Migrasi dan Urbanisasi sebagai Bentuk Interaksi Spasial

Migrasi adalah suatu bentuk respons dari orang-orang dengan alasan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Migrasi menuju perkotaan disebabkan oleh faktor daya tarik perkotaan dan faktor pendorong dari kawasan pedesaan. Akibatnya, wilayah perkotaan tidak mampu menampung kedatangan penduduk dari berbagai daerah lainnya.

Konsep migrasi menurut BPS adalah proses berpindahnya penduduk dari suatu tempat ke tempat lain yang melewati batas wilayah tertentu. Berdasarkan pengertian migrasi tersebut, maka muncul beberapa istilah migrasi sebagai turunannya yaitu :

  1. Migrasi antar desa, yaitu perpindahan penduduk yang melewati batas desa.
  2. Migrasi antar kota/kabupaten yaitu yaitu perpindahan penduduk yang melewati batas kota atau kabupaten.
  3. Migrasi antar provinsi yaitu perpindahan penduduk yang melewati batas provinsi, Migrasi antar provinsi dibagai menjadi 3 jenis yaitu migran semasa hidup, migran risen, migran total. Migran semasa hidup adalah penduduk yang pindah dari tempat kelahirannya ke tempat tinggal yang sekarang. Migran risen adalah penduduk yang pindah melewati batas provinsi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir sebelum pencacahan. Migran total adalah penduduk yang pindah antar daerah, tanpa memperhatikan kapan pindahnya, sehingga provinsi tempat tinggal sebelumnya berbeda dengan provinsi tempat tinggalnya sekarang.

Beberapa konsep dan definisi migrasi juga diungkapkan BPS antara lain :

  1. Migrasi masuk adalah banyaknya migran yang masuk ke suatu provinsi per 1000 penduduk provinsi tersebut
  2. Migrasi keluar adalah banyaknya migran yang keluar dari suatu provinsi per 1000 penduduk provinsi tersebut.
  3. Angka migran netto adalah banyaknya jumlah migran masuk dikurangi jumlah migran keluar per 1000 penduduk provinsi tersebut.

Bentuk Migrasi

Migrasi dibedakan dalam 3 bentuk yaitu :

  1. Suburbanisasi
  2. Kontra Urbanisasi
  3. Urbanisasi

Bentuk migrasi yang pertama adalah dari kota menuju pinggiran kota atau disebut sub-urbanisasi. Proses sub-urbanisasi adalah salah satu proses pengembangan wilayah yang semakin menonjol dan akan semakin berpengaruh nyata di dalam proses penataan ruang di sekitar wilayah perkotaan. Proses ini dipandang sebagai perluasan wilayah urban ke wilayah pinggir kota. Suburbanisasi juga diartikan sebagai proses terbentuk permukiman baru dan kawasan industri di pinggir wilayah perkotaan. Dampak sub-urbanisasi melahirkan fenomena kompleks antara lain akulturasi budaya, konversi lahan, spekulasi lahan, dll. Proses sub-urbanisasi dianggap kontradiktif terhadap prinsip – prinsip pembangunan berkelanjutan karena selalu diiringi dengan adanya konversi lahan pertanian produktif yang sulit dikendalikan.

Bentuk migrasi yang kedua adalah perpindahan penduduk dari kota menuju pedesaan atau disebut kontra urbanisasi.

Bentuk migrasi yang ketiga erat kaitannya dengan urbanisasi karena migrasi juga sering diartikan dengan pengertian urbanisasi yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota. Namun, istilah urbanisasi bukan berarti perpindahan penduduk dari desa ke kota saja. Melainkan bahwa pengertian urbanisasi adalah proses berkembangnya penduduk di kawasan urban. Namun berbagai pihak banyak mengartikan urbanisasi sebagai proses perpindahan penduduk dari desa ke kota.

Baca juga : Pengertian Urbanisasi dan Metode Pengukuran Tingkat Urbanisasi

Pengertian urbanisasi bukan saja secara demografis, yaitu proporsi penduduk perkotaan terhadap jumlah penduduk keseluruhan namun juga perkembangan kegiatan sosial-ekonomi yang terkait dengan pengertian urbanisasi secara demografis. Urbanisasi dapat diartikan juga sebagai proses yang menyertai transformasi struktural ekonomi pada suatu wilayah sehingga terjadi perubahan pola hidup akan kebutuhan sarana, prasarana, dan jasa pelayanan serta perubahan orientasi manusia kearah kehidupan modern.


pengertian urbanisasi





Tahapan proses urbanisasi diidentifikasikan menjadi 4 tahap, yaitu :

  1. Tahap urbanisasi yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota
  2. Tahap suburbanisasi ketika kota berkembang dan mempengaruhi daerah sekitarnya dan menjanjikan kesejahteraan sehingga penduduk daerah pinggiran tertarik ke pusat – pusat kegiatan dan pelayanan kota
  3. Tahap disurbanisasi yaitu penurunan jumlah penduduk perkotaan diikuti oleh penurunan aktivitas ekonomi di kota akibat minimnya kesempatan kerja dan lapangan pekerjaan.
  4. Tahap reurbanisasi yaitu dibangunnya pusat – pusat kegiatan baru dengan aglomerasi yang lebih rendah pada beberapa lokasi.

BERBURU BUNGA LANGKA DAN UNIK DI TAMAN RAFFLESIA BATANG PALUPUH ~ Lois Morton

ReyGina Wisata | Kekayaan sumber daya alam Indonesia memang sangatlah beragam. Salah satunya adalah keberadaan flora langka dar Bunga Rafflesia di Taman Batang Palupuh. Disini Anda dapat melihat keindahan berbagai aneka bunga Rafflesia yang tumbuh subur di kawasan...

SENSASI GUA NGALAU INDAH DI PAYAKUMBUH ~ Lois Morton

Gua Ngalau Indah, Payakumbuh ReyGina Wisata | Payakumbuh adalah salah satu kota nan indah mempesona di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia yang wajib Anda kunjungi saat berlibur ke Pulau Sumatera. Kota yang pernah meraih penghargaan Inovasi Managemen Perkotaan (IMP)...

PULAU BAER, TEMPAT WISATA BARU PALING POPULER DI KEPULAUAN KEI ~ Lois Morton

Pulau Baer ReyGina Wisata | Kepulauan Kei adalah salah satu pulau di Indonesia yang memiliki keindahan sangat menakjubkan untuk Anda kunjungi. Pulau yang terletak di kawasan tenggara, Kepulauan Maluku, Provinsi Maluku ini banyak memiliki tempat wisata menarik untuk...

MENIKMATI KEINDAHAN PANTAI TONGACI DI KABUPATEN BANGKA ~ Lois Morton

Pantai Tongaci, Kab. Bangka ReyGina Wisata | Kabupaten Bangka adalah salah satu wilayah di Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung, Indonesia yang terkenal dengan keindahan pantainya yang pada umumnya berpasir putih nan lembut yang banyak dikelilingi oleh batu vulkanik...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *