RAJAPATIH MAKASAR KEBO PARUD – SEJARAH, CERITA, LEGENDA & MITOS

(1296 -1300) M

Pada tahun 1293 terjadi perubahan kekuasaan di Jawa Timur dimana Kerajaan
Singhasari mengalami keruntuhan dan Raja Kertanegara tewas akibat pemberontakan
Jayakatwang. Raden Wijaya yang merupakan menantu dari Raja Kertanegara berhasil
menumpas pembrontakan tersebut dan mendirikan Kerajaan Majapahit. Karena
Kerajaan Singhasari telah mengalami keruntuhan maka Majapahit sebagai pengganti
kerajaan Singhasari mengambil alih seluruh daerah kekuasaan kerajaan Singhasari
termasuk Pulau Bali.

Pada tahun 1296 M Sri Rajasa Jaya
Wardana sebagai Raja Majapahit yang pertama, menunjuk Ki Kebo Parud sebagai
wakil pemerintahannya di Pulau Bali dengan gelar Raja Patih. Dalam melaksanakan
pemerintahannya Ki Kebo Parud mengangkat beberapa senapati dan pejabat tinggi
lainnya untuk membantunya dalam pemerintahanya dan mengganti beberapa pejabat
penting pada waktu pemerintahan Raja Adidewa Lancana dengan pejabat baru yang
berasal dari Jawa Timur.

Pejabat penting yang diganti
diantaranya :

Senapati Weresanten :
Mpu Abdaraja ·
Senapati Balembunut
Dyaksa : Mpu Tohujar diganti · Senapati Danda : Mpu Arusningrat ·
Senapati Dinganga :
Mpu Suradikara ·
Senapati Kuturan: Mpu
Angambara ·
Para pendeta Siwa
diantaranya Dang Acarya Harimurti, Pendeta di Sthanaraja, Dang Acarya Haridewa,
Pendeta di Amurnaraja, Dang Acarya Madyagra, pendeta di Katubrih, Dang Acarya
Satyangsa, Pendeta di Makarum dan Dang Acarya Karnikangsa sebagai samegat juru
– wadwa ·
Para Pendeta Budha
diantaranya Dang Upadyaya Atmaja, pendeta di Nalanda dan Dang Upadyana
Budhadnyana, pendeta Kutihanyar dan Tiramangsa sebagai Samegar Mangirengiren ·
Samegat Juru Tulis
kehakiman diantaranya Tarayaruhun, Niraweruh dan Namapinda ·
Samegat Manyumbul :
Nayalor
Samegat Pituhanya :
Werdeng Pramohab
Samegat
Caksukaranapuranya : Digaja
Samegat Karanapuranya
: Sidhamukti

Sebagai gantinya Ki Kebo Parud
kemudian menunjuk beberapa pejabat penting diantaranya : · 
Senapati Danda : Ki
Gagak Semeningrat alias Ki Gagak Suluhingrat ·
Senapati Sarbhwa : Ki
Dangdang sangka
Senapati Balembunut :
Ku Kuda Makara
Ken Demung : Ki Gajah
Pamugeran · Ken Rangga : Ki Dangdang Bangbungalan
Selain itu beliau juga
mengakat beberapa Wadwa-haji yang ditempatkan di beberapa tempat di Bali
diantaranya :
Wadwa-haji di Panji
:Ki Sangkarinsing dan Ki Ranggahwalik
Wadwa-haji di
Sarwa-patih Ki Jadang-mider, Ki Bimapaksa dan Ki Gajah Sereng
Wadwa-haji di Kurtija
: Ki Banyak Endah dan Ki Panggah-parya ·
Wadwa-haji di Jingrana
: Ki Kidang-semu · Wadwa-haji di Guleng dan Perang : Ki Binajaga
Beberapa kementrian
atau kesenapatian yang belum ada pejabatnya dibentuk diantaranya Senapati
Dinganga, Senapati Manyiringin dan Senapati Beladyaksa. Perutusan Pendeta Siwa
dan Budha pun dibentuk disesuaikan dengan peraturan yang terdahulu, namun
pejabatnya belum diresmikan diantaranya pendeta Siwa di Dharmahanyar, di
Astanaraja, di Dewastana dan di Binor sedangkan perutusan pendeta Budhanya di
Burwan, di Puwanegara, di Kutrihanyar dan di Ajinegara, juga dilantik
Tri-samegat atau tiga pejabat yang sangat berkuasa di Istana.Demikianlah pergantian pejabat
tinggi kerajaan yang dilakukan oleh Ki Kebo Parud sebagai wakil pemerintahan
Kerajaan Majapahit di Pulau Bali. Pemerintahan Raja Patih Kebo Parud di Bali
hanya bersifat sementara saja. Beberapa tahun kemudian, oleh karena keadaan
Bali sudah aman maka pada tahun 1324 Masehi, atas perintah Jayanegara sebagai
Raja Majapahit yang kedua, pemerintahan Bali dikembalikan lagi kepada keturunan
Wangsa Warma karena mengingat bahwa Pulau Bali sejak dari dulu diperintah oleh
raja raja keturunan wangsa Warman. Kedudukan Kbo Parud sebagai
rajapatih boleh jadi berlangsug sampai setelah Raja Kertanagara dari Kerajaan
Singasari dikalahkan oleh Raja Jayakatwang dari Kadiri, bahkan mungkin sampai
pada masa-masa awal kerajaan Majapahit.Kedudukannya itu tampaknya baru
berakhir setelah Bhatara Guru II (Bhatara Sri Mahaguru) dinobatkan sebagai raja
di Bali pada tahun 1256 Saka (1324), atau beberapa tahun sebelum penobatan itu.
Hal ini sekaligus menyatakan bahwa Bali selama itu berada di bawah pengawasan
kerajaan yang tengah berkuasa di Jawa Timur. Pada jaman ini para Arya dan
Bujangga serta para Mpu keturunan Sapta Resi tangan dari Jawa Timur ke Bali.

Keberadaan Kebo Parud sebagai penguasa di bali dibuktikan dengan sebuah prasasti
yang dikeluarkan olek Kebo Parud yang berangka tahun caka 1218 Caka yang berisi
persoalan tentang desa kedisan “ Mewang Ida Raja Patih meka kasir Kebo Parud “
Berdasarkan nama nama patih dan berdasarkan isi prasasti tersebut, ternyata
patih itu adalah pegawai Negara yag berasal dari Jawa Timur, nama semacam itu
sering dijumpai dalam kerajaan Singhasari.

Ada kemungkinan bahwa patih yang dimaksud bertugas sebagai gubernur atau
semacamnya yang mewakili pemerintahan Singhasari di Bali. Selanjutnya terdapat
prasasti lainnya yang menyebutkan nama “Ida Ken Kanuruhan” dan yang istimewa
pula prasasti tersebut tidak memakai sapatha sebagaimana yang sering dijumpai
dalam prasasti prasasti di Bali pada umumnya. Kebo Parud juga mengeluarkan
prasasti yang berangka tahun Caka 1222 yang menguraikan tentang desa Sukawana
yang terletak diperbatasan Min Balingkang. Dalam prasasri tersebut terdapat
kata-kata “Mpukwing Dharma Anjar, Mpukwing istana radja, Mpukwing dewa istana”
Gelar para menteri diubah menjadi Jro atau diduga Arya sebagai contoh Ida Raja
Sang Arya = Ida Sang Arya Aji Kara.

Agama yang yang dianut oleh Kebo Parud adalah Wajrayana yaitu suatu aliran
Tantrisme dari agama Budha. Di Singhasari pada saat tersebut sedang berkembang
dan malahan menjadi pusat aliran Wajrayana. Aliran ini sangat condong kle dalam
ilmu sihir atau ilmu gaib yang sebagai pemimpinnya adalah rajanya sendiri yaitu
Raja Kertanegara.

Demikianlah di peseteran Singhasari ditemukan arca Kertanegara sebagai seorang
biksu yang gundul, disamping itu juga terdapat arca Bhairawa, dimana Raja
Kertanegra sering melakukan upacara upacara yang berakitan dengan aliran yang
dianutnya. Pada jaman pemerintahan Kebo Parud di Bali terdapat arca Bhairawa
didaerah Pejeng yang bentuknya mirip dengan arca Bhairawa yang terdapat di
Singhasari. Demikianlah ada kemungkinan besar bahwa latihan latihan Wajrayana
juga dilakukan oleh wakil pemerintahan Singhasari di Pulau Bali. Para pendeta
Budha kemudian mendirikan sebuah biara (asrama) di Bedaulu didekat biara Ratna
Kunjarapada yang diketahui sebagai sebuah asrama bagi para pendeta Ciwa.

Hal tersebut sesuai yang terdapat dalam buku Nagarakertagama yang ditulis oleh
Empu Prapanca. “ Sang Budhadhyaksa muwing Bedaulu Bedaha luwing Gajah
ran pramada wruh “ Artinya ada pendeta Budha besar yang berdiam di Bedaulu, di
luwing Gajah yang tidak pernah pramada (angkara).
 Mungkin yang
dimaksud dengan luwing Gajah adalah tempat disekitar air Gajah yang seperti
diketahui daerah air Gajah adalah daerah disekitar sungai Patanu tempat didirikannya
asrama asrama tersebut.

Dalam hal ini Goa Gajah termasuk dalam lingkungan Dharma Anta Kunjarapada. Para
pendeta Ciwa tentu merasa tidak senang melihat perkembangan aliran Wajrayana di
bali sehingga timbullah persaingan diantara mereka. Rakyat Bali pada umumnya
memihak kepada pendeta Ciwa yang berarti mereka tetap memja Maharesi Agatya

Keuntungan-Keuntungan Dalam Menggunakan Teknologi Teleschool

1.    Keuntungan-Keuntungan Dalam Menggunakan Teknologi Teleschool Dengan adanya penggunaan teknologi ini dalam dunia pendidikan dapat memberikan dampak positif atau keuntungan bagi sekolah, orang tua dan siswa, adapun keuntungan-keuntungannya sebagai berikut: 1)     ...

Pengertian dan Faktor Kedisiplinan Siswa

 Pengertian dan Faktor Kedisiplinan Siswa 1.    Pengertian Kedisiplinan Siswa Masalah disiplin merupakan suatu hal yang sangat penting bagi lembaga pendidikan. Karena disiplin sangat penting, maka sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan dan merupakan salah satu...

Bukan Jamannya Lagi Income Kita Hanya Bergantung pada Perusahaan di Era Crypto Evolution

Follow @HediSasrawan Lock posisis gratis ke Thailand CryptoWorldEvolution, CWE, register cryptoworldrobot.com founder terbaikGratis Support untuk leader Asia Hero Team yg Prominer dan berhasil mengsponsori langsung 3 Prominer dalam bulan Februari iniTiket Event...

Ginjal Manusia (Artikel Lengkap) | Hedi Sasrawan

Follow @HediSasrawan Ginjal adalah sepasang organ berbentuk seperti kacang merah di belakang rongga perut manusia. Pada orang dewasa, panjangnya sekitar 11 cm. Ginjal menerima darah dari arteri ginjal dan mengeluarkannya ke vena ginjal. Setiap ginjal tersambung dengan...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *