada para pembaca yang budiman harap memaklumi
adanya mengingat keberadaan penyusunlah yang masih banyak kekurangannya. Dalam
kesempatan ini pula penyusun mengharapakan kesediaan pembaca untuk memberikan
saran yang bersifat perbaikan, yang dapat menyempurakan isi makalah ini dan
dapat bermanfaat dimasa yang akan datang.

Ucapan terimakasih sangat perlu penyusun haturkan kepada dosen mata kuliah
Ilmu politik dan Masalah Kesehatan, sekaligus sebagai pembimbing dalam
pembuatan makalah ini, semoga atas atas kebesaran hati dan kebaikan beliau
mendapat rahmat dari Allah SWT. Amin

Akhir kata semoga makalah ini dapat membawa wawasan, khususnya bagi
penyusun dan umumnya bagi para pembaca yang budiman.

                                                                                        Takmalaya,
Desember 2012

                                                                                                      Penyusun

DAFTAR ISI

                                                                                                                                   halaman

KATA
PENGANTAR
………………………………………………………..…..….   i

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………   ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang……………………………………………………………..   1
1.2 Tujuan………………………………………………………………………  1

BAB II PEMBAHASAN

2.1  Pengertian genetik ……………….………………….…..………………….  2

2.2  Sejarah Perkembangan…………… ………..….…………………………..   2

2.3  Masalah Kesehatan ………………….…………………..………………… 4

BAB III PENUTUP

3.1  Kesimpulan………….……………..…………………………………….… 10

DAFTAR PUSTAKA

 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Genetika adalah ilmu pengetahuan dasar dalam usaha
penyediaan bibit tanaman maupun ternak yang unggul dalam bidang pertanian dan
perternakan, dibidang kedokteran dalam hal ini lingkup ilmu genetika sangat
luas membahas masalah peranan kromosom, pewarisan sifat genetik dan antropologik,
terjadinya cacat mental dan fisik yang disebabkan oleh kromosom. Timbulnya
penyakit akibat kesalaha metaboisme bawaan,respon tubuh terhadap obat,
tranplantasi, penyakit autoimun dan golongan darah, keturunan pada
kanker,diagnisis kelainan genetik sebelum bayi lahir, identifikasi bayi
teryukar ataupun adopsi.

1.2  Tujuan

Genitika perlu dipelajari, agar kita dapat mengetahui
sifat-sifat keturunan kita sendiri serta setiap makhuk hidup yang berada
dilingkungan kita.

 

BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian

Genetika
disebut juga ilmu keturunan, berasal dari kata genos (bahasa latin), artinya
suku bangsa-bangsa atau asal-usul. Secara “Etimologi”kata genetika berasal dari
kata genos dalam bahasa latin, yang berarti asal mula kejadian. Namun, genetika
bukanlah ilmu tentang asal mula kejadian meskipun pada batas-batas tertentu
memang ada kaitannya dengan hal itu juga. Genetika adalah ilmu yang mempelajari
seluk beluk alih informasi hayati dari generasi kegenerasi. Oleh karena cara
berlangsungnya alih informasi hayati tersebut mendasari adanya perbedaan dan
persamaan sifat diantara individu organisme, maka dengan singkat dapat pula
dikatakan bahwa genetika adalah ilmu tentang pewarisan sifat .Dalam ilmu ini
dipelajari bagaimana sifat keturunan (hereditas) itu diwariskan kepada anak
cucu, serta variasi yang mungkin timbul didalamnya.

2.2  Sejarah Perkembangan

Sejarah
perkembangan genetika sebagai ilmu pengetahuan dimulai menjelang akhir abad ke
19 ketika seorang biarawan austria bernama Gregor Johann Mendel berhasil
melakukan analisis yang cermat dengan interpretasi yang tepat atas hasil-hasil
percobaan persilangannya pada tanaman kacang ercis (Pisum satifum).
Sebenarnya, Mendel bukanlah orang pertama yang melakukan percobaan- percobaan
persilangan. Akan tetapi, berbeda dengan para pendahulunya yang melihat setiap
individu dengan keseluruhan sifatnya yang kompleks, Mendel mengamati pola
pewarisan sifat demi sifat sehingga menjadi lebih mudah untuk diikuti.
Deduksinya mengenai pola pewarisan sifat ini kemudian menjadi landasan utama
bagi perkembangan genetika sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan, dan Mendelpun
di akui sebagai bapak genetika.

Karya Mendel
tentang pola pewarisan sifat tersebut dipublikasikan pada tahun 1866 di Proceedings
of the Brunn Society for Natural History
. Namun, selama lebih dari 30 tahun
tidak pernah ada peneliti lain yang memperhatikannya. Baru pada tahun 1900 tiga
orang ahli botani secara terpisah, yaitu Hugo de Vries di belanda, Carl Correns
di jerman dan Eric von Tschermak-Seysenegg di Austria, melihat bukti kebenaran
prinsip-prinsip Mendel pada penelitian mereka masing-masing. Semenjak saat itu
hingga lebih kurang pertengahan abad ke-20 berbagai percobaan persilangan atas
dasar prinsip-prinsip Mendel sangat mendominasi penelitian di bidang genetika.
Hal ini menandai berlangsungnya suatu era yang dinamakan genetika klasik.

Selanjutnya,
pada awal abad ke-20 ketika biokimia mulai berkembang sebagai cabang ilmu
pengetahuan baru, para ahli genetika tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang
hakekat materi genetik, khususnya mengenai sifat biokimianya. Pada tahun
1920-an, dan kemudian tahun 1940-an, terungkap bahwa senyawa kimia materi
genetika adalah asam dioksiribonekleat (DNA). Dengan ditemukannya model
struktur molekul DNA pada tahun1953 oleh J.D.Watson dan F.H.C. Crick dimulailah
era genetika yang baru, yaitu genetika molekuler.

Perkembangan
penelitian genetika molekuler terjadi demikian pesatnya. Jika ilmu pengetahuan
pada umumnya mengalami perkembangan dua kali lipat (doubling time) dalam satu
dasa warsa, maka hal itu pada genetika molekuler hanyalah dua tahun. Bahkan,
perkembangan yang lebih revolusioner dapat disaksikan semenjak tahun 1970-an,
yaitu pada saat dikenalnya teknologi manipulasi molekul DNA atau teknologi DNA
rekombinan atau dengan istilah yang lebih populer disebut rekayasa genetika.

Saat ini
sudah menjadi berita biasa apabila organisme- organisme seperti domba, babi dan
kera, didapatkan melalui teknik rekayasa genetika yang disebut kloning .
sementara itu, pada manusia telah di lakukan pemetaan seluruh genom atau
dikenal sebagai proyek genom manusia (human genom project), yang
diluncurkan pada tahun 1990 dan diharapkan selesai pada tahun 2005. ternyata
pelaksaan proyek ini berjalan justru lebih cepat dua tahun dari pada jadwal
yang telah ditentukan.

2.3  Masalah Kesehatan

Masalah kesehatan dan penyakit yang timbul akibat
faktor genetik lebih banyak disebabkan kurang paham terhadap penyakit genetik,
disamping sikap penolakan karena faktor kepercayaan. Agar masyarakat dapat
berprilaku genetik yang sehat diperlukan intervensi pendidikn kesehatan
disertai upaya pendekatan kepada pengambil keputusan (tokoh agama, tokoh
masyarakat dan penguasa wilayah).

Penyakit
keturunan pada manusia atau terjadi karena adanya penyakit kelainan genetik
yang diturunkan orangtua kepada anaknya. Penyakit turunan seperti ini tidak
bisa bisa dihindari keberadaannya. Dalam hal ini, faktor genetik dari orangtua
ada yang hanya beraksi sebagai pembawa sifat saja. Penyakit tersebut baru
menampakkan diri setelah dipicu lingkungan dan gaya hidup seseorang.

Dibawah ini
ada beberapa penyakit keturunan yang diturunkan orang tua :

1.     Alergi
Salah satu penyebab alergi adalah faktor keturunan. Orang tua yang menderita
penyakit alergi, kemungkinan besar alergi tersebut akan diturunkan pada
anaknya. Alergi bisa menimbulkan bermacam-macam reaksi, bahkan beberapa di
antaranya bisa mengancam hidup anak anda.

Penyakit Alergi dipicu oleh alergen yang bisa berupa alergen hirup (tungau
debu), makanan, dan alergen suntik (gigitan serangga atau suntikan). Umumnya,
gejala yang muncul ketika seseorang terkena alergi adalah bersin terus-menerus,
batuk-batuk, kulit memerah atau gatal-gatal, dan sebagainnya.

2.     
Obesitas/
Kegemukan

Obesitas
atau kegemukan terjadi ketika ada penimbunan lemak pada tubuh seseorang secara
berlebihan. Orang yang menderita obesitas biasanya sulit mengendalikan nafsu
makannya. Salah satu penyebabnya adalah faktor gen atu keturunan. Gen menurun
tersebut menyebabkan fungsi penahan nafsu makan tidak bekerja dengan baik.

3.      Buta Warna

Buta warna
dapat diartikan sebagai keabnormalan yang terjadi pada indra penglihatan
seseorang karena sel-sel kerucut mata telah rusak sehingga tidak mampu
menangkap suatu spektrum warna tertentu. Ketidakmampuan sel-sel ini bekerja
diakibatkan oleh faktor genetik yang berasal dari orangtua penderita.

4.     Asma
Asma adalah Penyakit Genetik pada manusia yang berupa menyempitnya saluran
pernafasan. Asma bisa timbul bila dipicu oleh adanya suatu alergen
disekitarnya. Selain itu sekitar 30 persen penyakit asma disebabkan oleh
turunan dari orangtuanya. Namun pada beberapa orang yang asmanya terkontrol
dengan baik, bisa hilang saat menjelang dewasa.

Salah satu
cara untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut menurun ke generasi berikutnya
adalah dengan melakukan pemeriksaan lengkap sebelum menikah. Karena dari
pemeriksaan ini akan diketahui apakah keduanya memiliki gen penyakit yang
diturunkan ke anaknya kelak atau tidak sehingga bisa lebih siap menghadapinya.

Meski asma
tergolong dalam penyakit turunan, namun penelitian yang dilakukan di Indonesia
menyatakan bahwa hanya 30% penderita asma yang keluarganya menderita asma.
Selain itu, diduga bahwa faktor ibu lebih banyak menurunkan asma kepada anaknya
dibanding faktor ayah.

5.      Penyakit
Albino

Penyakit
Albino sering ditandai dengan tampak kulit, rambut putih yang tidak wajar. Hal
ini disebabkan hilangnya pigmen atau melanin pada rambut, mata, dan kulit
penderita. Pigmen sendiri adalah zat warna yang dimiliki oleh manusia, hewan,
dan tumbuhan.

Penyakit
albino diturunkan dari gen orang tua kepada anaknya. Pada umumnya, penderita
albino lahir dari orangtua yang punya gangguan dalam hal produksi melaninnya.
Orang yang memiliki gen albino, tubuhnya tidak dapat memproduksi pigmen
melanin. Namun, apabila gen yang diturunkan orangtua hanya sebagai pembawa
sifat, anaknya tidak akan memiliki memiliki gen albino.

6.      Kanker
Payudara

Inilah
penyakit yang paling ditakuti kaum perempuan. Namun, kanker payudara juga bisa
mengancam kaum laki-laki. Kanker ini menyerang jaringan payudara. Gejala yang
biasa dialami oleh penderita kanker ganas ini umumnya kulit pada payudara atau
puting berwarna kemerahan, bersisik, atau menebal.

Selain itu,
keluar cairan/carah dari puting selain ASI. Yang paling kentara adalah adanya
benjolan atau bengkak di sekitar payudara. Jika Anda mengalami gejala demikian,
sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Dikatakan
sebagai kanker payudara apabila terdapat perubahan/mutasi tertentu pada DNA sel
payudara. Penyebab munculnya kanker payudara ini belum dapat dipastikan. Namun
ada beberapa faktor yang diduga berperan dalam timbulnya kanker payudara, salah
satunya adalah faktor genetik.

7.      Tekanan
Darah Tinggi

Tekanan
darah tinggi atau hipertensi adalah penyakit keturunan pada manusia 
dimana penyakit ini karena meningkatnya tekanan darah di atas normal. Penyakit
turunan ini sering tidak disadari karena tidak adanya gejala apa pun.

Untuk
mengetahui penyakit ini, dilakukan pengukuran tekanan darah. Jika tidak segera
diobati, penyakit ini akan meningkatkan risiko terkena stroke atau serangan
jantung.

Menurut para
ahli, penyakit ini berisiko diturunkan. Jika salah satu orangtua memiliki
tekanan darah tinggi, anaknya pun berisiko terhadap penyakit hipertensi. Rasio
tekena penyakit hipertensi ini sekitar 15 % atau bisa juga lebih.

8.      Kolesterol
Tinggi

Salah satu
dari sekian macam-macam penyakit keturunan adalah kolesterol tinggi. Dalam
sebuah keluarga, terkadang ada anggota keluarga yang memiliki kadar koleterol
tinggi. Keadaan seperti ini dalam ilmu kedokteran disebut Familial
Hypercholesterolaemenia
. Keadaan ini diakibatkan perubahan gen ketika lemak
tidak mengalami metabolisme yang baik dalam darah sehingga menumpuk di arteri.

Familial
Hypercholesterolaemenia
(FH) merupakan satu contoh dari sifat genetik yang
dominan. Maksudnya, seseorang membutuhkan hanya satu gen abnormal untuk
memiliki kondisi tersebut. Penyakit ini memiliki risiko diturunkan. Jika salah
satu dari orangtua mengidap kolesterol tinggi, anaknya akan berisiko 50%
terjangkit penyakit tersebut.

9.     Hipotiroid
Salah satu dari macam-macam penyakit keturunan adalah hipotiroid. Penyakit
hipotiroid terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup hormon tiroksin.
Gejala yang muncul dari penyakit ini antara lain sering kelelahan dan mengalami
penurunan berat badan. Penyakit ini lebih rentan terjadi pada perempuan.

Menurut para
ahli, penyakit ini memiliki risiko diturunkan. Jika memiliki saudara atau ibu
dengan tiroid yang kurang aktif, maka akan lebih berisiko 20 kali lebih besar
untuk terkena penyakit ini.

10.  Gangguan Bipolar

Salah stub
dari macam-macam penyakit keturunan adalah gangguan biopolar. Penyakit gangguan
biopolar adalah suatu kondisi yang mengakibatkan depresi yang dipicu karena
stress. Penyakit ini diduga diakibatkan karena ketidakseimbangan zat kimia di
otak atau bisa juga karena pengaruh genetik.

Penyakit
gangguan biopolar berisiko diturunkan. Jika salah satu orangtua memiliki
penyakit ini, maka risiko turunnya penyakit ini kepada anaknya sebesar 15%.

11. Diabetes
Salah satu dari macam-macam penyakit keturunan adalah diabetes. Penyakit
ini memiliki risiko yang tinggi diturunkan jika dalam suatu keluarga terdapat
anggota keluarga yang mengidap penyakit diabetes. Jika salah satu orangtua
mengidap diabetes, risiko penyakit tersebut diturunkan sebesar 15%.

Namun, risiko
lebih besar terjadi jika kedua orangtua mengidap penyakit diabetes, jika kedua
orangtua mengidap penyakit diabetes, risiko turunnya penyakit tersebut sebesar
70 %. Namun, harus diperhatikan juga bahwa faktor lain seperti kegemukan, malas
berolahraga, dan pola makan yang tidak sehat akan meningkatkan risiko diabetes.

12. Osteoarthiritis
Osteoarthiritis adalah penyakit sendi yang diakibatkan keuasn sendi. Penyakit
Osteoarthiritis ini pun merupakan salah satu keluarga besar penyakit arthritis
yang paling sering terjadi. Penyakit ini mepengaruhi sekitar 80% orang pada
suatu waktu dalam kehidupan mereka.
Banyak orang yang menganggap bahwa penyakit Osteoarthiritis ini merupakan
penyakit keturunan. Namun menurut ahlinya, penyakit ini dalan sekali
diwariskan. Biasanya, penyakit ini terjadi akibat keausan pada sendi.

13. Parkinson
Gejala penyakit parkinson tidak banyak diketahui. Pada banyak kasus yang
terjadi, awal dari penyakit parkinson ini diawali dengan gemetar pada bagian
tangan ketika sedang beristirahat. Panyakit ini memiliki kecenderungan
diturunkan meskipun faktor genetik tidak memegang peranan utama.

Menurut para
ahli, penyakit parkinson ini berisiko diturunkan. Jika memiliki orangtua,
saudara, atau kerabat dekat dengan gangguan dengan gangguan parkinson, maka dua
kali lipat lebih mungkin mengalami penyakit yang sama.

Itulah
macam-macam penyakit keturunan pada manusia. Semoga artikel ini dapat
bermanfaat bagi Anda dan dapat mengidentifikasi secara dini berbagai penyakit
keturunan jika orang tua memiliki salah satu penyakit genetik seperti di atas.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Genetika adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk alih
informasi hayati dari generasi kegenerasi.

Sejarah perkembangan genetika sebagai ilmu pengetahuan
dimulai menjelang akhir abad ke 19 ketika seorang biarawan austria bernama
Gregor Johann Mendel berhasil melakukan analisis yang cermat dengan
interpretasi yang tepat atas hasil-hasil percobaan persilangannya pada tanaman
kacang ercis (Pisum satifum).

Masalah kesehatan dan penyakit yang timbul akibat
faktor genetik lebih banyak disebabkan kurang paham terhadap penyakit genetik,
disamping sikap penolakan karena faktor kepercayaan. Contoh penyakit yang
ditimbulkan oleh faktor genetik diantaranya Alergi, obesitas, buta warna, asma,
penyakit albino, kanker payudara, Hipertensi, kolesterol tinggi, hipotiroid,
diabetes dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous.2002. Genetika Dasar. http www.Buletin AgroBio.co.id. Diakses tanggal 3 Desesmber 2012.

www.google.com

Keuntungan-Keuntungan Dalam Menggunakan Teknologi Teleschool

1.    Keuntungan-Keuntungan Dalam Menggunakan Teknologi Teleschool Dengan adanya penggunaan teknologi ini dalam dunia pendidikan dapat memberikan dampak positif atau keuntungan bagi sekolah, orang tua dan siswa, adapun keuntungan-keuntungannya sebagai berikut: 1)     ...

Pengertian dan Faktor Kedisiplinan Siswa

 Pengertian dan Faktor Kedisiplinan Siswa 1.    Pengertian Kedisiplinan Siswa Masalah disiplin merupakan suatu hal yang sangat penting bagi lembaga pendidikan. Karena disiplin sangat penting, maka sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan dan merupakan salah satu...

Bukan Jamannya Lagi Income Kita Hanya Bergantung pada Perusahaan di Era Crypto Evolution

Follow @HediSasrawan Lock posisis gratis ke Thailand CryptoWorldEvolution, CWE, register cryptoworldrobot.com founder terbaikGratis Support untuk leader Asia Hero Team yg Prominer dan berhasil mengsponsori langsung 3 Prominer dalam bulan Februari iniTiket Event...

Ginjal Manusia (Artikel Lengkap) | Hedi Sasrawan

Follow @HediSasrawan Ginjal adalah sepasang organ berbentuk seperti kacang merah di belakang rongga perut manusia. Pada orang dewasa, panjangnya sekitar 11 cm. Ginjal menerima darah dari arteri ginjal dan mengeluarkannya ke vena ginjal. Setiap ginjal tersambung dengan...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *