Orang Toraja Pasti Pernah Melakukan Ritual-Ritual Ini

 

    Jangan terlalu serius, karena ritual-ritual yang di maksud di sini, bukanlah ritual seram yang harus mengorbankan kepala atau pun darah (ayam,kerbau,babi) untuk memberi makan para mahluk-mahluk astral penunggu pohon beringin. Ritual yang di maksud di sini, adalah ritual kelas teri, yang umumnya di praktekkan oleh para bocah petualang kampung, namun belum sempat di liput oleh Trans 7. Apa saja ritual-ritual tersebut? Lets check it out

Bawa tiga pucuk daun sualang ke bubun (sumur)

    Mau berkunjung ke sumur yang belum pernah anda kunjungi sebelumnya? Hati-hati, disana biasa banyak mahluk-mahluk astral yang menjadi penghuninya, dan mereka tidak suka dengan orang baru. Nah, supaya tidak di ganggu, harus permisi terlebih dahulu, dan harus mempersembahkan tiga pucuk daun sualang. Tapi, jangan sembarang pucuk daun sualang, karena pucuk sualang yang di minta harus muda dan segar. Usahakan yang terlindung dari sinar matahari dan ultra violet. Meletakkannya pun gak bisa sembarangan, namun harus dengan penuh perasaan, sambil menyebut kan mantra ini:  Tabe’ nene’, la mendiokanni (maaf mbah, kami mau mandi).  Setelah ritual tersebut selesai, kalian sudah boleh mandi dengan tenang, tetapi tetap jaga kesopanan, dan jangan lupa, setelah mandi ucapkan terima kasih pada si mbah, Kurre nene’ lasule mokan (Terima kasih mbah, kami pulang dulu).

Ambil batu tiga biji, saat kebelet buang air besar, namun wc/toiletnya jauh

     Maraknya fenomena siossa’/siollo’ atau berak dalam celana yang terjadi di sekolah, membuat para guru maupun orang tua mencari berbagai solusi untuk menangani permasalahan tersebut. Setelah bereksperimen dengan berbagai cara, maka akhirnya di temukanlah sebuah solusi yang paling jitu. Solusi tersebut, adalah sebuah solusi yang di balut dengan ritual yang unik, yakni ambil batu yang jumlahnya tiga biji, pada saat kebelet akan buang air besar. Langkah-langkahnya pun cukup mudah dan sederhana. Saat merasakan ada yang memaksa akan keluar dari dalam perut, kita cukup ambil tiga biji batu, yang ukurannya sebesar kelereng, kemudian memasukkannya kedalam kantong celana kita. Sementara mengambil batu-batu tersebut, kita di haruskan menahan nafas hingga proses pemangambilan dan pemasukannya kedalam kantong selesai, dan jika gagal menahan nafas, maka ulangi dari awal hingga berhasil.
Namun, dalam prakteknya, solusi ini tidak selalu berhasil. Banyak yang gagal, higga harus pulang kerumah sambil menenteng celana yang ternoda oleh kuningan t*i, dan esoknya bahkan beberapa hari kedepan tidak akan kesekolah karena tak tahan menanggung malu.

Ritual ” Injo’ku barese’, ambe’ku palaok”

    Barese’ dan palaok merupakan sepasang suami istri yang kejam. Jika kalian menyentuh salah satu diantara mereka dengan sengaja atau pun tidak sengaja, maka kalian akan terkena penyakit re’pe’-re’pe (sejenis penyakit kulit) . Oleh karena itu, kalian jangan sampai menyentuh salah satu diantara mereka berdua. Namun jika kalian dengn tidak sengaja menyentuhnya, maka satu-satunya solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menjadi anak  mereka (entah itu anak kandung,anak angkat,ataupun anak tiri, intinya jadi anak mereka) . Nah, caranya gimana? Cukup dengan menyebut mantra ” Injo’ku Barese’, Ambe’ku palaok”, yang artinya ” Barese’ Ibu saya, dan Palaok ayah saya”. Mantra tersebut di ucapkan tiga kali berulang-ulang. Setelah itu, kalian resmi menjdi anak mereka dan tidak akan terjangkit penyakit re’pe’-re’pe lagi 🙂 .

Ritual berbicara kepada orang mati saat tahun baru

    Tahun baru telah tiba, saatnya berkeliling kampung buat salam-salaman. Jangan lupa bawa kantong plastik, untuk di isi kue dari para warga kampung. Rumah yang berada di list kunjungan pertama, pastinya rumah orang kaya yang kuenya mahal dan enak. Dan, mohon maaf buat yang setiap tahun baru cuma kasih deppa tori, karena andalah yang berada dalam list paling terakhir kunjungan kami, yang artinya akan kami kunjungi jika masih sempat untuk itu.
Selain keliling kampung untuk minta kue dari tetangga, berziarah kekuburan merupakan agenda penting di hari pergantian tahun. Sebelum kekuburan, persiapkan alat untuk membersihkan rumah para leluhur tersebut, dan juga jangan lupa membawa air, pangan(sirih) dan uang (jika ada) untuk di persembahkan bagi para leluhur yang telah mendahului kita ke sana. Selesai kuburan di bersihkan, saatnya meminta dalle (keberuntungan) dan kepintaran pada nenek moyang. Setelah itu, kembali kerumah dengan penuh harap permintaan kita akan terkabul.

Demikian empat ritual yang sering di lakukan oleh orang-orang Toraja. Terima kasih sudah membaca artikel ini, Kurre sumanga’.

Keuntungan-Keuntungan Dalam Menggunakan Teknologi Teleschool

1.    Keuntungan-Keuntungan Dalam Menggunakan Teknologi Teleschool Dengan adanya penggunaan teknologi ini dalam dunia pendidikan dapat memberikan dampak positif atau keuntungan bagi sekolah, orang tua dan siswa, adapun keuntungan-keuntungannya sebagai berikut: 1)     ...

Pengertian dan Faktor Kedisiplinan Siswa

 Pengertian dan Faktor Kedisiplinan Siswa 1.    Pengertian Kedisiplinan Siswa Masalah disiplin merupakan suatu hal yang sangat penting bagi lembaga pendidikan. Karena disiplin sangat penting, maka sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan dan merupakan salah satu...

Bukan Jamannya Lagi Income Kita Hanya Bergantung pada Perusahaan di Era Crypto Evolution

Follow @HediSasrawan Lock posisis gratis ke Thailand CryptoWorldEvolution, CWE, register cryptoworldrobot.com founder terbaikGratis Support untuk leader Asia Hero Team yg Prominer dan berhasil mengsponsori langsung 3 Prominer dalam bulan Februari iniTiket Event...

Ginjal Manusia (Artikel Lengkap) | Hedi Sasrawan

Follow @HediSasrawan Ginjal adalah sepasang organ berbentuk seperti kacang merah di belakang rongga perut manusia. Pada orang dewasa, panjangnya sekitar 11 cm. Ginjal menerima darah dari arteri ginjal dan mengeluarkannya ke vena ginjal. Setiap ginjal tersambung dengan...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *