in

Mendadak Nge-kost? Intip 5 Tips Ini Supaya Dapat Kosan Nyaman dan Mudah dalam Waktu Singkat

                                                                                                                                                  foto by unsplash.com

Eits, tenang judul di atas bukan judul
film saingan-nya Mendadak Dangdut, tapi kebayang kan bagaimana rasanya kalau
kamu harus mendadak ngekost. Cari kost-kosan aja buat sebagian orang baik
mahasiswa atau pekerja kantoran yang merantau atau jauh dari rumah sudah
pusing, eh ini pakai ada kata “mendadak”. Mencari kosan jauh-jauh hari
sebelum masuk kuliah atau kerja mungkin hal biasa, tapi apa jadinya kalau kamu terpaksa mendadak harus nge-kost atau mencari kosan dalam waktu singkat
seperti yang pernah saya alami dulu. Singkat cerita dulu saya dipindahtugaskan
dari mining site di Banjarmasin ke project civil site di
Jakarta. Saya cuma dikasih waktu sekitar 2 minggu untuk masuk kerja di lokasi
baru tersebut yang lokasinya di Jakarta Selatan sementara rumah saya di Jakarta
Utara. Dulu itu sekitar akhir tahun 2012 saat Transjakarta belum punya banyak
koridor dan belum ada Gojek atau Grab. Butuh waktu 2 jam dari rumah saya di
Marunda untuk mencapai Kuningan, Jakarta Selatan. Kebayang kan kayak apa
capeknya kalau saya harus bolak-balik Marunda-Kuningan setiap hari. Akhirnya
opsi terbaiknya adalah mencari kost-kosan di sekitaran Kuningan.

Hal yang sama juga terjadi baru saja
minggu ini pada adik saya yang sedang kuliah di salah satu universitas negeri
di Bandung. Karena dampak pandemi COVID-19, kost-kosan tempat dia nge-kost sejak
setahun lalu jadi mahasiswa mendadak sepi. Sudah hampir 5 bulan tidak ada
satupun penghuni kosan yang kembali ke kosan tersebut, begitupun adik saya.
Akhirnya pemilik kosan memutuskan untuk merenovasi kosan karena ada
beberapa kamar yang sudah lama tidak ditinggali dinding-dindingnya berjamur.
Lucunya penghuni kosan tersebut meminta semua penyewa kost termasuk adik saya
pindah sementara dengan keringanan biaya. Kebetulan adik saya sih memang bulan
ini habis kontraknya, cuma kan kalang kabut karena pemilik kost meminta adik
saya mengosongkan kosan dalam waktu 3 hari. Nah, kebayang kan bagaimana
pusingnya dia mencari kosan baru untuk memindahkan barang-barangnya. Nah,
jika diantara kalian ada yang mengalami hal yang sama seperti saya dan adik
saya, ini saya sharing lima tips mencari kosan nyaman dan mudah dalam waktu
singkat.

 

1.  Tentukan
Bujet

 

Meskipun mendadak, kita tetap harus
memikirkan bujet untuk nge-kost. Kosan jaman sekarang sistem-nya ada yang
pembayarannya per hari, per bulan atau per tahun. Jaman saya dulu masih banyak
kosan yang mau dibayar per bulan, beda dengan dengan saat adik saya mencari
kosan. Kebanyakan kosan tersebut meminta penyewa membayar langsung setahun.
Tentukan bujet sesuai pemasukan kamu atau orang tua. Jangan sampai gaji kamu
hanya habis buat bayar kosan. Prinsip saya, karena kosan dipakai hanya untuk
tidur setelah lelah pulang kantor, saya tidak perlu mencari kosan yang
terlalu mewah dan mahal, asalkan nyaman saya pasti akan pilih kosan tersebut.
Tips dari saya, baiknya pilih kosan yang bayarnya per bulan, karena jika
ditengah jalan kamu bosan atau terpaksa mendadak pindah lagi kamu tidak rugi
dengan uang kosan yang sudah dibayarkan setahun (jika sudah telanjur bayar
tahunan).

 

2.  Pilih
Lokasi yang Tepat

 

Setelah bujet, hal paling penting yang
perlu dipikirkan adalah lokasi. Seberapa jauh jarak dari kosan ke kantor atau
ke kampus. Kalau bisa cari yang lokasinya bisa ditempuh dengan berjalan kaki
supaya hemat ongkos hitung-hitung olahraga kan, apalagi di masa pandemi begini
kan butuh banyak exercise supaya tetap sehat hehehe. Dulu saya
mencari kosan di Kuningan termasuk yang agak sulit, karena mostly kosan
di area tersebut banyak masuk-masuk ke daerah perumahan padat penduduk dan
butuh jalan kaki untuk mencapai jalan utama Rasuna Said, Kuningan. Untungnya
saya ketemu sama kosan yang hanya butuh waktu sekitar 10 menit berjalan kaki
menuju jalan utama dan 15 menit dengan kendaraan umum atau ojek menuju
lokasi project site. Sementara adik saya yang berada di lingkungan
kampus lebih mudah mencari kosan. Ada begitu banyak kosan di sekitaran
kampusnya yang hanya perlu ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 10-15 menit.
Khusus untuk area kampus, biasanya semakin dekat kosan dengan kampus semakin
mahal harganya. Ingat-ingat kembali poin nomor satu, kalau bujet kamu terbatas,
kamu bisa melipir agak jauh sedikit dari kampus asalkan tetap pertimbangkan
waktu tempuh. Jangan sampai kamu telat ikut kelas dosen favorit karena kelamaan
nunggu angkot hehehe…

 

3.  Cek
Lingkungan Sekitar Kosan

 

Percuma kalau kamu tinggal di kosan
mewah dan nyaman tapi susah cari makan. Nah ini juga harus jadi bahan
pertimbangan ya. Cari kost yang akses ke lokasinya at least ramai,
kalau bisa tidak melalui gang sempit atau jalan setapak untuk menghindari
hal-hal tak terduga seperti perampokan atau penculikan. Cek juga apakah di
sekitar kost ada apotik atau dekat dengan puskesmas atau rumah sakit, in
case
 tengah malam kamu atau teman sebelah kamar kamu sakit dan butuh
dibawa ke dokter. Jangan juga cari juga kost yang lingkungannya terlalu ramai.
Misalkan diseberangnya ada pos karang taruna atau pos RT, biasanya malam-malam
suka ramai remaja RT ngumpul disana dan bisa jadi mengganggu ketenangan kamu
kan. Kosan yang berada di dalam perumahan menurut saya lebih baik daripada
yang langsung berada di pinggir jalan raya. Selain tidak bising kendaraan,
tidur juga bisa lebih nyaman. Untuk menghemat waktu, kamu bisa cek di beberapa platform online pencari kost seperti http://www.flokq.com atau http://www.yukstay.com, di kedua platform pencari kost ini dilengkapi dengan fitur peta yang menampilkan lingkungan di sekitar kosan yang kamu pilih bahkan lengkap dengan panduan berupa shopping area guide, restaurant & bars guide sampai nightlife location pun ada. 

photo by flokq.com

 

photo by https://yukstay.com

4.  Perhatikan
Seluruh Fasilitas yang Ada

 

Kosan memang normalnya seperti tempat
singgah, seperti prinsip saya “hanya untuk tempat tidur”. Pun adik saya yang
kuliah merasa begitu. Karena ada waktu-waktu dimana dia dan teman-teman
sekelasnya kumpul bersama demi mengerjakan tugas di salah satu rumah atau
kost-an temannya yang lain. Ujung-ujungnya kost-nya nggak dipakai. Saya pun
sering banget lembur atau pulang malam setelah hangout bersama
teman kerja, jadi ya memang hanya sebagai “tempat tidur”. Meskipun begitu
jangan hanya memikirkan kamar dan matras-nya yang harus bagus ya. Pikirkan juga
fasilitas di dalam kosan tersebut. Ada kosan yang bentuknya hunian dengan
kamar-kamar (Co-Living Spaces), ada juga yang satu bangunan dikhususkan untuk kosan. PIlih kamar
yang kamar mandi di dalam kalau bisa jadi tidak antre dengan penghuni lain jika
kebelet buang air. Kalaupun kepentok bujet dan terpaksa pilih kosan dengan
kamar mandi di luar, pastikan kamar mandinya bersih dan pemilik mewajibkan
semua penghuni kosan menjaga kebersihan dengan memberikan jadwal piket
bergilir seperti di kosan tempat adik saya. Pikirkan juga fasilitas tambahan
seperti dapur, TV kabel, wi-fi gratis, parkiran (kalau harus membawa kendaraan pribadi), sinyal ponsel
(ini penting banget! Cek sinyal di ponsel kalian saat berkunjung, pastikan ada
sinyal yang kuat disana. Nggak mau kan udah enak-enak rebahan tapi nggak bisa
teleponan sama pacar hehehe). Kalau dikosan saya dulu ada fasilitas tambahan
berupa tukang cuci gosok yang dibayarnya perbulan patungan oleh semua penghuni
kost. Jadi lumayan meringankan beban menyetrika pakaian.

 

Memperhatikan fasilitas memang agak
menyita waktu, apalagi waktu jaman saya di 2012 lalu saya harus berkeliling survei dari satu kost ke kost lain untuk melihat seperti apa kamar dan fasilitas yang
tersedia. Seiring berkembang-nya jaman, sekarang ada banyak sekali platform
online
 yang bisa kamu pakai untuk melihat seperti apa isi di dalam
kost-an yang kamu inginkan seperti 
https://www.infokost.idhttps://www.cari-kos.comhttps://www.babekost.comatau https://www.sewakost.com

Website-website tersebut
menawarkan beragam pilihan kosan mulai dari kosan rumah hunian, apartemen,
kontrakan sampai villa yang disewakan pun ada. Tampilan web-nya pun
termasuk user-friendly dan menunjukkan fasilitas kosan dengan lengkap mulai dari fasilitas pribadi, fasilitas umum sampai fasilitas di lingkungan terdekat. Platform seperti https://sewakost.com dan https://babekost.com memudahkan pengunjung dengan memberikan marking pada fasilitas yang tersedia atau tidak tersedia di kosan tersebut. Sementara https://cari-kos.com malah memberikan info promosi tambahan berupa fasilitas umum gratis yang setara dengan nilai uang ratusan ribu yang cukup menggiurkan pengunjung situs untuk menyewa kost melalui platform tersebut. Menarik sekali dan memang adanya platform seperti ini lumayan membantu kamu yang tidak punya waktu banyak untuk
survei fasilitas kosan yang kamu inginkan.

 

 

5.  Gunakan
Aplikasi Pencari Kost

 

Membuka platform online atau website penyedia info kosan memang memudahkan, tapi ternyata sekarang ada lho cara yang lebih mudah lagi
untuk mencari kosan yang nyaman dalam waktu singkat, hanya lewat genggaman tangan alias aplikasi ponsel. Yup, aplikasi pencari
kosan sekarang juga sudah banyak. Salah satu yang saya pakai saat membantu
mencari kosan adik saya itu RedDoorz App dari www.reddoorz.com. RedDoorz sudah terkenal sekali namanya sebagai salah satu situs online hotel booking yang kini merambah ke ranah kosan. 

photo by me

Reddoorz App
ini menyediakan fitur terbaru namanya
Kost RedDoorz. “Kost di RedDoorz” ini
berbeda dari fitur sebelumnya “KoolKost”. Kalau “
Kost di RedDoorz” minimal
booking 1 bulan dan bisa survei langsung bersama tim dari RedDoorz, sementara
“KoolKost” bisa
booking harian hanya saja tidak bisa survei langsung. Tampilan
aplikasinya menarik dan sangat
user-friendly menurut saya. Saat pertama kali
masuk aplikasinya kita langsung bisa
search tanggal stay dan sudah otomatis
terblok 1 bulan, jadi tidak perlu
tick satu-satu tanggal yang kita mau. Lokasi
kosan yang tersedia juga tersebar di hampir semua kota besar seperti Jakarta,
Bandung, Jogja, Surabaya dan Bali. Kosan yang tersedia pun beragam mulai daro Co-Living Spaces sampai ke Serviced Residences seperti apartemen. Udah gitu kalau booking via “
Kost di RedDoorz” ini tidak ada Security Deposit dan bisa menjadwalkan tanggal survei dengan mudah plus hanya bayar DP 10% di awal. 

 

Di dalam aplikasinya pun dilengkapi dengan info fasilitas sampai amenities yang disediakan masing-masing kosan. Ditambah dengan estimasi jarak dari fasilitas umum terdekat juga dengan tips-tips mengisi weekend activities yang bisa dilakukan di sekitaran kosan. Menarik dan mudah banget kan aplikasinya!


Nah, itulah 5 tips mencari kosan yang nyaman dan mudah dalam
waktu singkat versi saya. Semoga membantu kalian yang mendadak harus cari kost
ataupun pindah kost. Tips ini juga sebenarnya berguna kok untuk siapapun yang
sedang atau akan mencari kosan tidak dalam waktu dekat. Intinya manfaatkanlah
teknologi yang ada untuk menghemat waktu dan cari waktu untuk tetap survei jika
sudah mendapatkan kost yang diinginkan. Happy “Kost” Hunting!

*tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti Blog Contest RedDoorz Indonesia

Hangout di PAPA’S QUEEN cafe

Marlo Kitchen by Chef Norman, Bandung